Ashoka #119 episode 109 23

Di ruang sidang, Raajaajiraaj sudah dihadapkan pada Bindusara dan semua yang hadir. Bindusara bicara, “Orang yang sangat ingin kau bunuh, dihadapan dialah sekarang kau berdiri sebagai seorang tahanan Raajaajiraaj, dan inilah keadilan Dewa. Dan jika kau takut sedikit saja pada Dewa, maka hari ini kau pasti akan jujur padaku, kejujuran yang mutlak”.

Raajaajiraaj menatap Bindusara dengan tatap menantang. Chanakya memperhatikan. Helena menunjukkan sikap siap menelan Raajaajiraaj karena marah. Nicator juga memperhatikan. Justin melirik dengan tatap masih belum sepenuhnya lega. Bindusara masih bicara, “Itulah yang menentukan agar kematianmu bisa menyakitkan atau tidak. Bisa saja aku membiarkanmu tetap hidup, *Akramak dan Ashoka mendengar serius*, Tapi dengan membiarkanmu tetap hidup, aku pastikan hidupmu akan lebih mengerikan daripada kematian”.

Raajaajiraaj agak sedikit pucat. Sushima memperhatikan dengan serius, begitu juga dengan permaisuri Charumitra, Noor dan Subrasi”. Bindusara terus bicara, “Raajaajiraaj jelas sekali bahwa kau tidak akan sendirian dalam siasat ini. Pengkhianatan seperti ini pada kerajaan tidak mungkin terlaksana tanpa bantuan orang dalam”. Ashoka memperhatikan ayah Ahankara yang sudah berkhianat itu. Raajaajiraaj seperti orang berfikir. Chanakya memperhatikan, Khorasan juga sangat serius.

Bindusara terus mencoba menggali keterangan dari mulut Raajaajiraaj, “Aku ingin tau siapa saja yang terlibat, aku tidak mau tau, kalangan mana yang terlibat, sebutkan saja”. Helena melirik Nicator, Nicator melirik Justin. Justin menggerakkan matanya dengan belum sepenuhnya merasa aman. Bindusara setengah memerintah, “Raajaajiraaj sebutkan namanya, katakan siapa pengecut itu! Musuhmu yang lebih besar saat ini, mungkin saja hadir di istana ini sekarang. Katakan siapa yang sudah merencanakan siasat ini bersamamu! Bisa saja bergabung jika kau berhasil tapi kalian sudah gagal”.

Ashoka #119 episode 109 24

Raajaajiraaj mengangkat kepalanya menatap Bindusara. Helena juga mengangkat wajahnya mendengar kata gagal dari mulut Bindusara, Nicator menunjukkan ekspresi serius, seakan tak tau apa-apa. Justin kembali menundukkan pandangannya. Bindusara mulai tak sabar, “Siapa pengecut-pengecut itu Raajaajiraaj! Yang tidak berani menantang keturunan Maurya secara langsung disini”. Raajaajiraaj maish bersikap dengan tatap dan wajah berfikir. Helena terus memperhatikan, begitu juga dengan Nicator dan justin.

Raajaajiraaj terbayang ancaman Justin padanya saat digua, “kau bodoh, dengan kau berfikir dengan kau menyerahkan diri dan mereka akan membebaskan Ahankara. Kau sudah menyerang keluarga kerajaan, keluarga Magadh, kalau kejahatan itu pribadi maka hukumannya sudah setimpal Raajaajiraaj. Seluruh keluarga musuh, bahkan seluruh keturunannya akan dimusnahkan supaya tidak ada rasa takut akan ada pembalasan dendam lagi”. Raajaajiraaj menghela nafas panik.

Justin merasa diatas angin, “Dengarkan baik-baik, hanya akulah orang yang bisa menyelamatkan putri kesayanganmu Ahankara, putri yang selama ini kau bangga-banggakan”. Raajaajiraaj geram, “Justin! Kalian orang Yunani, selalu saja mengkhianatiku, kalian sekongkol, dan kau masih ingin kalau aku tetap percaya padamu?”.

Justin tersenyum, “Memangnya apa lagi pilihanmu. Raajaajiraaj, kau memang akan mati, dengan menjadi buronan kau akan memastikan kematian bagi Ahankara. Aku akan memberitau kau jalan supaya kau menjadi ayah yang baik, bisa melindungi Ahankara. Yaa, memang benar kau memang tidak punya alasan untuk percaya pada orang Yunani, tapi selain pada orang Yunani, kau tidak punya harapan lain”.

Ashoka #119 episode 109 27

Raajaajiraaj setengah menangis, “Jika putriku Ahankara hidup, kehidupan seperti apa yang akan dijalani di Pathaliputra ini, aku tau betul hal itu. Putri kesayanganku tidak akan hidup seperti seorang pelayan”. Justin melihat peluang itu, “Apa yang kau inginkan”. Raajaajiraaj memberitau, “Aku ingin putriku dibawa ke tempat yang aman dan jauh dari Pathaliputra ini, baru aku akan membuka mulut dihadapan Yang Mulia Bindusara”.

Raajaajiraaj tercenung di tengah-tengah persidangan, ia melirik Justin. Justin melirik juga. Bindusara bersuara lagi, “Katakanlah Raajaajiraaj, kau sudah begitu dekat dengan mautmu, apa lagi yang kau takutkan”. Raajajiraaj tersentak. Chanakya memperhatika, begitu juga dengan Ashoka. Noor terlihat cemas. Charumitra mengernyitkan wajah serius, Subrasi menarik nafas. Nicator bersikap tenang, Justin tertunduk dengan wajah tenang, kemudian melirik Helena yang menyembunyikan senyum. Raajaajiraaj terpana dan berfikir, Chanakya memperhatikan.

Ashoka #119 episode 109 26

Sinopsis serial Ashoka episode selanjutnya, Raajaajiraaj memberitau orang yang merencanakan siasat, “Yang merencanakan seluruh siasat ini adalah yang sejak tahunan bersusah payah menyingkirkan anda dari tahta dan memberikan singgasana pada orang yang dianggapnya jauh lebih layak dari anda Yang Mulia Bindusara”. Bindusara tak sabar, “Aku bukan minta ranting, buah lah yang aku minta”. Raajaajiraaj berkata, “Anda punya kepercayaan buta terhadap orang itu, jadi selama ini anda salah menilai orang itu”. Raajaajiraaj menunjuk, “Dia adalah Acharya Chanakya”. Bindusara terkejut. Helena, Justin, Nicator, semua tersenyum. Ashoka terkejut. Chanakya tetap tenang, “Raajaajiraaj berkata jujur”. Bindusara dan Ashoka semakin terkejut.