Ashoka: Mengetahui Kebenaran, Ibunya, Shubadrangi Adalah Dewi Dharma Istri Yang Mulia Bindusara


Ashoka #146 07 episode

Kembali ke wanita yang menyamar sebagai Dharma, ia memacu kudanya menjauh dari Pataliputra, Akramak yang mengejar, hanya bisa melihat punggungnya di atas kuda, belum bisa menyusul. Sementara di belakang Akramak, Khorasan juga berlari mengejar dengan nafas terengah, ia berhenti sejenak, bergumam, “kalau Akramak menemukan Dharma, ia pasti akan membawanya ke Bindusara.Haaah!”, mengepalkan tinjunya dengan kesal, kemudian berlari menyusul Akramak.

Akramak sudah berhenti mengejar, berdiri menatap wanita berkuda yang sudah menghilang. Khorasan ikut berhenti disamping Akramak dengan kesal. Akramak berkata, “siapapun dia, dia sudah menghilang. Ini adalah milik Yang Mulia”, sambil menunjukkan cincin emas. Khorasan melirik cincin emas yang dipegang Akramak. Cincin emas itu dulu diberikan oleh Bindusara ke Dharma saat berpamitan, dan cincin itulah juga yang dulu membuat Chanakya mengikuti Ashoka saat memamerkan ke prajurit yang menangkapnya, setelah berorasi menghina pemerintahan dan mengumumkan kalau dirinya adalah raja hutan Ashoka.

Akramak menjelaskan pada Khorasan, “dan ini bisa dimiliki siapapun, bila Yang Mulia sendiri yang memberikannya”. Khorasan mengambil cincin dari tangan Akramak, menatapnya dengan mata berfikir sambil melihat ke depan, yang ada hanya hamparan rumput dan perbukitan. Khorasan semakin menunjukkan wajah berfikir.

Ashoka #146 08 episode

Sementara itu, orang suruhan Khorasan, memperhatikan Ashoka yang sedang bicara dengan biksu di dalam gubuknya dari balik rerimbunan semak-semak. Ia memperhatikan Ashoka yang membalikkan badan dengan wajah kuyu dan langkah lunglai. Ashoka membathin, ‘sekarang bagaimana aku mempertemukan permaisuri Dharma dengan Yang Mulia, bagaimana aku buktikan dia tidak bersalah?! Bagaimana derita dan kesedihan Yang Mulia akan lenyap?”.

Tiba-tiba terdengar suara biksu, “siapa raja itu. Jangan-jangan yang kau maksud adalah Yang Mulia Bindusara?!”. Deg! Ashoka terkejut, seperti tersambar petir, tapi bukan gosong, malah jadi bersemangat kembali, ia langsung membalikkan badannya. Si biksu menjelaskan, “ada catatan bahwa Yang Mulia datang kesini. Dia tinggal disini selama enam bulan. Yang Mulia Bindusara juga menikah dengan wanita dari desa ini”.

Ashoka kembali mendekat ke tempat biksu duduk, ia berkata dengan semangat, “mungkin saja yang dinikahi Yang Mulia itu, permaisuri Dharma! Apa, kau bisa, melihatnya sekali lagi?”, dengan wajah memohon. Si biksu mengangguk. Ashoka menunjukkan wajah kurang enak hati karena kembali merepotkan si biksu. Biksu kembali membalik-balik catatannya dengan serius, Ashoka menunggu sambil menelan ludah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan