Ashoka bingung lagi, “Tapi Barat disebelah mana?! Bagaimana aku bisa tau?”. Ashoka yang berfikir dengan panik, menengadah, dilangit ia melihat bintang, “Itu bintang besar1 dan sesuai arah bintang itu,,”, Ashoka berfikir, “Kalau aku berdiri disini,,,”, terbayang masuk terowongan pertama dulu, “Aku masuk terowongan dari arah sana”, menunjuk ke kanan tubuhnya, “Maka jalan keluarnya, pasti, ada disebelah sana”, sambil menunjuk ke arah kiri. Ashoka berlari ke arah yang diperkirakannya keluar terowongan.

Di bagian Bindusara dan keluarganya di serang prajurit musuh. Bindusara masih mengayunkan pedangnya melawan prajurit musuh. Subrasi yang kliyengan, ingat anaknya, “Dhrupad, Dhrupad”. Charumitra yang ketakutan dibalik tiang hanya bisa menoleh. Bindusara terus melawan musuh yang tak hentinya menyerangnya.

Ashoka #111 episode 101 30

Di bagian lain, Justin membopong tubuh Noor yang pingsan ke bagian yang agak aman. Tapi Siyamak lari meninggalkan mereka untuk bergabung dengan teman-temannya. Justin berteriak, “Siyamak!!”. Justin kemudian menyandarkan Noor ke tiang yang ada disitu. Kemudian berlari mengejar Siyamak.

Ashoka sampai dilorong yang membuatnya bingung lagi. Ia terus bergerak, tapi yang ditemuinya hanya lorong-lorong yang membuatnya semakin bingung, “Aku tidak tau terowongan itu ada dimana!”.

Sementara itu, di dekat pintu rahasia, Helena, Nicator dan Raajaajiraaj berdiri dengan gelisah. Nicator bersuara, “Justin dan Ahankara masih belum datang juga, sampai kapan kita harus menunggu!”, dengan nada marah ke arah Raajaajiraaj. Raajaajiraaj menjawab dengan wajah sedih, “Kita akan tetap menunggu disini. Agnishikha itu adalah putri kakakku Shaktiraaj, jadi kita harus menunggunya!”.

Helena juga berkata dengan wajah ngotot, “Aku tidak akan pergi tanpa Justin!”. Nicator marah, “Dia itu bodoh!”. Helena menjawab ayahnya itu, “Bagaimanapun dia! Dia adalah putraku! Aku bukan melahirkan dia untuk aku tinggalkan dalam keadaan seperti ini!”. Nicator mengingatkan, “Kau sudah gila Mitira! Sementara kau memikirkan putramu, tapi apakah dia juga memikirkan dirimu?! Dia pergi untuk menyelamatkan kisah cintanya. Ayo Helena. Kalau kita tetap disini! Kita tidak akan menang. Ayo!”, sambil menarik lengan Helena.

Ashoka #111 episode 101 31

Helena menahan tangannya, menatap tajam ayahnya, “Dalam kemenanganku, jika tidak ada kemenangan Justin, maka semuanya akan sia-sia. Aku tidak akan melakukan ini demi diriku!”. Nicator mengingatkan lagi, “Tapi jika tertangkap, maka kita,,”. Helena memotong ucapan Nicator, “Aku lebih mencemaskan putraku daripada diriku! Tapi kau tidak akan mengerti hal ini! Jelas saja, kau pasti tidak akan mengerti sama sekali. Aku akan mencarinya”, sambil kembali ke arah istana.

Cinta Justin pada Noor dan Siyamak, Cinta Ahankara pada Sushima, Cinta Agnishikha pada Ahankara, dan cinta Helena pada putranya Justin telah mengacaukan rencana Helena sendiri. Tak berjalan sesuai rencana.

