Justin memberi alasan, “Kau pasti tidak lelah, tapi, fikirkan Ashoka, dia pasti lapar, dia haus, tapi, dia mungkin sungkan untuk mengatakannya”. Ashoka yang dijadikan alasan langsung menyahut, “Tidak, tidak, aku baik-baik saja”. Justin tetap meyakinkan ucapannya, “Ashoka, pemujaan memakan waktu lama. Bila pemujaan dimulai sampai selesai, kau, tidaka akan mendapatkan makanan atau minum”. Bindusara jadi mengkhawatirkan Ashoka, “Yang kau katakan benar, kita berhenti disini. Kita makan dulu lalu teruskan perjalanan”. Justin jadi tersenyum, Ashoka mengangguk menyetujui apa maunya Bindusara.

Ashoka 117 episode 107 23

Bindusara melompat dari kudanya, diikuti Justin dan juga Ashoka. Mereka bertiga berjalan beriringan mencari tempat yang pas untuk istirahat, langkah Ashoka terhenti melihat siapa yang di depannya, “Acharya Akramak?”. Justin terpana.

Akramak berjalan bergegas menghampiri dengan pasukan yang dibawanya. Bindusara juga bersuara, “Akramak? Kau disini?”. Akramak memberi salam, “Salam Yang Mulia, aku sudah mencari diseluruh Pathaliputra, tapi Raajaajiraaj tidak bisa ditemukan”. Bindusara mengernyitkan wajah berfikir. Justin juga menunjukkan wajah serius, tapi tegang. Ashoka menatap Akramak dengan wajah mengerti.

Akramak menambahkan, “Karena itulah kami sedang mencari Raajaajiraaj di tempat ini”. Bindusara mengangguk mengerti dengan kemunculan Akramak dan pasukannya ditempat itu. Justin membathin, ‘Kalau Akramak berhasil mencari Raajaajiraaj sebelum aku, maka semuanya akan berakhir, aku harus melakukan sesuatu’.

Ashoka 117 episode 107 24

Justin menatap Bindusara, “Yang Mulia Bindusara”. Bindusara menoleh dengan heran, Ashoka mendengar dengan serius. Justin bicara, “Aku rasa kita tidak boleh membuang-buang waktu dengan istirahat, kita harus segera menuju ke kuil itu”. Bindusara terlihat bingung, “Tapi kau sendiri yang mengatakan kita harus istirahat dulu disini tadi, kenapa berubah pikiran?”.

Ashoka lebih serius memperhatikan Justin yang mencari alasan dengan wajah gelisah, “Ya, karena Akramak”. Bindusara mengernyitkan wajahnya dengan bingung melihat ke arah Akramak yang juga menatap justin dengan tatap menyelidik. Justin menjelaskan agar tak dicurigai, “Ketika dia mengatakan tentang Raajaajiraaj, aku teringat keadaan Mitira yang sampai saat ini dia masih belum sadar. Dan, aku merasa sangat bersalah. Mitira dalam keadaan seperti itu, dan aku berfikir tentang diriku”. Akramak menatap Justin dengan sikap mengawasi yang tak kentara.

Bindusara merespon keinginan Justin, “Tapi bagaimana dengan Ashoka”. Ashoka langsung nyahut, “Tidak Yang Mulia, jangan khawatir, aku baik-baik saja. Aku siap berangkat!”. Justin tersenyum, menepuk pundak Ashoka tipis seakan terima kasih sudah mau mengerti. Justin kemudian melirik Bindusara. Ashoka membathin, ‘pangeran Justin juga seperti ibunya, dia tidak bisa teguh pada ucapannya, kata ibu orang yang seperti ini tidak bisa dipercaya, jadi aku harus mengawasi pangeran Justin’.

Ashoka 117 episode 107 25

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya. Acharya Akramak mengejar seorang lelaki yang berlari saat di dekati. Akramak berhasil menghadang si lelaki yang sudah memplontos rambutnya dengan melumuri badannya dengan lumpur, smabil menodongkan pedangnya, Akramak bertanya, “Kau siapa”. Si lelaki mengaku seorang pengembala dan kambingnya hilang, kemudian berniat beranjak meninggalkan Akramak. terdengar teriakan Ashoka, “Dia berbohong!”. Sambil menodongkan pedang Chandragupta ke leher lelaki yang mengaku pengembala Ashoka memberitau, “Inilah pengkhianat itu yang sedang kita cari-cari!”. Akramak heran, “Raajaajiraaj?”. Ashoka mengiyakan dan meminta Raajaajiraaj untuk menyerahkan diri.