Ashoka: Helena Melihat Sosok Justin Dalam Diri Siyamak, Memohon Akan Menghukum Sendiri Pengkhianat. Bindusara Memaafkan, Bukan Mengampuni


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, ketika ditanya Bindusara tentang keterlibatan Helena pada Chanakya, Chanakya tak menampik kemungkinan itu, tapi dia tidak punya bukti. Sementara itu, Helena menangisi Justin seorang diri. Helena ingat kelahiran Justin & ramalan masa depannya, mengetahui kebenaran Siyamak, ingin menyelamatkan putranya dari hukuman mati. Walau dicegah Nicator, Helena tetap bertekad mau memohon pada Bindusara untuk memberi keringanan hukuman pada Justin dan memberitau kebenaran. Disisi lain, Noor juga memberitau Khorasan kalau Siyamak adalah putranya Justin.

Ashoka #128 epidoe 117 00

Sinopsis serial Ashoka #128, Siyamak sedang melatih ketangkasan pedangnya seorang diri di tempat latihan, ia berdiri sambil menatap pedangnya dan bergumam, “demi kebaikan, demi kehormatan leluhurku dan umurku yang sangat panjang yang darahnya mengalir dalam diriku, aku bangga pada semua itu”.

Siyamak mengayunkan pedang di tangannya sambil berteriak kencang, “aku bangga pada semua itu! Aku bangga pada semua itu! Aku bangga pada semua itu! Aku bangga pada semua itu!”. Siyamak seakan mengarahkan pedang ditangannya pada musuh di depannya, “demi kebaikan, demi kehormatan leluhurku yang sangat agung, yang darahnya mengalir dalam diriku, aku bangga pada semua itu!”.

Ashoka #128 epidoe 117 02

Ibu suri Helena yang sedang bergegas di lorong mau menuju ruangan Bindusara, menghentikan langkahnya mendengar ucapan Siyamak. Diam-diam dia memperhatikan Siyamak yang sedang berlatih ketangkasan pedang itu, ia yang baru diberitau Justin sebelumnya, ternyata Siyamak adalah putra Justin, itu berarti cucunya.

Helena berdiri menahan tangis, ia terbayang saat Justin seusia Siyamak, dan sedang diberi tau olehnya kata-kata yang sekarang diucapkan Siyamak dengan penuh semangat itu. Saat itu, sambil duduk di pinggir tempat tidur, ia memberitau Justin muda, “demi kebaikan”. Justin mengulang ucapannya, “demi kenaikan”. Ia kemudian meneruskan, “demi kehormatan leluhurku yang sangat agung!”. Justin kecil juga mengulang ucapannya dengan penuh semangat, “demi kehormatan leluhurku yang sangat agung”, persis gaya yang dia tunjukkan.

Helena menambahkan, “yang darahnya mengalir dalam diriku, aku bangga pada semua itu!”. Justin kecil mengikutinya, “yang darahnya mengalir dalam diriku, aku bangga pada semua itu!”. Helena kemudian memegang kedua pipi Justin dengan telapak tangannya dan penuh sayang mencium jidat putranya itu.

Ibu suri Helena jadi terisak melihat Siyamak saat ini, yang mengucapkan apa yang diajarkannya dulu pada Justin. Siyamak yang menyadari keberadaan ibu suri Helena mendekatinya dan memperhatikannya sambil menangis menghentikan ayunan pedangnya, ia berdiri menatap ibu suri yang sedang dirundung duka itu. Siyamak melepaskan pedang ditangannya hingga terjatuh di lantai.

Ashoka #128 epidoe 117 04

Helena berlutut dan memeluk Siyamak, ia semakin terisak. Siyamak merenggangkan pelukan Helena, melangkah mundur, kemudian menatap ibu suri yang tak biasanya menangis dan memeluknya. Awalnya Siyamak tertegun, Helena jadi mengernyitkan wajahnya, tapi kemudian Siyamak tersenyum. Helena yang sekarang melihat sosok Siyamak dengan menggunakan hatinya melihat kemiripan senyum Siyamak dengan senyum Justin waktu dulu seusia itu.

Helena tersenyum haru menatap Siyamak. Siyamak menghapus air mata di pipi Helena, kemudian berkata menenangkan, “jangan takut, setelah kejadian di istana lak, aku juga merasa ketakutan. Aku gemetar memikirkan orang yang kuanggap sebagai guruku sendiri, dia melakukan hal seperti itu. *Helena yang mendengar jadi tercenung tak berdaya*, tapi hatiku mengatakan dia tidak bersalah. Karena yang selalu melindungiku, karena yang mengajariku bela diri mana mungkin akan tega mencelakai aku”.

Helena jadi menangis lagi mendengar keyakinan Siyamak terhadap sosok Justin. Siyamak menghapus air mata yang mengalir dipipi Helena dengan jari-jari tangannya, “jangan khawatir, jangan anggap kau seorang diri, aku akan selalu bersamamu, aku akan memperhatikanmu”. Helena menatap Siyamak dengan mata berkaca. Siyamak kemudian memeluk Helena yang berlutut, dengan tubuh mungilnya, ikut merasakan kesedihan yang dialami ibu suri. Helena semakin menahan tangis.

Ashoka #128 epidoe 117 07

Dharma sedang melipat pakaian di kamarnya ketika Ashoka muncul dipintu ruangan, tertegun menatapnya, kemudian bergegas memeluknya. Dharma tau anaknya sedang gelisah, “Ashoka”, sambil mengusap kepala putranya itu. Ashoka semakin membenamkan kepalanya di pelukan sang ibu. Dharma melonggarkan pelukannya, memegang wajah Ashoka dalam kedua telapak tangannya, “ada apa putraku”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Helena Melihat Sosok Justin Dalam Diri Siyamak, Memohon Akan Menghukum Sendiri Pengkhianat. Bindusara Memaafkan, Bukan Mengampuni

  1. Ping-balik: Ashoka: Chanakya Mencemaskan Kedamaian Magadh. Justin, Dikunjungi Siyamak, Dilukis & Menyampaikan Permintaan Terakhir. | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s