Ashoka #135  14 episode

Di kemahnya, permaisuri Niharika yang juga ibunya Ahankara, sedang merawt putrnya yang msih bayi. Ia mencelupkan daun ke sebuah botol yang disodorkan salah satu pelayan. Niharika kemudian membawa daun itu ke mulut putranya. Sang putra yang masih bayi menelan cairan yang dioleskan ke mulutnya. Niharika tersenyum melihat daun yang dipegangnya yang berfungsi sebagai sendok, “Acharya Chanakya sudah mencari obat penawarnya, racun disembuhkan dengan racun”. Rupanya dia mengadopsi perawatan untuk anaknya sama seperti yang dulu dipakai Chanakya pada Chandragupta, memberikan minuman racun dalam dosis tertentu agar tubuh kebal.

Di Pataliputra, Bindusara mengadakan pertemuan di ruang aula besar, “dengan membunuh kurir, Niharika telah menyatakan dengan jelas, bahwa dia bukan hanya ingin pertempuran, tapi untuk mengambil kita, dia akan melanggar semua peraturan yang seharusnya ditegakkan”. Khorasan menunjukkan ketidaksabarannya, “lalu tunggu apalagi Yang Mulia”. Chanakya mengernyitkan wajah melihat Khorasan sangat bernafsu untuk berperang. Ashoka berfikir, menarik nafas berat.

Helena di tempat duduknya membathin, ‘tidak, kalau perang terjadi, semua rencanaku akan gagal’. Ia pun bersuara seakan membela kepentingan bangsa, padahal kepentingan pribadi, “pertumpahan darah ini tidak baik bagi Magadh. Pasti da pilihan lain untuk menempuh jalan damai”. Bindusara jadi menundukkan pandangan mendengar usulan ibu tiri yang sangat dipercayainya itu. Chanakya meringis, walau belum tau akal bulus Helena, setidaknya ia sependapat agar tidak berperang. Sushima menggertakkan geraham.

Ashoka #135  16 episode

Ashoka yang cemas, menatap Bindusara, “boleh aku yang bicara dengan permaisuri Niharika?”. Bindusara tertegun menatap Ashoka. Chanakya menunjukkan wajah lega. Helena mengernyitkan wajah dengan mulut sedikit ternganga menatap Ashoka. Nicator dan Khorasan juga terkejut dengan sikap Ashoka yang diluar dugaan mereka. Calata menunjukkan wajah cemas.

Sushima justru tersenyum meremehkan mendengar usulan Ashoka, “kau bilang apa? Kau ingin pergi?! Ini bukan permainan anak-anak Ashoka”. Ashoka menatap Sushima yang iri dengan keberanian yang ditunjukkannya. Chanakya langsung bersuara membela murid yang sangat dipercayainya itu, “aku yakin pada keberanian Ashoka! Tapi aku tidak bisa membahayakannya”. Sushima menelan ludah Chanakya membela Ashoka. Ashoka menarik nafas mendengar kecemasan Chanakya atas keselamatannya. Bindusara juga berpendapat sama, “yang kau katakan benar Acharya, aku pun tidak ingin Ashoka mendapat masalah”. Ashoka semakin tak berdaya dengan kecemasan Bindusara terhadap keselamatannya. Chanakya lega.

Calata ingin agar Sushima mendapat perhatian, “aku rasa pangeran Sushima benar, ini bukan permainan anak-anak”. Ashoka menatap Calata dengan tatap mengerti kalau pejabat satu ini memihak Sushima. Sushima menunjukkan senyum begitu mendengar dukungan Calata.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :