Ashoka: Chanakya Dituduh Raajaajiraaj Sebagai Perencana Siasat Dan Pengkhianat!


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, setelah diminumkan air suci oleh Bindusara, ibu tirinya yang pura-pura pingsan, Helena “siuman”, Ashoka membantu Ahankara melihat ayahnya, Raajaajiraaj dihadirkan dipersidangan. Ibu suri Helena yang baru siuman dan diberitau atas penangkapan Raajaajiraj menunjukkan sikap biasa-biasa saja, membuat Chanakya curiga. Sebelumnya, saat di gua, ternyata Justin sudah membuat kesepakatan baru dengan Raajaajiraaj, jika mengikuti permintaannya maka Ahankara akan selamat. Raajaajiraat yang ditanyai di persidangan sempat berfikir saat ditanyai tentang teman-temannya bersiasat.

Ashoka #120 episode 110 00

Sinopsis serial Ashoka #120 (episode 110), Helena yng hadir diruang sidang menunjukkan ‘keberadaan dan posisinya’, ia ikut bersuara, “bicaralah dengan jujur Raajaajiraaj”. Raajaajiraaj mengangkat wajahnya, Bindusara menunggu, Radhagupt memperhatikan dan siap menyimak dengan serius, hampir mengernyitkan wajah, begitu juga ekspresi yang ditunjukkan Khorasan. Akramak juga jadi menunjukkan wajah waspada mendengar ibu suri Helena yang terlihat sangat tenang itu. Calata menunjukkan wajah serius. Justin juga menunjukkan wajah sangat tenang, Nicator menahan senyum sedikit.

Ashoka #120 episode 110 01

Helena semakin menunjukkan rasa tak bersalahnya, “apakah kau diam karena kau menganggap walaupun setelah bicara jujur, kau dan putrimu pasti akan dijatuhi hukuman mati”.

Raajaajiraaj tertunduk, Chanakya memperhatikan ekspresi itu, begitu juga dengan Ashoka. Sushima terlihat tak sabar mendengar pengakuan Raajaajiraaj. Bindusara juga menunggu. Helena terus bicara, “Baiklah, aku ibu suri Helena, dari pihak Yang Mulia, aku yakinkan padamu bahwa kejujuranmu akan menyelamatkan putrimu dari hukuman mati, demi putrimu kau bicaralah yang jujur”.

Raajaajiraaj yang tertunduk mulai bersiap membuka mulut. Bindusara memperhatikan dari singgasananya, Chanakya memperhatikan dari tempatnya berdiri, begitu juga dengan Ashoka, Sushima, Noor, Charumitra dan permaisuri Subrasi. Raajaajiraaj ternyata masih diam, Helena melihat ke Bindusara yang hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah kesal.

Helena bicara lagi, “Yang Mulia Bindusara selalu berlaku adil dan putrimu tidak terlibat dalam siasat ini, karena itulah Yang Mulia akan membebaskan Ahankara”. Raajaajiraaj menatap Yang Mulia Bindusara yang menunjukkan wajah menunggu, siap mendengar apapun. Chanakya menarik nafas memperhatikan Helena yang begitu tenang menuntun Raajaajiraaj untuk bicara. Ashoka juga menarik nafas, Sushima agak tegang.

Helena seperti terus meyakinkan Raajaajiraaj, “tapi kau harus bicara yang jujur dan memastikan keamanan untuk anakmu sendiri”. Raajaajiraaj kembali seperti mau membuka mulut, Bindusara tetap dalam posisi siap mendengar, Chanakya semakin serius, Nicator menunggu, Justin menunjukkan wajah yakin Raajaajiraaj takkan macam-macam.

Ashoka #120 episode 110 02

Raajaajiraaj akhirnya bersuara, “Yang Mulia, saat ini aku ingin bersaksi tentang kebenaran, ini semua kulakukan demi putriku Ahankara”. Bindusara menunjukkan wajah siap mendengar, Helena terlihat agak sedikit tegang, Chanakya juga agak cemas menunggu kejujuran Raajaajiraaj. Ashoka menarik nafas, Sushima siap mendengar, Khorasan menunggu dengan wajah mengernyit, Akramak mendengar dengan serius, Calata siap menunggu, Noor terlihat tegang, Charumitra dan Subrasi ingin tau.

Raajaajiraaj meneruskan kesaksiannya, “Yang Mulia selama ini telah berlaku adil, kepada putriku Ahankara, karena itu aku harus berkata jujur padamu”. Bindusara menunggu kelanjutan pengakuan Raajaajiraaj, Helena sedikit tersenyum, Ashoka sedikit cemas melirik Chanakya yang juga serius mendengar Raajaajiraj, “Penguasa besar seperti anda punya beberapa banyak musuh tapi anda tidak mengetahuinya”. Bindusara makin serius, Helena seperti waspada, begitu juga dengan Nicator. Sementara Chanakya terus memperhatikan ekspresi Raajaajiraaj.

Raajaajiraaj meneruskan ucapannya, “orang yang telah membohongi anda selama ini yaitu punya hubungan dengan keturunan Maurya, hubungan itu sudah terbina sejak jaman ayah anda. Yang merencanakan siasat itu yang bertahun-tahun ingin menyingkirkan anda dari tahta”. Bindusara mendengar serius, Helena berwajah cemas, begitu juga dengan Justin, takut Raajaajiraaj mengkhianati mereka. Sementara Chanakya tenang memperhatikan Raajaajiraaj. Ashoka kembali menarik nafas, Calata ikut mengernyitkan wajah mendengar informasi dari pengkhianat.

Raajaajiraaj terus bicara, “Dia ingin memberikan singgasana pada orang yang dianggapnya lebih layak untuk itu. Seseorang yang selalu berfikiran yang berhak menduduki singgasana itu, bukan anda atau putra anda”. Bindusara merespon, “Aku tidak minta ranting, buahlah yang aku minta”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan