Ashoka: Mempertemukan Ahankara Dengan Ibunya. Dharma “Selamat” Dari Permainan Noor, Niharika Memberitau Bindusara Nama ‘Perencana Siasat’


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang sudah bisa bertemu permaisuri Niharika, berusaha mengetuk hati istri Raajaajiraaj dengan tanda persahabatan Ahankara yang ada di telapak tangannya. Ashoka bernegosiasi perdamaian dengan Niharika & membawa kabar damai ke Magadh. Noor mencaritau keberadaan Dharma diantara pelayan dengan pura-pura mengadakan perdamaian. Khorasan memanfaatkan rasa senang yang dirasakan Bindusara karena mendengar kabar perdamaian yang dibawa Ashoka, agar cepat menemui Niharika. Bindusara akhirnya menyuruh Khorasan yang menjalankan tugas itu. Khorasan dengan senang hati menerima tugas itu setelah saling lirik dengan Nicator dan Helena.

Ashoka #138 episode 02

Sinopsis serial Ashoka #138, di ruang tempat permaisuri dan anak-anak Bindusara, permaisuri Noor yang mengadakan permainan, memberitau semuanya, “ayo kita mulai!”. Pangeran Dhrupad sangat bersemngat, “ya, ayo kita mulai!”. Noor, Siyamak dan Dhrupad, melangkah ke bagian ujung barisan pelayan, bukan dari tempat Dharma yang sudah sangat cemas. Permaisuri Subrasi tersenyum melihat Noor dan kedua pangeran akan memulai permainan, sedang Charumitra tetap dengan wajah kurang sukanya.

Pangeran Dhrupad memulai dengan seorang pelayan, ia bertanya, “siapa namamu”. Si pelayan menjawab dengan yakin, “Junki”. Dhrupad mencaritau lagi, “kau punya putra?”. Junki menjawab, “ya, pangeran”. Dhrupad bertanya lagi, “siapa namanya?”. Junki menjawab, “Budva”. Pangeran Dhrupad menyimpulkan, “ibu Budva bernama Junki”.

Ashoka #138 episode 01

Giliran Siyamak yang bertanya pada pelayan selanjutnya, “siapa namamu”. Si pelayan menjawab tanpa ragu, “Koski”. Noor mendengarkan dengan konsentrasi. Siyamak meneruskan mencari data pribadi si pelayan, “apa makanan kesukaanmu”. Konski dengan tersenyum menjawab, “Modak”. Siyamak mengingatkan, “yang suka Modak, namanya Koski”. Dharma semakin cemas mendengar Siyamak dan Dhrupad mengajukan pertanyaan, sementara permaisuri Noor, menyimak dengan penuh konsentrasi. Ia tau kalau permainan ini hanya jebakan untuk mencaritau keberadaannya.

Sementara itu, jauh di luar perbatasan Magadh, tepatnya di dekat markas pasukan Ujjain. Khorasan diiringi prajuritnya memasuki kawasan perkemahan permaisuri Niharika. Prajurit Ujjai yang berjaga menyilangkan senjata mereka, menghadang Khorasan untuk melanjutkan langkah. Khorasan langsung menunjukkan kebiasaannya, berdiri dengan berkacak pinggang, “aku panglima Magadh, Mir Khorasan”.

Prajurit Ujjain yang berjaga membiarkan sang panglima lewat dan salah satu dari mereka membawa Khorasan masuk ke tenda permaisuri Niharika, sedangkan prajurit Magadh yang ikut bersama Khorasan harus menunggu diluar dalam jarak tertentu. Sementara itu, tak jauh dari prajurit-prajurit Ujjain yang berjaga, agak dibagian yang ceruk, Ashoka juga ikut mengawasi ke arah tenda permaisuri Niharika dengan cara sembunyi-sembunyi.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s