Serial Ashoka

Ashoka: Helena Ingat Kelahiran Justin & Ramalan Masadepannya, Mengetahui Kebenaran Siyamak, Ingin Menyelamatkan Putranya Dari Hukuman


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Raajaajiraaj tidak jadi bicara jujur tentang perancang siasat pada Yang Mulia Bindusara karena putrinya Ahankara dijadikan sandra oleh Nicator mengancam Raajaajiraaj hingga tak jadi mengungkap kebenaran, Noor menyamar untuk menemui Justin, Dharma dihina Charumitra, Sushima bersiasat dengan Maha Amartya Calata untuk memenangkan kepercayaan Bindusara agar ditetapkan sebagai penerus.

Ashoka # 127 episode 116 00

Sinopsis serial Ashoka #127, Helena menangis di kamarnya dengan duduk di ujung ranjang, tiba-tiba ia terdiam, terbayang saat dulu dia juga menangis saat proses persalinan Justin. Tabib perempuan yang membantu proses melahirkan menenangkannya, “cukup, cukup, sudah, sudah, tarik nafas, tarik nafas, permaisuri Helena tarik nafas terus, tenanglah, tenang”, sambil memegang tangan dan menekan dadanya.

Saat itu Helena melahirkan di kamarnya, di tempat tidur yng ditutup tirai kain putih yang dipegang oleh para pelayan. Semenatar di sudut ruangan, seorang peramal perempuan yang buta duduk di depan dupa dengan mulut komat kamit. Helena kembali mengedan dengan suara kepayahan, “huaaaaaaaooowww”. Si tabib dengan sabar membantunya, “tenang, tenang permaisuri Helena”, sambil mengusap keringat di wajahnya.

Ashoka # 127 episode 116 02

Di luar tirai kai putih, peramal wanita yag buta bersuara, “nyawanya akan hilang demi menyelamatkan ibunya”. Helena yang sedang mengedan, terpana, si tabib penolong proses melahirkan terus melap keringat di wajahnya, “tenanglah, tenang permaisuri Helena”. Helena bersuara, “kalau aku kehilangan nyawa, biarkan saja, tapi jangan sampai terjadi sesuatu pada anakku. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya!”. Tabib yang membantunya mengangguk-angguk, “tenanglah”, sambil mengusap keringat dan mengarahkannya untuk menarik nafas dengan benar.

Helena mengedan dengan sekuat tenaga, di balik tirai pembatas, peramal terus komat kamit. Tabib yang menolong proses melahirkan memegang erat tangan Helena yang sebelah kanan, sedang tangan kiri Helena memegang seprai tempat tidur dengan kuat sebagai pegangannya mengedan. Wajah Helena kemudian lega, tabib tersenyum.

Setelah semua proses melahirkan selesai, Helena sudah bisa duduk di ujung tempat tidur, ia meraup uang koin di nampan yang sudah disediakan, dibagikan pada tabib yang membantu proses bersalinnya. Tabib menerimanya dengan wajah sumringah, “aku ucapkan selamat permaisuri Helena, anda mendapatkan keberuntungan menjadi ibu putra sulung Yang Mulia”. Helena tersenyum senang, kemudian menoleh ke putranya yang sedang di gendong pelayan.

Si tabib menambahkan ucapannya, “tanpa terasa, pangeran akan menjadi pewaris tahta Yang Mulia Chandragupta Maurya dan anda menjadi ibu suri”. Senyum Helena semakin lebar mendengar ucapan bernada harapan baik dari si tabib. Ia kembali meraup koin emas dari nampan dengan dua tangannya dan menambahkan ke kain penampung si tabib. Si tabib membungkuk hormat sebelum pergi. Kemudian pelayan yang memegang kain berurutan maju kehadapan Helena untuk menerima hadiah koin sebagai ucapan terima kasih. Wajah Helena muda tak hentinya tersenyum sampai pelayan terakhir mendapatkan segenggam koinnya.

Ashoka # 127 episode 116 05

Helena muda tersenyum menatap justin kecil yang dalam gendongan pelayan pribadinya. Senyum di wajah Helena berubah sinis saat menatap peramal perempuan buta yang masih bersila di depan dupa dengan mulut komat kamit di dalam ruangannya. Helana kemudian mengambil pencepit kayu di ujung nampan berisi koin, mengambil sebuah koin emas dengan penjepit itu dan memanaskan koin tersebut diatas api lilin sampai berwarna merah.

Helena muda kemudian berdiri, melangkah pelan ke hadapan peramal perempuan buta sambil membawa jepitan berisi koin panas, ia berkata dengan dingin pada si peramal, “ini hadiah untukmu”. Si peramal menyodorkan tangan kanannya, Helena menaroh koin yang sudah dibakarnya dan masih dalam keadaan panas ke telapak tangan si peramal yang langsung menepiskan koin tersebut sambil menahan panas, “aaaauuuuaa!”. Si peramal mengatupkan telapak tangannya yang kepanasan dan mengulang ramalannya lagi, “Nyawanya akan hilang demi menyelamatkan ibunya! Terimalah kebenaran itu! Ingat itu! Masa depan memberimu kekuatan untuk menahan derita!”.

Ibu suri Helena sudah berdiri sambil menatap koin yang dulu sudah dibakarnya sampai berubah warna menjadi merah dan si peramal tak menerimanya malah mengulang ramalannya yang tak bai itu. Helena menggenggam koin merah itu kuat-kuat ditangannya. Matanya melotot berfikir, sepertinya saat ini ramalan si wanita buta itu akan terbukti. Helena menghapus sisa air mata di pipi kiri dan kanan dengan punggung tangan kirinya. Wajahnya mengeras, ia kemudian bergegas keluar kamar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Helena Ingat Kelahiran Justin & Ramalan Masadepannya, Mengetahui Kebenaran Siyamak, Ingin Menyelamatkan Putranya Dari Hukuman”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.