Helena menjawab Nicator, “kau jangan khawatir, jika aku bisa menyelamatkan putraku, aku juga bisa menyelamatkan ayahku, dengan mengakui semua kesalahanku!”, sambil beranjak. Nicator kembali dengan sigap menahan langkah Helena dengan memegang lengannya, “kau pikir apa, kau pikir apa Helena! Bindusara akan menerima hal ini?! Sejak kejadian di istana lak itu dia selalu mengawasi kita! Dan Bindusara hanya curiga pada kita! Tapi dengan kebenaran yang kau beritau nanti, dia akan yakin sepenuhnya, dan bukan hanya Bindusara, ada Chanakya juga! Ada seluruh rakyat Magadh! Apa mereka akan membiarkan kita hidup? Hah! Akan membiarkan kita hidup! Dan jika kau berfikir dengan bicara jujur pada Bindusara maka akan membebaskan Justin? Lupakan itu! Justru kita bertiga yang akan mati!”.

Helena sempat berfikir, kemudian menjawab, “memang bukan aku yang melahirikan Bindusara, tapi aku yang mengasuh dia, dan aku tau benar, jika aku minta sesuatu kepadanya, maka dia tidak akan menolak”. Nicator terus mengancam putrinya itu, “kau tidak akan melakukan itu, mengerti! Ini adalah perintahku!”.

Helena menatap marah ayahnya, “dulu kau yang kalah! Dan aku yang telah melunasi semuanya, aku tidak akan membiarkan Justin melunasi perbuatanku, itu tidak akan kulakukan!”. Helena bergegas melangkah meninggalkan Nicator. Nicator yang sempat berfikir sebelumnya berteriak memanggil, “Helena!”. Nicator berdiri dengan wajah lemas, “sekarang semuanya akan berakhir, semuanya”.

Ashoka # 127 episode 116 26

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Helena menempelkan pedang yang dipegangnya di leher Justin dari belakang. Justin melirik ke lehernya dengan tenang. Helena bicara dengan wajah dingin, “Yang Mulia, aku yang akan memberi hukuman mati pada Justin”. Bindusara menahan geram. Nicator terkejut, Chanakya mengernyitkan wajahnya, Noor menatap dengan menahan perasaan. Ashoka terkejut. Helena menunjukkan wajah pias menahan marah.