Mahaputra #15 episode 33-40 12

Di lorong ruangan raja Udai, Mahaputra dan Shakti saling bertemu. Mahaputra tersenyum, “Saudaraku Shakti, kebetulan sekali bertemu disini! Ayo kita bersama meminta doa dari ayah”. Shakti menatap ayahnya yang masih tertidur di tempat tidur, kemudian menatap Mahaputra, “Iya kak”.

Mahaputra dan Shakti melangkah lebih ke dalam ruangan, Mahaputra menghentikan langkah melihat ayahnya masih terlihat pulas, kemudian menoleh ke Shakti, memberi isyarat dengan mendekatkan telunjuk ke mulut agar tak berisik, Shakti mengagguk mengerti. Mereka berdua kemudian melangkah lebih dekat lagi ke tempat tidur raja Udai.

Shakti membuat sikap salam, menyampaikan ucapan minta restunya dalam hati, ‘aku tau ayah kalau kau telah mendoakan saudaraku dari dalam hatimu, tapi hari ini aku datang kemari untuk meminta doa darimu agar bisa mengalahkan putramu sendiri”. Mahaputra juga dengan sikap salam, juga menyampaikan ucapan minta restunya dari dalam hati, ‘baerkatilah kami ayah agar aku mendapatkan banyak pengetahuan dari guruku dan biarkanlah aku tetap haus akan pengetahuan. Doakan aku agar aku tidak pernah mengecewakan ayah lagi, doakan aku ayah’.

Mahaputra dan Shakti sama-sama menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada ayah mereka. Mahaputra melihat Shakti, memberi isyarat dengan gerakan kepala agar mereka keluar ruangan dengan tetap tenang, Shakti mengangguk, keduanya kemudian membalikkan badan dan melangkah. Terdengar suara raja Udai, “Berhenti!”.

Mahaputra #15 episode 33-40 14

Mahaputra dan Shakti spontan membalikkan badan dengan wajah tegang, ayah mereka, raja Udai, sudah berdiri menatap tajam merekan berdua di ujung tempat tidurnya, bersamaan, Mahaputra dan Shakti menghampiri memberi sikap salam, “Ma’afkan kami ayah, kami berdua telah mengganggu tidurmu”.

Raja Udai menjawab, “Seorang ayah seperti aku, dimana kedua putranya akan mendapatkan pelajaran lebih dulu, tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. *Mahaputra dan Shakti tersenyum*, Kalian berdua adalah masa depan bagi Mewar. Pangeran Mahaputra, kau ingat apa yang kusampaikan”. Shakti langsung menunjukkan wajah kesal. Mahaputra menatap raja Udai, “Iya ayah”.

Mahaputra dan Shakti kemudian menyentuh kaki raja Udai. Raja Udai memegang bahu kedua putranya untuk berdiri, “Hidup Mewar!”. Mahaputra menunduk hormat, “Ijinkan kami pergi ayah”. Raja Udai menatap kedua putranya, “pergilah”. Mahaputra dan Shakti dengan tersenyum meninggalkan ruangan. Raja Udai menatap mereka berdua dengan tatap senyum.

Mahaputra #15 episode 33-40 15

Saat mau menuju halaman, Mahaputra dan Shakti berpapasan dengan Kokoi yang memberi salam, keduanya membalas salam si pelayan. Kokoi memberitau, “Pangeran Mahaputra, ibu Bhatiyani memberi perintah, kau tidak boleh ke tempat pendidikan sebelum bertemu dengannya”. Mahaputra bergumam, “Ibu Bhatiyani sudah bangun secepat ini””. Mahaputra berfikir, kemudian menoleh ke Shakti, “saudaraku Shakti, tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali”. Shakti melanjutkan langkahnya.

Mahaputra bertanya pada Kokoi, “Dimana ibu Bhatiyani”. Kokoi agak ragu menjawab, “Dia ada dikamarnya”. Mahaputra kemudian berlari menuju kamar Bhatiyani, Kokoi menatap tanpa bisa berbuat banyak.

Di kamar Bhatiyani, Mahaputra tidak melihat ibu tirinya itu, “Ibu Bhatiyani! Ibu dimana!”. Mahaputra keluar kamar, di lorong, ia bertanya pada penjaga, “Kalian melihat ibu Bhatiyani?”. Semua menggeleng, ada pelayan yang berpapasan dengannya juga ditanyai, “Ma’af bu, apa melihat ibu Bhatiyani?”. Kembali Mahaputra mendapatkan gelengan. Mahaputra terus mencari ke area lain dengan terus bertanya, “Apa kau melihat ibu Bhatiyani?”. Sementara sang ibu tiri yang berniat jahat, melihat dan memperhatikan Mahaputra yang kebingungan mencarinya dari arah belakang, ada senyum puas diwajahnya melihat kegundahan Mahaputra.

Mahaputra #15 episode 33-40 16

Di halaman, Shakti yang diminta menunggu, mulai gelisah, “Karena pangeran Mahaputra, aku bisa terlambat dihari pertama”. Ia kemudian mendekati penjaga kudanya, “Ayo, cepat pergi”, sambil naik ke pelana kuda. Sang pelayan yang masih berjaga bertanya, “Apa perintahmu untuk kami pangeran!”. Shakti menjawab kalem, “kau bisa tanya pada Mahaputra”. Si pelayan setuju, “Baiklah”. Shakti pun berangkat dengan kudanya dan seorang pengawal menuju sekolah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :