Vasunandhar menambahkan, “dan kalaupun raja yang menang, yang dielukan cuma rajanya saja! Lalu siapa yang akan ingat pada prajurit yang mati di medan perang untuk memberikan kemenangan itu”. Subahu menimpali pendapat Vasunandhar, “bahkan namanya saja tidak ada yang ingat”. Ashoka tak tahan mendengar pembicaraan dua sahabatnya itu. Ia mendekati dua sahabatnya yang langsung berdiri. Ashoka berkata, “hanya dengan duduk disini dan bicara yang muluk-muluk, apa yang bisa kalian ubah?!”.

Vasunandhar menyahut ucapan Ashoka, “apa yang bisa kami lakukan Ashoka, kau sudah berusahakan, jawaban apa yang kau dapatkan”. Ashoka menundukkan pandangan, kemudian membaalikkan badan menuju pintu keluar. Subahu berteriak, “kau mau kemana!”. Ashoka menoleh, menatap dua sahabatnya itu,”mengubah keadaan ini”. Vasunandhar bingung, “apa? caranya?”. Ashoka menjelaskan, “aku akan pergi kesana sebagai wakil”.

Ashoka #135  22 episode

Subahu merespon Ashoka cepat, “jangan bodoh Ashoka, ini bukan lomba kesatria, ini perang sungguhan! Ini bisa membahayakan diri kita, kau jangan melakukan hal yang sembarangan”. Ashoka menjawab, “siapa yang menyuruh kalian ikut denganku!”. Subahu menelan ludah.

Vasunandhar mencoba menenangkan, “Ashoka, semua pintu dikunci, kalau pun kita mau keluar, mana mungkin kita bisa keluar”. Ashoka menunjukkan wajah serius dan optimis miliknya, “aku akan cari jalan keluarnya”. Vasunandhar menoleh ke Subahu yang langsung mengangguk. Mereka berdua saling mengangguk sebagi isyarat, Ashoka menatap sikap kedua temannya itu.

Selanjutnya, Ashoka, Subahu dan Vasunandhar sudah sampai di lapangan rumput di luar hutan sekolah mereka. Mereka bertiga berhenti sejenak melegakan nafas yang terengah karena berlari. Ashoka bertanya pada Subahu, “darimana kau tau jalan ini?”. Subahu menjelaskan, “ketika lomba dulu aku tersesat dan sampai kesini”. Ashoka menyimpulkan, “itulah yang dikatakannya, dalam hidup tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa alasan! Hari itu kau tersesat mungkin karena sudah ditakdirkan bahwa kau akan menunjukkan jalan padaku”. Subahu tersenyum tanda setuju dengan ucapan Ashoka.

Ashoka #135  23 episode

Vasunandhar mengingatkan, “kita sudah keluar Pataliputra, darisini kita mau kemana? Musuh telah mengepung dari segala arah, bagaimana kita mencari tau dimana permaisuri Niharika”. Ashoka si raja hutan memperhatikan tanda-tanda alam di sekitarnya. Subahu dan Vasunandhar memperhatikan cara Ashoka menganalisa lingukungan. Ashoka berkata, “arah Selatan disana”, sambil menunjuk arah depan mereka, “dan aku yakin bahwa dari sini, markas musuh kita pasti tidak jauh. Pertama-tama kita harus kesana. Ayo”. Tiga sekawan itu kemudian berlari menuju arah yang mereka perkirakan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :