Ashoka: Justin Memikul Kesalahan Helena, Akan Mendapat Hukuman Mati. Chanakya Bebas Dari Tuduhan Pengkhianat


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Helena yang kalut karena takut Chanakya akan berhasil membongkar siasat mereka pada Bindusara, berencana untuk melenyapkan Chanakya dengan menggunakan sengatan kalajengking beracun. Tapi ia tidak tau kalau tubuh Chanakya sudah kebal terhadap racun, sehingga gigitan kalajengking becun hanya membuat Chanakya tertidur. Chanakya selamat dari pembunuhan berencana Helena, Justin mengakui sebagai pembuat siasat, ketika dipersidangan Chanakya dengan bantuan Ashoka berhasil menghadirkan Varahmir yang pembuat terowongan sebagai saksi, sehingga tuduhan pada Chanakya tidak terbukti. Tapi sebelum sempat menyebutkan nama pengkhianat satu persatu, Justin membunuh Varahmir dengan pedangnya.

Ashoka #124 episode 113 02

Sinopsis serial Ashoka #124 (episode 113), Helena menanggapi pengakuan putranya itu, “Justin, kau tidak bisa melakukan ini!”. Justin tetap bersikeras dan menunjukkan kalau memang benar-benar dia yang membuat siasat, “aku sudah melakukannya Mitira dan ini adalah kenyataan”.

Helena hanya bisa terpana, permaisuri Noor menatap Justin dengan mata berkaca. Charumitra dan Subrasi terbelalak tak percaya, begitu juga dengan Bindusara. Nicator menunjukkan seakan dia tidak tau perbuatan cucunya. Chanakya memperhatikan Justin yang mengambil alhir tanggung jawab Helena.

Helena mencoba membantah keterlibatan Justin, “Tidak! Tidak! Ini tidak benar! Aku tau kau tidak bersalah Justin. Kenapa kau memikul kesalahan ini?!”. Justin menjawab dengan penuh keyakinan, “Kau tau Mitira, kau tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi biarkan mereka tau!”, sambil melihat kesemua yang hadir.

Ashoka #124 episode 113 03

Chanakya, Ashoka, Radhagupt, menatap Justin dengan tatap menunggu. Khorasan semakin mengernyitkan wajah. Akramak menatap Justin dengan sikap waspada. Calata matanya masih terbelalak dengan bola mata bergerak cepat. Para Acharya juga menatap pangeran Justin dengan tatap diluar dugaan pengkhianat itu ternyata saudara tiri Bindusara sendiri.

Justin kemudian menatap Bindusara, “Biar saudaraku tau bahwa akulah api rumah yang dia maksudkan itu! Akulah api rumah ini! Ya, Bindusara aku!”. Helena menahan tangis melihat Justin yang mengakui semua kesalahan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Noor juga menahan tangis menatap Justin. Charumitra menunjukkan wajah datar, saingan anaknya berkurang satu. Subrasi mengernyitkan wajah sambil menggeleng melihat Justin yang terus bicara meyakinkan dialah perencana siasat itu, “karena itulah aku menerima lamaran itu dan atas bantuanku, lak yang begitu banyak dibawa masuk kesini!”.

Bindusara menatap Justin dengan tatap dingin. Chanakya menunggu apalagi yang akan diucapkan Justin, begitu juga dengan Ashoka. Justin terus bicara seperti meluapkan amarah terpendam, “seluruh keturunan Maurya! Kau! Istri-istrimu dan putra-putramu! Juga semua pendukungmu! Aku ingin melihat mereka semua hangus terbakar!”. Bindusara menatap Justin sambil menahan geram, tapi tetap tenang, begitu juga dengan Ashoka. Noor mengernyitkan wajahnya, Helena hanya bisa menatap putra tunggalnya itu. Nicator juga berdiri menatap Justin seolah dia baru tau kenyataan yang sebenarnya dari cucunya itu.

Bindusara merespon ucapan Justin dengan tenang, “kenapa kau sangat marah, kenapa kau sangat membenciku, padahal selama ini selalu mengasihi dan menghormatimu”, sambil mengangkat tangannya. Justin juga mengangkat tangannya, “Aku tidak butuh kasih sayang dan penghormatanmu! Kau selalu memberiku sedekah! Hanya sedekah saja Bindusara! Jika kau mau menghormatiku, mestinya kau beri aku keadilan!”.

Bindusara tercenung melihat kemarahan yang ditunjukkan Justin. Ashoka menarik nafas dalam. Nicator hanya bersikap mendengar sambil melirik Helena yang menahan diri agar situasi tidak semakin menyudutkan mereka. Mata Noor berkaca-kaca menatap Justin yang masih bicara pada Bindusara, “tapi tidak, kapan Magadh pernah adil pada kaum Yunani! Kami selalu dianggap orang asing! Padahal kalian tau ibuku Mitira! Dinikahi oleh, Yang Mulia Chandragupta tanpa keinginannya!”. Helena berkaca-kaca menatap Justin. Bindusara berdiri tercenung, Chanakya memperhatikan ekspresi semua orang dengan matanya. Nicator masih menunjukkan sikap mendengar. Ashoka menundukkan pandangan. Noor semakin berkaca-kaca. Charumitra dan Subrasi menatap Justin sambil menahan nafas.

Ashoka #124 episode 113 05

Justin terus mengungkapkan uneg-uneg terpendam Helena, “kehormatan yang seharusnya dia dapatkan tidak dia dapatkan. Dan aku, aku kakakmu. Aku kakakmu! Tapi kenapa aku tidak mendapatkan singgasana ini”.

Helena menahan nafas melirik Bindusara. Noor juga melakukan hal yang sama. Bindusara meringis menatap Justin. Chanakya memperhatikan. Ashoka menatap Bindusara dengan tatap sedih melihat raja yang seharusnya dihormati karena keadilan yang dimilikinya malah dihujat saudaranya. Nicator masih terus dengan sikap pura-pura tak taunya. Charumitra dan Subrasi semakin terkejut dengan pokok persoalan yang ternyata seputaran tahta.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s