Nicator memanggil putrinya itu, “Helena!”, tapi hanya sebatas itu. Nicator menatap Raajaajiraaj, “Dendam Shatiraaj pasti akan terbalaskan. Tapi untuk menikmati hasil pembalasan itu, harus ada yang hidupkan”. Raajaajiraaj menatap Nicator tak mengerti. Nicator bicara tanpa beban, “Kalau nasibnya bagus, Ahankara dan Agnishikha akan selamat. Dan kalaupun tidak selamat, anggap saja mereka berdua mengorbankan diri mereka demi Ujjayani! Dan kalau kau ingin, mati saja, tapi aku tidak akan menunggu disini. Mengerti”. Kemudian melangkah meninggalkan Raajaajiraaj.

Raajaajiraaj menatap langit-langit yang apinya sudah menjalar semakin mencapai lantai bawah. Ia mengayunkan tinjunya sendiri, kemudian berlari menyusul Nicator. Nicator sudah mulai membuka pintu rahasia yang menimbulkan suara agak berisik.

Ashoka sampai dilorong dekat situ, ia ikut mendengar suara mencurigakan itu, “Suara itu dari arah sini”. Ashoka berlari menuju arah suara.

Ashoka #111 episode 101 35

Noor masih tersandar ke tiang dalam keadan tidak sadar. Agnishikha yang sampai dilorong tempat Noor tersandar pingsan, dadanya turun naik dangn mata melotot, ia terbayang ucapan Justin sebelumnya, ‘Aku sangat mencintai Noor, sejak pertama kali aku melihat dia, aku sudah sangat mencintai dia, aku tidak bisa mencintai kau’. Wajah Agnishikha menahan geram, ia terbayang ucapan Noor, ‘Kau merasa tidak keberatan memakai perhiasan bekas aku pakai bukan?’.

Mata Agnishikha melotot melihat Noor yang terduduk pingsan. Agnishikha mencabut belati yang memang selalu disimpannya, menatap Noor dengan wajah penuh kemarahan, pelan, melangkah mendekati Noor.

Ashoka #111 episode 101 36

Di ruang dalam. Subrasi melihat Dhrupad dipegang sorang prajurit dalam todongan senjata. Bindusara sedang melihat kearah Subrasi. Saat Subrasi berteriak, “Dhrupad!”, Bindusara membalikkan badan dengan wajah terkejut, putranya dijadikan tameng oleh prajurit itu.

Charumitra yang merapat ditiang, melihat dengan cemas. Dhrupad yang tak berdaya menatap Bindusara. Subrasi berteriak, “Yang Mulia tolong selamatkan Dhrupad!”. Bindusara menatap Dhrupad yang mulai menangis. Akramak muncul diruangan itu, melihat situasi sulit yang dihadapi Bindusara. Subrasi menangis memanggil, “Dhrupad”. Charumitra menatap dengan cemas. Bindusara menatap Dhrupad menenangkan dengan matanya.

Ashoka sampai dibagian agak luar istana, ia terkejut melihat apa yang ada di depannya. Langkahnya terhenti.

Sementara Agnishikha bersiap mengayunkan belati ditangannya ke arah Noor.

Bindusara memperhatikan prajurit yang menyandra Dhrupad, dibelakang si prajurit, Akramak juga dalam posisi siaga.

Ashoka #111 episode 101 37

Di depan Ashoka berdiri prajurit suruhan Helena yang sebelumnya mengurungnya. Si prajurit dengan wajah marah mengarahkan pedangnya ke bagian leher bocah yang telah membodohinya berkali-kali. Ashoka menatap prajurit itu dengan tatap waspada.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Raajaajiraaj terkejut melihat apa yang dilakukan Nicator, “Apa yang kau lakukan?”. Nicator menatap tajam, membalikkan fakta, “Dasar pengkhianat! Kau telah merencanakan siasat sebesar ini untuk membinasakan keluarga kerajaan!”. Raajaajiraaj terbelalak kaget. Di dalam istana, Bindusara memerintahkan untuk mendobrak pintu. Khorasan menahannya, “Jangan lakukan kesalahan itu!”. Bindusara terkejut, Khorasan memberitau kalau pintunya hancur, seluruh istana akan roboh. Dharma memberitau Dharma kalau mereka tidak boleh menunggu Ashoka, mereka harus keluar dari istana secepatnya.