Helena menunjukkan sikap seolah ibu suri yang peduli, “siapa dia Yang Mulia, permaisuri Niharika menulis nama siapa? Katakan padaku, siapa pengkhianat itu! Biar aku sendiri yang akan menghabisinya, seperti yang ku lakukan pada putraku”. Niharika merespon cepat, “tidak!”. Helena menatap istri Raajaajiraaj itu, mereka mulai memainkan sandiwara yang semakin membuat Bindusara merasa tersudut. Chanakya mengernyitkan wajahnya, memperhatikan semua. Khorasan juga pura-pura terkejut. Calata kaget benaran dengan ketegasan yang ditunjukkan Niharika.

Ashoka sudah memasuki aula rapat, dia mengambil posisi di tempatnya sebagai pengawal pribadi Bindusara, bersamaan dengan Niharika memberikan jawaban tegas, “tidak ibu suri! Nama yang ku serahkan pada Yang Mulia, aku ingin dia dihabisi oleh Yang Mulia sendiri”. Bindusara termenung dengan memegang dagunya. Chanakya semakin bingung dengan sandiwara yang dimainkan Niharika dan Helena. Ashoka yang baru muncul jadi ingin tau nama perencana siasat yang dimaksud ibu Ahankara tersebut. Radhagupt juga mulai terlihat tegang melihat kondisi Yang Mulia Bindusara.

Ashoka #138 episode 27

Helena seakan ingin tau lebih banyak dari Niharika, “dia sendiri? Siapa yang akan dihabisi oleh Yang Mulia sendiri!”. Niharika menunjukkan sikap penuh kemenangan melihat Bindusara di singgasanannya berfikir seperti orang bingung, memegang-megang kumisnya. Chanakya tak bisa membiarkan muridnya itu merasa sendirian dalam situasi sulit yang sepertinya sangat mengguncang jiwanya, ia bicara “Yang Mulia, jika anda tidak mau menyebutkan namanya dihadapan semua orang yang ada disini, kita bisa bicara empat mata Yang Mulia”.

Niharika langsung membalikkan badannya menatap Chanakya, menunjukkan sikap menantang, “kenapa harus bicara empat mata Acharya, pengkhianat adalah pengkhianat! Kalau nama setiap pengkhianat disebutkan di rapat ini, kenapa bukan nama pengkhianat ini?!”. Chanakya jadi terdiam, dia sendiri tidak tau nama yang ditulis Niharika sehingga membuat Bindusara begitu shok. Helena terus memperhatikan, seakan dia juga tidak tau apa-apa. Ashoka ikut helisah melihat Bindusara gelisah.

Niharika terus dengan sikap penuh kemenangannya sebagai pemegang rahasia borok Magadh, ia membalikkan badan menatap singgasana Bindusara, “dan yang aku dengar! Yang Mulia Bindusara tidak pernah berat sebelah”. Helena melirik Bindusara. Bindusara terlihat berfikir tapi tetap dengan wajah bingung. Calata semakin mengernyitkan wajah. Khorasan menikmati kebimbangan Bindusara. Ashoka jadi prihatin.

Niharika terus bicara, “beritau nama itu Yang Mulia, semuanya ingin mendengar nama itu. Kenapa kau diam?!”. Bindusara menahan geram, “karena menurutku ini sangat mustahil. Jadi tentu aku tidak percaya pada ucapanmu!”. Helena mengernyitkan wajahnya, menatap Niharika. Nicator seperti menikmati situasi yang ada. Niharika semakin menunjukkan sikap siap menantang Bindusara, “mau buktinya?! Katakan!”. Bindusara menahan rasa geram. Ashoka jadi ikut terbawa emosi melihat ketegangan yang terjadi. Chanakya tak bisa meraba siapa yang diperbincangkan Niharika dan Bindusara.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :