Serial Ashoka

Ashoka: Mengetahui Kebenaran, Ibunya, Shubadrangi Adalah Dewi Dharma Istri Yang Mulia Bindusara


Ashoka #146 09 episode

Diluar pondok, orang suruhan Khorasan bersiap menarik busurnya ke arah Ashoka dan biksu yang sedang mencari data. Tiba-tiba, dari arah lain ada anak panah yang mengenai busur orang Khorasan tersebut hingga terlepas. Ia berdiri dengan kesal, menatap ke arah yang telah membuat rencananya gagal. Tak jauh dari tempatnya berdiri seorang lelaki yang memegang busur, menatap tajam ke arahnya. Orang suruhan Khorasan geram.

Lelaki memegang busur terbayang saat sebelumnya ia mendapatkan tugas dari Chanakya, saat itu hadir juga Radhagupt dan Dewi Dharma. Chanakya berpesan padanya, “aku memberimu tugas untuk melindungi Ashoka, bawa Ashoka kesini dengan selamat”. Terbayang juga apa yang dilakukan lakukan oleh orang suruhan Khorasan itu sebelumnya kepadanya, yang sempat melukainya. Orang suruhan Khorasan melangkah menghampiri mata-mata Chanakya, mereka bertarung dengan menggunakan pedang masing-masing.

Awalnya posisi sama-sama kuat, saling serang dan mengelak, tapi tiba-tiba ayunan pedang orang suruhan Khorasan berhasil menyabet perut mata-mata Chanakya. Mata-mata Chanakya roboh sambil memegang perutnya. Orang suruhan Khorasan merasa puas, ingat lagi tugas utamanya, ia melangkah ke arah dia mengawasi Ashoka sebelumnya. Mata-mata Chanakya mengangkat kepalanya, menatap ke arah orang suruhan Khorasan melangkah, mencabut belati dari pinggangnya, melemparkan ke punggung orang suruhan Khorasan, sasaran kena.

Orang suruhan Khorasan ternganga menahan sakit dipunggungnya, mengerang, mata-mata Chanakya terus memperhatikan dengan mengangkat kepalanya. Orang suruhan Khorasan akhirnya roboh, mata-mata Chanakya bergumam, “hidup tanah airku!”, kemudian ia tak sanggup lagi menahan kepalanya, terjatuh ke tanah. Keduanya sama-sama menghembuskan nafas dalam menjalankan tugas masing-masing. Yang satu membela tanah air, yang satu membantu perencana pengkhianat negara.

Ashoka #146 11 episode

Di gubuknya, biksu mendongak menatap Ashoka, “nak, kau sudah dengarkan, Yang Mulia Bindusara pernah datang kesini, dan dia menikah disini, ditepi sungai Gangga, tapi, wanita itu, bukan bernama Dharma?!”. Wajah semangat Ashoka jadi mengernyit, “wanita itu bukan Dharma? Lalu Yang Mulia menikah dengan siapa? Coba lihat, apa namanya tercantum disitu!”. Biksu kembali membalik catatannya, menatap Ashoka, memberitau, “Shubadrangi”. Deg! Ashoka kembali seperti tersambar petir saking kagetnya.

Ashoka terpan, kakinya mundur selangkah, rasa terkejutnya membuat dia tak bisa berkata-kata. Ashoka menunjukkan wajah kaku, mengernyit, kemudian sedih, menarik nafas. Biksunya hanya memperhatikan respon yang ditunjukkan Ashoka yang seperti patung untuk sesaat. Ashoka mencoba memastikan apa yang di dengarnya, ia setengah menyangkalnya, “tidak, tidak, ini tidak mungkin, ini mana mungkin. Bagaimanabisa istri Yang Mulia bernama Shubadrangi?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Mengetahui Kebenaran, Ibunya, Shubadrangi Adalah Dewi Dharma Istri Yang Mulia Bindusara”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.