Serial Ashoka

Ashoka: Marah Pada Pengangkatan & Prosesi Penobatan Sushima Sebagai Pewaris Magadh


Serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka berniat menceritakan kejadian perlombaan sebenarnya pada Yang Mulia Bindusara, tapi karena diliputi kegembiraan dan begitu bangga dengan kemenangan putranya, Sushima, ia merasa tak perlu mendengarkan penjelasan Ashoka. Bindusara malah mengumumkan pengangkatan Sushima sebagai penerus Magadh. Ashoka sedih, kejujuran itu tak mudah! Pembohong & penipu lebih dipercaya, tidak mendapat kasih sayang ibu menjadi tekadnya karena tidak berhasil menjadi kesatria agung dan memberi rasa aman pada ibunya. Ashoka menumpahkan semua kekecewaannya di kuil Shiva, Chanakya mendengarkan semuanya.

Ashoka #88 episode 78 00

Sinopsis serial Ashoka #88 (episode 78), Ashoka mengungkapkan rasa sedihnya, “Karena selain itu, tidak ada pilihan lain!”. Chanakya merespon, “Pilihan selalu ada dihadapan kita nak. *Ashoka menoleh*. Hanya saja kita tidak berusaha mencarinya. Yang sudah lewat, biarkanlah berlalu, sekarang pikirkan apa yang akan kau lakukan selanjutnya”.

Ashoka penasaran dan masih setengah marah, ia mendekat ke hadapan Chanakya, “Bagaimana caranya, padahal cuma aku yang tau apa yang benar! Kau bisa mengerti kesulitanku? Aku ingin memberitau yang sebenarnya pada Yang Mulia, tapi Yang Mulia tidak memberikan kesempatan untuk mengungkapkan masalahku! Dia sangat senang atas kemenangan putranya, padahal sebenarnya, putranya itu demi meraih kemenangan di dalam pertandingan ini, dia berlaku curang! Bukan sekali tapi berkali-kali!”. Chanakya mendengarkan kemarahan Ashoka dengan sabar.

Ashoka #88 episode 78 01

Ashoka mengungkapkan semua yang menyesakkan dadanya, “Bukan hanya itu, dia juga mengatakan bahwa, dia tidak mengharapkan kemenangan dari ku! Bila aku berkata jujur dalam keadaan itu, apakah, Yang Mulia akan percaya padaku?”. Chanakya memberikan pandangan, “Apapun yang kau lakukan, kau lakukan dengan sangat baik, sangat baik. Tapi, jika kau mengutarakan kebenaran pada saat itu, maka semuanya akan menganggapmu iri hati pada keberhasilan Sushima, karena kebenaran hanya satu yaitu Sushima adalah pemenang pertandingan tersebut. Kau harus akui itu”.

Ashoka geram, “Sushima bukan pemenangnya!”. Chanakya menjelaskan, “Yang membawa pedang Chandragupta Maurya ke garis finish dialah yang dianggap sebagai pemenang pertandingan itu, dan itulah yang dilakukan oleh Sushima. Bagaimana dia melakukannya, apa yang terjadi disana, atau yang tidak terjadi, semua itu tidak tampak nak. Karena, apa yang terjadi disana, tidak ada saksi sama sekali”.

Ashoka protes dengan sangat geram, “Ini tidak adil. Dan kau juga berpihak pada yang tidak adil?! Karena itulah, orang seperti pangeran Sushima, tidak pernah berhenti untuk melakukan kejahatan!”. Chanakya menatap kemarahan Ashoka pada ketidak adilan yang terjadi, “Kau berkata benar nak. Keadilan ini bukan hanya terjadi padamu, tapi juga pada seluruh Magadh. Yang telah menjadi pewaris tahta Magadh, adalah orang yang tidak layak”. Chanakya tercenung, Ashoka menatapnya dengan tatap masih kesal pada keadaan.

Ashoka #88 episode 78 02

Di istana, para permaisuri sedang berkumpul di ruang santai. Permaisuri Subrasi sedang menghadap papan permainan dengan bersimpuh di permadani, sedangkan permaisuri Noor duduk di sofaharma hadir di ruangan itu melayani kebutuhan para permaisuri. Subrasi memberi komentar, “Bagus sekali permaisuri Charumitra, hari ini ibu pemenang menang terus-terusan”.

Charumitra tersenyum senang, “Kau benar permaisuri Subrasi, kemenangan putra adalah kemenangan ibunya dan kekalahan putra adalah ke kalahan ibunya”, melirik Noor yang duduk dibelakang dengan sudut mata. Subrasi berniat agar permainan mereka lebih seru, “Permaisuri Noor, aku gagal mengalahkan permaisuri Charumitra, kenapa bukan kau saja yang berusaha untuk mengalahkan dia”. Noor menjawab, “Kali ini, aku tidak ingin bermain, aku sedang bosan”.

Ashoka #88 episode 78 04

Putri Agnishikha yang baru masuk ruangan langsung nyablak, “Tidak ingin, atau tidak berani permaisuri Noor”. Noor membalas, “Menganggap menang dan kalah itu bukan masalah adalah kebodohan! Dan seorang pemain yang cerdik itu tau betul, permaian bisa berbalik kapan saja. tapi hal ini hanya diketahui oleh pemain yang ulung”. Charumitra hanya tersneyum masam mendengar komentar Noor, baginya itu sudah tak berpengaruh.

Ibu suri Helena hadir dalam ruangan itu, “Pertandingan sudah selesai, tetapi kelihatannya, lomba ini, masih saja berlangsung”. Agnishikha melirik Noor yang mengalihkan wajahnya dengan kesal. Dharma yang melihat dan mendengar semua persaingan tak kentara itu hanya berdiri menundukkan pandangan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.