Mahaputra: Bersumpah Tidak Akan Mengecewakan Ayah Ibunya, Terlambat di Hari Pertama Pendidikan, Ulah Orang Yang Mau Melenyapkannya, Shakti Ingin Jadi Penguasa


Kisah serial Mahaputra episode sebelumnya, permaisuri Sajja yang berhasil dihasut oleh permaisuri Bhatiyani, akhirnya menemui raja Udai dan menyampaikan keinginannya agar raja memberi kesempatan yang sama pada Shakti atas apa yang diterima Mahaputra. Raja Udai marah besar, permaisuri Sajja sampai memohon-mohon dan pangeran Shakti yang juga di suruh Bhatiyani untuk menyusul ibunya menemui raja, melihat kemarahan ayahnya itu.

Mahaputra #15 episode 33-40 00

Sinopsis cerita Mahaputra #15 episode 39-40, pangeran Shakti melampiaskan kemarahannya dengan memotong pohon-pohon pisang yang ditaroh di pot di ruang latihannya. Ibunya, permaisuri Sajja hanyamenatap kemarahan di wajah putranya, Shakti terbayang ucapan raja Udai pada ibunya, ‘Apa kau sudah meragukan keputusanku ini! Dihari yang bahagia ini, kau kesini membuatku membedakan anak-anakku sendiri?!’. Shakti dengan geram mengayunkan pedangnya, anak pohon pisang itu terpotong dua dengan sekali tebas.

Mahaputra #15 episode 33-40 01

Pangeran Shakti menahan geram, terbayang ayahnya yang terus memarahi ibunya, “Cukup bicaramu Sajja! Jangan bicara sepatah kata lagi! Apa kegagalan yang dialami pangeran Mahaputra ingin kau manfaatkan? Kau benar-benar memalukan”. Shakti mengayunkan pedangnya, sebuah anak pohon pisang kembali mengalami nasib sama, batangnya terpotong dua dalam sekali tebas.

Pangeran Shakti berpindah ke pot pohon pisang satunya, permaisuri Sajja ikut mendekati putranya dari belakang. Shakti terbayang ibunya yang berlutut dengan menangis meraih tangan raja Udai. Tapi ayahnya itu menarik tangannya, dan berkata dengan marah, “Tinggalkan aku sekarang juga!”. Ibunya menangis dan meratap, “Aku mohon ma’afkan aku Yang Mulia”. Shakti mengayunkan pedangnya ke arah pohon pisang di depannya.

Permaisuri Sajja menyentuh pundak Shakti dari belakang, “Pangeran Shakti, kau tenanglah”. Shakti membalikkan badan, “kenapa bu, kenapa! Kenapa ibu yang selalu menanggung rasa malu! Kenapa ayah tidak memberikan perhatian seperti pada pada yang lain! Kenapa seperti itu bu! Apa kesalahanku padanya bu! Kenapa! Kenapa ketidak adilan ini terjadi padaku bu, kenapa terjadi padaku bu!”.

Shakti kembali membalikkan badan, mengayunkan pedangnya ke pohon pisang yang masih ada, “Kenapa!”. Permaisuri Sajja mengusap punggung anaknya itu, “Tenanglah pangeran Shakti. Apapun yang dikatakan oleh ayahmu, kau harus melupakan semua itu. Seharusnya kau tidak datang kesana ataupun mendengar pembicaraan kami”.

Mahaputra #15 episode 33-40 02

Shakti menatap permaisuri Sajja, “Ibu, aku bukan orang bodoh! Aku sudah tau kalau ayah sama sekali tidak pernah menganggapku bu! Dia pikir aku tidak tau kalau aku dibandingkan dengan anaknya yang lebih lemah dariku, aku tau semua itu bu, dan ayah sama sekali tidak suka dengan hal itu!”. Permaisuri Sajja hanya bisa meringis.

Di ruang lain, Mahaputra juga bicara dengan ibunya, permaisuri Jaivantabai, “Saat aku menemui ayah, aku tau betapa kecewanya dia, dia begitu kecewa padaku. Dan aku sepertinya tidak pernah melihat ayah sesedih itu sebelumnya ibu, bahkan tidak saat panglima Shams bersama dengan seluruh pasukannya ingin menghancurkan kerajaan kita ibu”.

Permaisuri Jaivanta menenangkan putranya, “Tapi kenapa hanya karena satu kegagalan dalam ujian ini bisa membuat Yang Mulia sangat sedih”. Mahaputra tertunduk, berfikir kemudian menjawab dengan sedih, “Karena aku tidak bisa memenuhi harapannya ibu, dia membuatku duduk di sisi terdepan dan memberiku makan dengan tangannya, tapi apa sekarang, aku telah gagal dalam sebuah ujian yang menurutku itu ujian biasa saja, tidak ada yang istimewa”.

Mahaputra #15 episode 33-40 05

Di sisi lain, pangeran Shakti mencoba memberi penjelasan pada ibunya tentang kemarahan yang dirasakannya, “Bahkan dihari itu, ayah menyuruh Mahaputra untuk duduk disebelahnya dan memberinya makan, kenapa? Karena Mahaputra telah membantunya memenangkan perang yang harus dimenangkan. Tapi hari ini, saat aku menang dalam sebuah ujian yang begitu berat, apa yang dia lakukan bu?! Ayah hanya melakukan, dia hanya mengirimkan cincin ini sebagai hadiah, dan itupun! Dia kirimkan lewat Mahaputra! Cincin ini?!”. Shakti bersiap melempar cincin yang dipegangny dengan penuh marah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s