Ashoka: Nicator Mengancam Raajaajiraaj Hingga Tak Jadi Mengungkap Kebenaran, Noor Menyamar Untuk Menemui Justin, Dharma Dihina Charumitra, Sushima Bersiasat


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka berhasil menenangkan kegelisahan Yang Mulia Bindusara akibat pengkhianatan Justin. Raajaajiraj berniat mengungkap kebenaran pada Bindusara tentang ibu suri Helena dan Seleucus Nicator, saat berjalan di lorong dengan dikawal sepasukan prajurit, tiba-tiba dihadapannya muncul Nicator bersama Ahankara, putrinya. Langkah Raajaajiraaj terhenti dan terpana.

Ashokka #126 episode 115 00

Sinopsis serial Ashoka #126, Nicator sambil merangkul Ahankara yang ketakutan, bicara pada Raajaajiraaj, “aku tau kau sangat mencemaskan Ahankara Raajaajiraaj! Tapi perbuatan sang ayah jangan sampai ditanggung oleh putrinya. Aku akan menjaga dia dengan sangat baik, aku janji padamu, jika terjadi sesuatu padaku, aku punya orang setia yang akan menjalankan apapun yang akan ku perintahkan padanya”.

Ashokka #126 episode 115 01

Raajaajiraaj bicara pada Ahankara begitu mendengar ucapan berisi ancaman dari Nicator, “Anakku, kau percayalah pada ayahmu ini, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu”. Ahankara meringis menatap ayahnya dengan bahu yang dicengkram dengan kuat oleh Nicator yang tersenyum menatap Raajaajiraaj. Raajaajiraaj kemudian meneruskan langkah menuju ruangan dimana Bindusara sudah menunggunya. Nicator menatap Raajaajiraaj yang meneruskan langkah sambil terus merangkul pundak Ahankara.

Di ruang pertemuan kecil, Bindusara sudah duduk di kursi kebesaraannya, sementara Ashoka sebagai pengawal pribadi berdiri tak jauh dari tempat duduk sang raja. Raajaajiraaj memasuki ruangan. Ashoka menatap tajam ke arah langkah pengkhianat negara itu. Raajaajiraaj melangkah, mengangkat kakinya yang terpasang rantai lebih dekat ke hadapan Bindusara dengan wajah tertunduk. Bindusara dan Ashoka memperhatikan perubahan ekspresi Raajaajiraaj yang terlihat gundah.

Ashokka #126 episode 115 04

Raajaajiraaj menjatuhkan lututnya ke lantai, berlutut dihadapan Yang Mulia Bindusara yang langsung bicara, “katakan apa yang ingin kau sampaikan”. Raajaajiraaj menengadah menatap Bindusara dengan wajah mengernyit sedih seperti tak berdaya. Bindusara dan Ashoka menatap dengan tatap yang sama, menunggu kecemasan apa yang jadi pemikiran pengkhianat itu. Di luar, dibalik tiang, Nicator diam-diam berdiri memperhatikan apa yang akan disampaikan rekan siasatnya yang sudah ketahuan itu.

Raajaajiraaj bersuara, “yang akan dihukum mati juga punya hak untuk mengutarakan keinginannya yang terakhir, walaupun dia itu seorang pengkhianat”, sambil menundukkan pandangan. Bindusara merespon dengan tenang, “bicaralah”. Raajaajiraaj tertunduk seperti berfikir keras. Ashoka memperhatikan, Nicator menguping di balik tiang dengan wajah tegang.

Raajaajiraaj meneruskan ucapannya, “putriku tidak bersalah Yang Mulia, dia tidak mengetahui tentang siasat ini, untuk itu aku minta ma’af padamu. Lalu bagaimana dengan nasib putriku Yang Mulia”, sambil menautkan jari-jari dari kedu tangannya di depan wajah sambil menangis. Ashoka memperhatikan dengan menahan haru, Nicator dari balik tiang mendengar dan memperhatikan Raajaajiraaj dengan serius.

Bindusara merespon permintaan Raajaajiraaj, “kau sudah menyampaikan keinginan terakhirmu Raajaajiraaj. Tapi sesungguhnya akupun tidak berniat untuk menghukum putrimu. Aku tau dia tidak bersalah! Dan dia akan selalu mendapat perlindunganku nanti”. Raajaajiraaj lega, Ashoka juga lega, Yang Mulia tidak mengambil keputusan yang salah. Bindusara meyakinkan Raajaajiraaj, “bayangan dosa yang kau lakukan tidak akan pernah menodainya Raajaajiraaj, aku tidak akan membiarkan dia mendapat musibah. Diapun akan tinggal di istana ini bersama dengan keluargaku. Ini akan menjadi pesan yang keras bagi siapapun, yang memiliki mimpi besar untuk bisa merampas singgasana dariku”.

Ashokka #126 episode 115 03

Raajaajiraaj semakin meringis mendengar kebaikan dan ketegasan Bindusara dalam memperlakukan orang yang bersalah dan tidak. Nicator diam-diam terus memperhatikan dari balik tiang diluar ruangan. Bindusara terus bicara, “Ahankara dengan kehormatan akan menjalani hidupnya disini dan aku menerima tanggung jawab untuk mengasuhnya. Apa itu cukup untukmu?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan