Ashoka: Menerima Hadiah Pedang Chandragupta, Perjalanan Menjadi Raja Ashoka Dimulai


Serial Ashoka episode sebelumnya, Justin marah karena Chanakya mencurigai Helena, Bindusara mengatakan pada saudara tirinya itu bisa saja ada kemungkinan orang lain menghasut Helena, dan juga menegaskan, Bindusara mengawasi mereka yang dicurigai, yakin Ashoka kesatria Magadh, Dharma bangga dengan sikap yang ditunjukkan anaknya itu. Justin jadi bertekad untuk menangkap Raajaajiraaj sebelum Bindusara. Bindusara yang yakin bahwa Ashoka seorang kesatria besar Magadh memberikan pedang Chandragupta Maurya pada Ashoka, saat mau menyerahkannya ke tangan Ashoka, Sushima berteriak mencegahnya.

Ashoka #115 episode 105 02

Sinopsis serial Ashoka #115 (episode 105), semua menatap ke arah Sushima. Sushima langsung menunjukkan sikap manis di depan Bindusara, “Tidak ayahanda, aku bukan berfikir untuk menjadi penghalang. Ashoka memang harus mendapatkan hadiahnya, itu sudah pasti”. Ashoka menatap Sushima dengan tatap ingin tau maksud dari sikap Sushima itu, begitu juga dengan Bindusara dan Chanakya.

Ashoka #115 episode 105 01

Sushima bicara dengan gaya seakan dia sangat setuju dengan keputusan ayahnya itu, “Aku hanya ingin mengatakan ada sebuah tradisi yang selalu berjalan, dan itu harus kita teruskan. Dan bila ada yang diumumkan sebagai kesatria besar, maka pedang Yang Mulia Chandragupta Maurya ini diserahkan oleh kesatria tahun-tahun sebelumnya. Dan sejak dua tahun belakangan ini, akulah juaranya”. Ashoka tersenyum lega, ia tak harus membuka ‘borok’ Sushima. Bindusara mengangguk-angguk.

Chanakya memperhatikan Sushima yang masih bicara, “Jadi aku akan merasa beruntung kalau aku yang menyerahkannya pada Ashoka, itupun kalau Yang Mulia mengijinkanku untuk menyerahkan pedang itu pada Ashoka. Bagaimana Yang Mulia”. Bindusara berfikir sesaat, Chanakya yang menjawab, “Tentu! Tradisi, hanyalah tradisi”. Sushima menunjukkan senyum ke arah Chanakya. Chanakya juga tersenyum menatap pangeran yang sudah jago bersiasat itu.

Sushima melangkah ke atas panggung, Siyamak menatapnya dengan tatap curiga. Sushima menerima pedang Chandragupta Maurya dari tangan Bindusara, membawa kejidatnya, kemudian menyodorkan ke tangan Ashoka dengan tatap penuh kebencian. Ashoka balas menatap Sushima dengan tatap siap meladeni apapun yang akan dilakukan pangeran licik itu.

Ashoka #115 episode 105 03

Sushima bicara, “Kau tidak akan mampu membunuh orang dengan pedang ini, lalu apa gunanya pedang ini”. Ashoka tersenyum, merespon apa yang dipertanyakan Sushima itu, “Untuk membunuh penuh keberanian, tapi menang tanpa membunuh, hal ini jauh lebih sulit, dan aku sanggup melakukan pekerjaan itu”. Sushima mengangkat sudut bibirnya.

Ashoka memberi sikap salam pada pedang Chaandragupta yang disodorkan Sushima. Bindusara tersenyum memperhatikan, begitu juga dengan Chanakya dan Tripha Acharya. Ashoka mengangkat pedang Chandragupta, membawa ke jidatnya. Siyamak tersenyum lega, juga Subahu dan Vasunandhar. Ashoka menurunkan pedang dari jidatnya sambil menatap Sushima dengan tatap singanya. Sushima tanpa segang-segan menunjukkan sikap bermusuhan.

Ashoka kemudian membawa pedang Chandragupta yang sudah ditangannya ke arah Yang Mulia Bindusara, menaroh di dekat kaki Bindusara yang membalas sikap Ashoka yang santun dengan ucapan, “Semoga kau bahagia. Hari ini aku merasa bangga padamu, mintalah apa yang kau inginkan”. Ashoka tanpa berfikir langsung menjawab, “Bila tiba saatnya, aku pasti akan memintanya”. Bindusara mengangguk. Sushima melengos melihat keakraban itu.

Ashoka #115 episode 105 04

Ashoka mengangkat pedang Chandraputa ditangannya, menghadap ke arah teman-temannya berdiri. Mereka menaburi Ashoka dengan bunga. Ashoka tersenyum dengan pedang ditangan, teman-temannya menaburi bunga juga dengan wajah penuh senyum. Sushima menunjukkan wajah manyun dan marah. Bindusara tersenyum melihat sikap Ashoka yang dengan sikap bangga seorang kesatria mengangkat pedang ditangannya. Chanakya sudah pasti tersenyum. Tripha Acharya juga tersenyum.

Usai acara, Ashoka berlari menemui ibunya, “Ibu!”. Dharma yang sedang bersimpuh berdoa terkejut. Ashoka berlari ke dalam, “Ibu!”. Dharma bangun, terkejut melihat Ashoka membawa pedang Chandragupta. Ashoka menaroh pedang itu di dekat kaki ibunya, menyentuh kaki sang ibu. Dharma tersenyum.

Ashoka #115 episode 105 06

Ashoka dengan kedua tangan terkatup di depan dada dan sikap berlutut, menengadah menatap ibunya, “Janji yang pernah ku ucapkan sudah aku tepati bu. Yang Mulia mengumumkan aku sebagai kesatria besar Magadh! Dan memberikan hadiah yang menjadikan kehormatan paling agung dalam kehidupan seorang kesatria, pedang Chandragupta Maurya”. Dharma tersenyum, membungkuk, mengangkat pedang itu dengan kedua tangan bersama Ashoka, kemudian menyerahkan ke tangan Ashoka sepenuhnya. Ashoka menatap pedang ditangannya dengan sikap bangga.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s