Acharya Raghvendra memperhatikan murid-muridnya latihan suryanamaskar. Shakti masih mencoba untuk mengangkat tubuhnya, tapi ia tak mampu. Mahaputra masih meniti jembatan pohon yang goyang-goyang. Shakti duduk bersila bersama murid lain, menyudahi latihannya. Acharya Raghvendara walau matanya memperhatikan murid-murid di depannya, tapi terlihat dia menunggu satu muridnya yang sedang menjalani hukuman. Mahaputra sudah tak jauh dari sekolahnya, ia berhenti sebentar, menatap bunga putih ditangannya dengan tersenyum.

Mahaputra #15 episode 33-40 43

Panglima Shams dan kakaknya juga masih menyusuri tempat orang sakti yang akan dimintain tolong untuk mencelakai Mahaputra, mereka melewati celah-celah. Kakaknya Shams berjalan di depan, ada sebuah benda tajam dengan banyak ujung-ujung runcing menuju mereka, ia memperingatkan adiknya, “Shams! Awas!”. Hampir saja benda itu mengenai wajah mereka berdua. Dan ternyata, di depan mereka saat itu juga ada kolam air yang berisi binatang berlendir seperti siput, lintah dan lain-lain. Shams melirik kakaknya.

Di ruangan belajar, Acharya Raghvendra bicara pada muridnya, “menyedihkan sekali, tidak seorangpun bisa menyelesaikan tugasnya terutama setelah memuji dirinya sendiri sebelumnya. Man Singh, kau yang sangat kuat bukan, ada apa”. Man Singh hanya meringis kelelahan menatap gurunya

Kakaknya Shams memberi isyarat agar mereka berjalan ke bagian pinggir, dengan hati-hati mereka melangkah, tapi saat kakii mereka melewati sebuah batas, tiba-tiba sebilah belati melayang ke arah mereka, untung keduanya dalam posisi siaga, mereka mengelakkan kepala dengan cepat. Shams semakin menunjukkan wajah serius.

Kakaknya Shams melihat orang yang akan mereka temui, ia agak terkejut, “apa yang terjadi”. Orang tersebut membuka matanya, mata yang seperti haus darah, di sekitar tempat itu tergeletak beberapa tubuh yang tak lagi bernyawa. Shams memperhatikan, begitu juga dengan kakaknya, perlahan wajah aneh yang terlihat pucat di depan mereka, kembali normal.

Kakak Shams bicara, “Bhagwar, kau pernah berhutang kepadaku, dan kau sudah berjanji kepadaku, aku datang kesini untuk mengingatkan itu padamu. Kau sudah berjanji kepadaku bahwa kau akan bekerja untukku”. Orang yang dipanggil Bhagwar mendengar dengan wajah serius. Kakaknya Shams terus bicara, “aku tau bahwa kau tidak mau bekerja untuk orang lain, tapi, kau berhutang padaku. Kalau kau mau, kau bisa menebusnya dengan cara bekerja untukku. Ada kecil dia pangeran Mewar, Mahaputra, lenyapkan dia! hukum dia! Aku akan memberimu tanda jasa hingga keturunanmu pun akan turut menerima jasamu padaku!”.

Bhagwar bersuara, “pangeran dari Mewar, Mahaputra, dia, akan menjadi tergetku dan sasaran yang sangat menarik”, sambil memasukkan binatang berbahaya ke dalam ramuan merah disampingnya duduk.

Mahaputra #15 episode 33-40 40

Di padepokan, Acharya Raghvendra bicara pada semua muridnya, “menyedihkan sekali, tidak seorangpun bisa menyelesaikan tugasnya terutama setelah memuji dirinya sendiri sebelumnya. Man Singh, kau yang sangat kuat bukan?! Ada apa”. Man singh hanya menatap gurunya dengan wajah meringis kelelahan.

Raghvendra menatap muridnya yang lain, “Cakravani, buanglah pemikiranmu itu diluar sebelum kau masuk kepertapaanku ini”. Chakravani mengangguk tipis menatap gurunya. Raghvendra melihat ke anak yang matanya tertutup, “Venidhas, kau akan tetap ditutup matamu sampai besok. Dan Shakti, kau adalah anggota keluarga kerajaan, tapi pada kenyataannya kau telah tersesat”. Shakti menundukkan pandangannya.

Acharya Raghvendra meneruskan bicaranya, “pelajaran hari ini sudah selesai dan untuk besok,,”. Mahaputra yang sudah sampai di depan, berteriak, “guru!”, sambil berlari bergegas ke depan gurunya, terduduk dengan nafas tersengal, menyodorkan bunga yang digenggamnya, “guru”, sambil mengatur nafasnya yang tersengal. Shakti memperhatikan apa yang akan diterima Mahaputra selanjutnya. Mahaputra membenarkan tangannya yang menyodorkan bunga dengan dua tangan.

Mahaputra #15 episode 33-40 46

Acharya Raghvendra tak mengubris Mahaputra, ia melihat ke murid lain, “besok kalian harus melaksanakan suryanamaskar sebanyak seratus delapan kali, hanya mereka yang mampu bisa terus maju sampai ke tingkat beriutnya”. Mahaputra menatap gurunya dan langsung berdiri, “tapi guru, aku tidak tau cara melakukan suryanamaskar karena sebelumnya aku tidak disini dan aku tidak melihat anda mengajarkannya, lalu, bagaimana”.

Acharya Raghvendra memotong ucapan Mahaputra, “kau sudah terlambat datang kesini, apa kau tidak sadar kalau itu bukan masalahku”. Mahaputra tertunduk, Shakti tersenyum melihat hukuman Mahaputra yang terus berlanjut. Mahaputra hanya bisa tercenung berdiri di depan gurunya.

Kisah cerita serial Mahaputra episode selanjutnya, kakaknya Shams berkata pada adiknya, “Hidupnya Mahaputra akan direnggut selamanya oleh teman kita yaitu Bhagwar”. Bhagwar sampai di gerbang salah satu pintu wilayah, ia diperiksa, ditubuhnya tak ada apa-apa, wajah terlihat mulai lemas, ia menarik kantong yang diselipkan dipinggangnya, memegangnya. Prajurit penjaga memeriksa kudanya dan menemukan pedang miliknya, si prajurit menatap Bhagwar. Selanjutnya, Bhagwar memasuki gerbang sambil menuntun kudanya dan memegang kantong kecil yang diambil dipinggang sebelumnya ditangan satunya. Prajurit yang curiga menghentikannya lagi, “hei, berhenti! Ada apa di dalam kantong itu!”. Bhagwar mencengkram kuat kantong yang dipegangnya, “tidak ada apa-apa, ijinkan aku masuk”, sambil menyisipkan kantong kembali ke pinggangnya. Si prajurit masih curiga, “bagaimana kalau kau tunjukkan dulu”. Bhagwar memejamkan matanya yang mulai memerah.