Ashoka: Chanakya Selamat Dari Pembunuhan Berencana Helena, Justin Mengakui Sebagai Pembuat Siasat


Serial Ashoka episode sebelunya, Helena, Justin dan Nicator yang sedang berdiskusi tentang kegelisahan mereka, karena Chanakya tetap tenang menerima tuduhan yang di arahkan kepadanya. Ada yang melemparkan panah berisi pesan kedalam ruangan mereka berbicara, Helena mengangguk ke Justin. Justin menganbil kertas yang ada dipanah tersebut dan membacanya, “Vrahmir kabur”. Helena geram bercampur lemas dan teriak, “tidak!!”. Nicator juga ikut berkomentar, “ini tidak baik, tidak baik!”.

Ashoka #123 episode 112 00

Sinopsis serial Ashoka #123 (episode 112), Dharma yang spontan bersuara membela Chanankya, saat permaisuri Charumitra menyalahkan Chanakya, berusaha menenangkan suasa dengan berkata sambil tetap bersikap sopan, “ma’afkan aku, aku tidak tahan jika mendengar hal yang buruk tentang Acharya. Bagaimana seseorang mencurigai kejujurannya”. Permaisuri Charumitra dan permaisuri Noor menatap Dharma dengan wajah setengah gusar, sedang permaisuri Subrasi menatap Dharma sebagai pelayannya dengan wajah cemas.

Dharma tetap menyampaikan pendapatnya kepada para permaisuri yang sudah menatapnya dengan tatap aneh, “bahkan anak-anak di Magadh pun tau dia sudah menyerahkan seluruh kehidupannya pada Magadh. Saat ini ada pengkhianat yang menuduhnya, apakah kami tidak percaya padanya lagi? Sudah sekian tahun dia melayani Magadh apakah semua itu akan dilupakan?”.

Ashoka #123 episode 112 01

Permaisuri Charumitra tak bisa diam lagi, ia bicara dengan tatap marah pada Dharma, “jangan melanggar batas!”. Noor juga menatap Dharma dengan tatap marah. Permaisuri Subrasi menelan ludah melihat kemarahan Charumitra.

Dharma yang berdiri di sebelah duduknya Subrasi menundukkan pandangannya, tapi masih belum bisa diam, “aku hanya mengatakan hal yang benar. Dan pemikiran ku adalah,,”. Permaisuri Noor langsung memotong ucapan Dharma dengan wajah marah, “pemikiranmu itu sama sekali tidak penting! *Dharma terkesiap*, Kau adalah seorang pelayan! Berarti debu kaki kami para permaisuri, jangan berusaha menyamai kami disini!”.

Yang Mulia Bindusara muncul di pintu ruangan para permaisuri sedang leyeh-leyeh itu, “ucapan salah apa yang disampaikan pelayan ini”, sambil melangkah masuk. Para permaisuri langsung berdiri memberi sikap hormat, Dharma berdiri miring dan menutup sisi wajahnya dengan selendang dan menundukkan pandangannya.

Bindusara bicara pada semua permaisurinya, “selama tuduhan pada Acharya Chanakya masih belum terbukti, maka selama itu pula dia tidak dikatakan bersalah”. Permaisuri Charumitra menelan ludah, menundukkan pandangan. Permasuri Noor juga memilih menundukkan wajahnya yang masih setengah marah. Permaisuri Subrasi yang memang meragukan Acharya tuduhan pada Acharya, mendengarkan ucapan Bindusara dengan wajah prihatin. Dharma dibalik selendangnya juga menahan perasaannya.

Ashoka #123 episode 112 03

Bindusara terus bicara, “karena Acharya lah, Magadh menjadi negeri yang sangat terhormat seperti sekarang. Jadi untuk percaya padanya, untuk selalu menghormati Acharya merupakan kewajiban setiap manusia di Magdh!”. Charumitra masih dengan wajah  tak menyukai Chanakya tapi terpaksa harus menerima. Noor yang memang punya salah langsung dengan ucapannya menahan emosi agar tetap terlihat tenang dihadapan Bindusara. Subrasi mendengar dengan wajah setuju apa yang disampaikan Bindusara, begitu juga dengan Dharma.

Bindusara menatap para permaisurinya dengan tatapan tegas, “aku berharap para permaisuriku disini, mengerti akan hal itu”. Charumitra menelan ludah sambil menundukkan pandangan. Noor juga memilih menundukkan pandagannya. Subrasi melirik ke arah Charumitra dan Noor yang terlalu semangat menyalahkan Chanakya. Dharma memperhatikan ketiga permaisuri itu. Bindusara menunjukkan wajah serius dan tidak main-main tentang masalah Chanakya pada permaisurinya itu, kemudian meninggalkan ruangan itu.

Dharma jadi membathin, ‘karena terbawa perasaan aku mengatakan yang jujur, tapi jangan-jangan hal ini akan membahayakan Ashoka’. Dharma jadi cemas sendiri.

Ashoka #123 episode 112 05

Di ruangan Helena, ada seorang pria yang membawa sebuah wadah berbentuk lingkaran yang tertutup. Saat tutup wadah itu dibuka, terlihat seekor kala jengking di dalamnya. Helena tersenyum melihat kalajengking tersebut. Justin hanya melirik dengan tatap kurang bersemangat. Nicator memperhatikan dengan tatap tak ada pilihan lain. Helena tersenyum pada lelaki yang memegang wadah kala jengking.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Chanakya Selamat Dari Pembunuhan Berencana Helena, Justin Mengakui Sebagai Pembuat Siasat

  1. Ping-balik: Ashoka: Justin Memikul Kesalahan Helena, Akan Mendapat Hukuman Mati. Chanakya Bebas Dari Tuduhan Pengkhianat | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s