Ashoka #135  24 episode

Di ruangan aman untuk keluarga kerajaan, Dharma mendengar pengumuman yang disampaikan salah satu prajurit dengan wajah tegang, “permaisuri Niharika menolak untuk damai dan akibatnya Yang Mulia telah memutuskan untuk berperang”. Pandangan Charumitra menunduk, Noor cemas, apalagi permaisuri Subrasi dan Dharma. Prajurit masih membacakan pesan, “semua diharapkan untuk tenang dan juga berdoa untuk Yang Mulia dan pasukannya”. Subrasi meraih pangeran Dhrupad kedalam rangkulannya. Dharma menggigit jarinya. Charumitra mengernyitkan wajah berfikirnya.

Siyamak cemas, Noor membathin, ‘jika perang ini sampai terjadi, akan sulit bagiku mencari Dharma, karena dia akan memanfaatkan keadaan ini dan mencari jalan untuk menemui Yang Mulia. Dan jika itu sampai terjadi, aku tidak akan bisa membalaskan dendamku pada Bindusara! Aku harus mencari dia, karena aku harus menuntut balas dendam atas kematian Justin dari Bindusara’. Noor sampai melotot menahan emosi yang bergejolak di dalam perasaannya.

Ashoka #135  27 episode

Ashoka dan dua temannya sudah sampai di ujung ketinggian bukit. Mereka bertigaa berdiri menatap kedataran dibawah mereka, wajah Ashoka kaku, Subahu terlihat semakin cemas melihat kenyataan yang ada, Vasunandhar menelan ludah. Di depan mereka terhampar luar markas pertahanan musuh. Subahu memberi pendapat atas apa yang dilihatnya, “ini bukan perang rakyat biasa, ini adalah perangkap yang besar. Pasukan besarpun tidak bisa keluar dari perangkap ini. Bagaimana kita menghindari perangkap ini dan sampai ke permaisuri Niharika?”.

Vasunandhar juga bersuara dengan cemas, “kita juga tidak tau dimana permaisuri Niharika sekarang! Karena markas mereka ada empat penjuru. Dia bisa dimanapun juga”. Ashoka mendengar analisa kedua temannya sambil terus memperhatikan situasi di depannya. Subahu menelan ludah dengan wajah mengernyit, Vasunandhar menatap ke depannya dengan wajah serius.

Ashoka semakin teliti memperhatikan area markas musuh di depannya, tiba-tiba matanya melihat ember di pinggir danau yang ada dibawah, ia tersenyum dan membathin, ‘jalan inilah yang akan mengantarku pada permaisuri Niharika’.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Ashoka mengusap-usap salah satu kuda yang berwarna hitam, yang sedang ditambatkan bersama kuda lain, “dengar teman, sebaiknya kita berteman saja, karena perang tidak akan menguntungkan bagimu. Kalau kau membantuku, aku akan bisa membantumu!”. Terdengar teriakan dibelakang Ashoka, “siapa kalian!”. Ashoka dan dua temannya di kepung oleh musuh yang mencari tau tentang mereka, “kenapa kalian ada di markas kami!”. Ashoka menatap prajurit yang mengelilinginya. Subahu dan Vasunandhar menelan ludah. Pimpinan pasukan Ujjain mengawasi tiga sahabat yang sudah terkepung.