Ashoka #135  06 episode

Di lorong bawah tanah yang aman, Akramak mengantarkan permaisuri Charumitra, Suhima, serta pelayan ke tempat berkumpul permaisuri lain bersama anggota keluarga dan pelayan masing-masing. Akramak kemudian bertanya pada prajurit yang berjaga di lorong, diluar ruangan para permaisuri, dan tempat berkumpulnya keluarga bangsawan lain, “oya, tidak ada yang tertinggalkan”. Si prajurit memberitau, “hanya ibu suri Helena, dia ingin tetap bersama Yang Mulia. Selain dia, semua anggota kerajaan beserta pelayan mereka sudah berada disini”.

Salah satu Acharya memberikan pendapat pada Acharya Akramak, “pertempuran ini terjadi atau tidak, kita tidak bisa percaya pada orang Ujjayani”. Charumitra yang ikut mendengar pembicaraan itu berwajah tegang, begitu juga dengan Dharma. Sushima menunjukkan wajah berfikir. Siyamak yang duduk disebelah Noor berkata, “aku takut bu”. Noor memegang pundak putranya, “jangan khawatir Siyamak, semuanya akan membaik”.

Akramak berpesan pada prajurit yang berjaga, “ingat, jangan ada yang masuk tanpa sepengetahuanku dan tanpa ijinku!”. Pimpinan prajurit yang diberi tanggungjawab mengerti, “baik”. Akramak kemudian menjulurkan kepala melihat situasi.

Permisuri Subrasi bertanya pada Sushima yang baru bergabung di ruangan, “apa keputusan Yang Mulia”. Sushima menjawab, “untuk mengalirkan darah orang Ujjayani, maka pasukan kita akan bertempur atau tidak”. Semua jadi cemas. Akramak yang mendengarkan hal itu menenangkan, “Yang Mulia masih mempertimbangkan sampai saat ini, kalau ada kabar akan kuberi tau lebih lanjut”, sambil membalikkan badan.

Charumitra bersuara, “kenapa kami harus berada disini”. Akramak kemlai membalikkan badan, menjelaskan, “karena tempat ini aman dan Yang Mulia ingin kalian semua ditempatkan disini. Kalua perang terjadi tidak membuang waktu untuk menyelamatkan kalian, tugasku yang utama adalah untuk menyelamatkan anggota kerajaan”. Charumitra tetap menatap dengan wajah angkuhnya. Noor menenangkan dirinya sendiri yang telah membuat siasat bersama Helena. Akramak kemudian meninggalkan tempat itu.

Ashoka #135  08 episode

Permaisuri Subrasi terlihat sangat cemas, “apa yang akan terjadi disini, ada banyak rakyat yang akan kehilangan anggota keluarga”. Charumitra merespon, “entah apa yang akan terjadi”. Mata permaisuri Subrasi melihat ada seorang pria yang sedang bersila dan bersemedi di luar ruangan, dibagian lorong. Permaisuri Subrasi langsung berdiri, “dia itu ampuh sebagai seorang peramal”. Noor agak keberatan, “aku tidak percaya pada ramalan”. Charumitra memperhatikan dengan wajah mengernyit dan menghindarkan pandangan juga. Dharma juga mendengar dengan wajah tegang.

Permaisuri Subrasi membujuk Noor, “dia selama ini ramalannya selalu saja benar. Ayo ikut denganku. Ayo”. Noor menelan ludah, menahan rasa cemas, tak punya alasan untuk mengelak. Ketiga permaisuri itu ke lorong menemui si peramal dengan putra masing-masing. Masing-masing anak berdiri disamping ibu mereka. Dharma sebagai pelayan utama permaisuri Subrasi, juga ikut mendekat.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :