Niharika justru mengangkat dagunya, seakan menikmati keterkejutan yang dialami Bindusara. Bindusara terlihat sangat ingin mempercayai apa yang tertulis, tapi bathinnya bergejolak. Niharikan tersenyum sinis melihat itu, ia melirik Khorasan, terbayang pertemuan sebelumnya dengan panglima Magadh yang haus kekuasaan itu, ‘aku tau apa yang ingin kau katakan, tapi tidak akan mengubah keputusanku. Apapun yang ingin kau katakan, akan aku dengar’.

Ashoka #138 episode 25

Saat itu, Khorasan menjawab cepat, “kau betul permaisuri Niharika, kau tidak akan mendapatkan apapun dari perang ini, satu atau dua, atau pada hari ketiga pasukanmu pasti akan kalah”. Niharika tak terpengaruh penjelasan Khorasan, “kalau rajamu sampai begitu yakin pada kemenangannya, dia tidak akan menekankan untuk melakukan perdamaian! Dia juga tau, walau pasukan Ujjain tidak bisa menang, tapi ini bisa memberikan dampak yang besar!”.

Khorasan juga tak terpengaruh ucapan Niharika, “dampak?! Dampak apa! Hari ini kau mencelakai Yang Mulia, besok untuk membalas dendam, putra-putra Yang Mulia akan menghabisimu, apa hasilnya! Satu-satunya yang bisa memenangkanmu adalah menempuh jalan perdamaian. Jika kau mau melakukan apa yang akan aku katakan, kau akan menjadi tenaang dan pembalasan dendammu akan segera terpenuhi”. Niharika menunjukkan wajah mengernyit menatap Khorasan.

Khorasan terus bicara, “dengarkan baik-baik apa yang aku ucapkan, aku kesini bukan dari pihak Bindusara, tapi membawa pesan dari ibu suri Helena. Kau kehilangan suamimu dan dia kehilangan putranya, dia ingin membantumu, dia ingin kau balas dendam ketika Bindusara berada pada situasi yang lemah, Bindusara akan berada disituasi itu, bila kali ini kita bisa merampas sesuatu, sesutu yang paling berharga bagi dia, dia akan sangat lemah dan saat itu kita semua akan berhasil membalaskan dendam kita padanya, karena setelah itu Bindusara akan benar-benar hancur! dan tidak akan bangkit dari musibah yang kita timbulkan”.

Niharika jadi menyembunyikan senyum melihat reaksi Bindusara setelah membaca surat yang diserahkannya. Ucapan Khorasan sudah mulai terlihat pengaruhnya pada Bindusara. Bindusara bergumam sendiri seperti orang panik di singgasananya, “itu tidak mungkin, ini mustahil!”, setengah berteriak dan menatap Niharika.

Ashoka #138 episode 23

Niharika tak terpengaruh, dia tetap dengan keyakinannya, “tapi akupun punya buktinya!”. Bindusara semakin terpana. Chanakya masih belum mengerti, nama siapa yang telah dibaca Bindusara hingga membuat raja Magadh itu seperti begitu ingin menyangkalnya.

Niharika dengan tenang berkata, “cari dia! Dia masih hidup!”. Bindusara semakin gelisah, tak menyangka sama sekali dengan situasi yang sekarang dia hadapi. Helena menatap dengan wajah dingin, dia tau siasatnya sudah bekerja lewat tangan Niharika. Chanakya menunjukkan wajah serius mengawasi setiap orang. Niharika senyum-senyum penuh kemenangan melihat Bindusara yang hancur perasaannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :