Satu prajurit yang merupakan pimpinan dari pasukan itu melangkah maju, Ashoka menatap tajam pimpinan sekongkol permaisuri Niharika itu, si pimpinan pasukan bicara, “siapa kau dan kenapa kau masuk ke markas kami!”. Ashoka dengan terus berfikir mengambil pedang yang sebelumnya disandarkan ke batu, maju selangkah ke haadapan pimpinan prajurit yang menanyainya, membusungkan dada dengan sikap seorang kesatria, “namaku, Ashoka! Dan mereka sahabatku, aku dari Pataliputra, mau bertemu permaisuri Niharika”.

Si pimpinan pasukan menyimpulkan, “jadi Pataliputra sekarang mengirimmu”. Ashoka menjawab tegas, “tidak ada yang mengirim diriku, aku datang sendiri”. Prajurit itu geleng-geleng, “apa kau tidak takut?!”. Ashoka tersenyum, “siapa yang takut dengan hidup kekal”. Salah satu pimpinan prajurit Ujjain semakih heran, “hidup kekal?!”.

Ashoka menjawab tegas, “ya. Jika kau melarangku pergi, maka akan tersiar kabar bahwa pasukan Ujjain tidak membiarkan seorang anak, bertemu permaisuri, karena mereka merasa ketakutan! Dan kalau kau membiarkan aku pergi, aku juga akan dikenang, hal yang tidak bisa dilakukan sekalipun, dilakukan oleh seorang anak kecil”. Subahu dan Vasunaadhar menahan senyum mendengar penjelasan Ashoka pada pimpinan pasukan Ujjain itu.

Ashoka #136 28 episode

Pimpinan pasukan Ujjain berkomentar heran pada Ashoka, “kau mempunyai kepercayaan diri sebesar ini, kau masih anak kecil”. Ashoka mengangkat pedang miliknya, pimpinan pasukan Ujjain memperhatikan pedang milik Ashoka yang tak biasa. Vasunandhar dan Subahu semakin tersenyum melihat cara Ashoka mempengaruhi pikiran musuh dengan rasa percaya diri yang dimilikinya. Ashoka menatap tajam pimpinan prajurit Ujjain.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Ashoka berdiri dihadapan permaisuri Niharika dan bicara, “aku rakyat Magadh dan hanya ingin mengatakan pada anda bahwa anda ataupun Yang Mulia Bindusara tidak akan mendapat apa-apa dari pertmepuran ini”. Niharika mengepalkan tangannya. Ashoka masih meneruskan ucapannya, “aku ingin anda menghentikan pertempuran ini”. Niharika bersuara dengan nada tinggi dan wajah marah, “diam kau! dan pikirkan dulu sebelum mengatakan hal yang kedua”. Permaisuri Niharika bangun dari kursi kebesarannya, melangkah ke hadapan Ashoka.