Ashoka: Helena Melihat Sosok Justin Dalam Diri Siyamak, Memohon Akan Menghukum Sendiri Pengkhianat. Bindusara Memaafkan, Bukan Mengampuni


Ashoka #128 epidoe 117 12

Ashoka yang mendengarkan pembicaraan di dalam ruangan, dengan berdiri merapat di pintu luar terbelalak mendengar permohonan aneh ibu suri Helena. Helena dengan menangis terus meyakinkan Bindusara, “biarlah aku sendiri yang akan menghabisinya! Aku ingin menghukum dia dengan tanganku, supaya dunia bisa tau bahwa walaupun *tatap Chanakya*, aku adalah ibunya Justin, tapi sebelum itu aku adalah ibu suri!”. Bindusara meringis mendengar keteguhan sikap yang ditunjukkan Helena, Ashoka yang merapat di dinding juga meringis.

Helena terus bicara meyakinkan seakan dia memang tidak tau menau dengan siasat yang dilakukan Justin dan dia juga bisa adil seperti Bindusara, “aku adalah istri Yang Mulia Chandragupta Maurya. Dan ini, ini adalah tanah airku! Jika siapapun ada yang mengkhianatinya, maka aku tidak akan pernah memaafkannya”. Bindusara tersentuh, Chanakya menatap Helena dengan sudut bibit terangkat, si ibu suri bersandiwara lagi di depan Bindusara. Ashoka yang menguping menarik nafas sesak.

Helena menunjukkan wajah sangat terluka di hadapan Bindusara, “walaupun sesungguhnya dia adalah putra tunggalku”, sambil menahan tangis agar tak meraung. Bindusara tak tega melihat ibu tirinya itu, ia berdiri dari kursi kebesarannya. Wajah Helena berubah biasa lagi melihat Bindusara sudah terpengaruh oleh sandiwaranya. Ashoka yang menguping jadi lemas, ia melangkah menjauh dari ruangan tersebut. Chanakya hanya bisa berdiri menatap Bindusara yang emosinya sudah terpengaruh taktik Helena.

Bindusara bicara dengan rasa bersalah, “ibu, aku benar-benar minta ma’af untuk situasi yang sudah terjadi sekarang, aku juga curiga pada ibu. Di hari ini ibu sudah membuktikan, ibu bukan hanya ibu, tapi seorang Dewi”. Helena tertunduk sedih. Chanakya memperhatikan ekspresinya itu. Bindusara menatap kesemua yang hadir, padahal pejabat penting yang ada disitu hanya Chanakya, yang lainnya prajurit penjaga dan pelayan. Bindusara berkata tegas, “tidak ada yang mencintai Magadh melebihi ibuku ini! Bukan hanya di Magadh, ibu adalah inspirasi bagi semua ibu yang ada di dunia”. Helena menatap Bindusara dengan tatap terharu bangga memiliki Bindusara, Chanakya menarik nafas menyaksikan ibu suri yang penuh kelicikan itu, mata Chanakya meredup sedih.

Ashoka #128 epidoe 117 15

Ashoka melangkah di salah satu lorong sambil bergumam sendiri, “aku sudah belajar bahwa ibu yang melahirkan akan selalu melindungi anaknya, dia juga rela menderita agar dia bisa memberikan kebahagiaan kepada seluruh anak-anaknya”. Ashoka terbayang ucapan ibu suri Helena sebelumnya, ‘aku ingin yang aku lahirkan jangan mati ditangan orang lian, tapi ditanganku!’.

Ashoka jadi meringis tak mengerti, “kenapa ibu suri bisa melakukan itu? Anak yang dia lahirkan sendiri dari rahimnya akan dia habisi?”. Ashoka terbayang lagi ekspresi dan ucapan ibu suri Helena sebelumnya, ‘aku sendiri ingin menghabisinya’. Ashoka yang sedang melangkah, sampai menghentikan langkah dan menelan ludah membayangkan itu, “aku tidak merasa bahwa keadaan Yang Mulia saat ini akan cocok untuk bisa mendengarkan permohonanku. Bagi Yang Mulia Ahankara itu adalah putri seorang pengkhianat, jika saat ini aku mengajukan permohonan ini, bisa saja keamanan bagi Ahankara lebih diperketat lagi. Tapi bagaimana aku membiarkan Ahankara diperlakukan tidak adil?! Bagaimanapun juga aku harus bisa mempertemukan Ahankara dengan ibunya”. Wajah Ashoka menunjukkan sebuah tekad.

Ashoka #128 epidoe 117 16

Malam sudah semakin larut. Prajurit penjaga di depan sel Justin masih berjaga dengan siaga, mereka langsung menunduk hormat melihat siapa yang datang berkunjung, kemudian dengan cepat membukakan gembok yang terkunci. Justin yang sedang rebahan di dipan, melihat ke arah pintu selnya dengan terkejut, ia kemudian duduk. Penjaga sudah membukakan pintu, Justin duduk dengan sikap menunggu kemudian bangkit dengan sikap agak sedikit ragu.

Selanjutnya, Justin dan Bindusara sudah berdiri berhadapan di dalam sel, mereka saling tatap kedalam mata masing-masing. Bindusara menatap tajam mata Justin. Justin akhirnya menundukkan pandangannya. Bindusara bersuara, “aku tidak membencimu, tapi memang aku terluka. Aku tidak mengerti siapa yang salah, kau yang tidak memahami aku, atau aku yang tidak memahamimu. Apa kau tau, kau bukanlah sainganku sama sekali, tapi, kau adalah inspirasiku. Ketika aku melihatmu menunggang kuda, aku berfikir kira-kira kapan aku bisa sepertimu, kapan aku bisa menggunakan pedang sepertimu”. Justin berdiri bersikap mendengarkan.

Bindusara terus menatap Justin, “ketika aku tenggelam, kau, *menahan sedih*, yang mengajarkan aku untuk berenang. Selama ini kita sudah bermain bersama-sama, aku belajar darimu begitu banyak, bahkan aku belajar bagaimana caranya untuk menang. Bagiku kau ini sudah setara dengan ayah dan aku bangga punya saudara sepertimu, lalu kapan semua ini bisa berubah? Apa kau ingat, bahwa kita sering makan dalam satu piring, jika ada sayur aku sukai, kau suka memberi bagianmu padaku”.

Ashoka #128 epidoe 117 18

Justin yang berdiri dihadapan Bindusara dengan menundukkan pandangannya terbayang masa kecil mereka berdua, saat itu dia sedang menghadapi nampan makanannya dengan duduk dipinggir ranjang. Bindusara kecil berdiri disebelahnya. Ia dengan penuh kasih sayang menuangkan sayur yang dia miliki ke sebuah mangkok kemudian menyerahkannya pada Bindusara sambil mengusap kepala adik tirinya itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Ashoka: Helena Melihat Sosok Justin Dalam Diri Siyamak, Memohon Akan Menghukum Sendiri Pengkhianat. Bindusara Memaafkan, Bukan Mengampuni

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.