Serial Ashoka

Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar


Ashoka #147 03 episode

Di tempat desa Dewi Dharma berasal, Ashoka masih tergeletak pingsan. Teriakan cemas ibunya di Pataliputra seperti terhubung dengan alam bawah sadar Ashoka, sehingga dia seperti mendengar ibunya memanggil, “Ashoka”. Perlahan, Ashoka seperti membuka mata, mengangkat kepalanya, ia melihat ibunya berdiri tak jauh darinya. Ashoka bangkit, menatap ibunya, ibunya tersenyum sangat bahagia. Ashoka masih menunjukkan wajah sedih, “ibu?”.

Dharma mengangkat tangan kirinya, seperti ingin menunjukkan sesuatu ke Ashoka. Ashoka melirik ke arah tangan dan pandangan ibunya, wajah sedihnya terkejut, ia melihat ayahnya, Yang Mulia Bindusara menatapnya tersenyum. Ashoka menatap haru, Yang Mulia Bindusara membuka kedua tangannya, isyarat agar Ashoka ke pelukannya, “putraku”, dengan wajah penuh senyum bahagia. Ashoka menangis bahagia, “ayah”. Bindusara tetap berdiri tersenyum dengan tangan terpuka, siap memberikan pelukan hangat untuk Ashoka. Ashoka melangkah mendekat, bayangan ayah dan ibunya menghilang.

Ashoka #147 04 episode

Ashoka terduduk dari pingsannya dengan berteriak, “ayah!”. Ia melihat kesekeliling, hanya hamparan rumput dan perbukitan, rupanya dia tadi bermimpi. Ashoka kembali sedih, ia kemudian bangkit dan mengambil pedang miliknya, berdiri, menatap ke depan, ke arah puing-puing bekas pondok ibunya. Ashoka melihat ke sekitarnya, tak jauh dari bekas perumahan ibunya itu, ada air terjun yang sangat indah, tapi semuanya tak membuat Ashoka tersenyum, ia malah menangis.

Ashoka mengusap air matanya, melangkah pelan, seakan menjemput kebersamaan ayah dan ibunya dulu saat-saat jatuh cinta. Ashoka terngiang ucapan Yang Mulia Bindusara saat dulu curhat padanya, “aku mencintai Dharma sejak aku terluka, dan dia mengobati aku. Suatu hari aku melihat dia mengajari anak-anak”.

Ashoka seakan bisa melihat gambaran saat ibunya mengajarkan anak-anak dibawah pohon, karena ajaran itulah juga yang ditanamkan ibunya sejak dulu padanya, ‘hikmah dari kisah ini adalah dengan pikiran apa kita membentuk pemikiran kita, karena kita terbentuk dengan pemikiran kita”. Yang Mulia keluar pondok, Ashoka sekarang seakan berdiri diantara kenangan ayah dan ibunya itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: ‘Menjemput’ Kenangan Ayah & Ibunya, Dapat Bukti Kuat Dia Seorang Pangeran. Ahankara Dipaksa Berbaik Dengan Sushima, Dharma Diperlakukan Kasar”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.