Ashoka #111 episode 101 13

Ashoka berdiri, mengatupkan kedua tangan di depan dada, “Aku tidak akan mengecewakanmu bu”. Dharma menggenggam tangan Ashoka dengan mata penuh air. Radhagupt juga terharu, Chanakya menunjukkan wajah memahami apa yang dirasakan Dharma. Ashoka menyentuh lutut Chanakya. Chanakya mengangkat tangan kanannya yang masih lemah, dan menyentuh kepala Ashoka, “semoga berhasil. Ayo pergilah nak. Pergilah, jangan ditunda lagi. Pergi”, sambil menoleh ke arah suara-suara terdengar. Ashoka mundur. Dharma masih menangis, “Ashoka”. Ashoka bergegas keluar ruangan.

Bagian kedua dari puncak istana sudah dijalari api. Calata sampai di depan pintu. Orang-orang sudah merapat disitu sambil berteriak, “Buka pintunya, Buka! Tolong!”. Calata menoleh ke arah lain, semua dalam keadaan panik. Calata melihat ke arah lain, kondisinya sama, ia mulai menyadari, “Kelihatannya pintu tertutup semua!”. Seorang bangsawan bersuara, “Bagaimana kita akan keluar dari sini! Kelihatannya, kita akan mati terbakar disini!”. Calata mengangkat tangannya, “Tidak! Itu tidak akan terjadi”, sambil melihat kesekeliling.

Orang-orang mencari pintu lain sambil berteriak, “Lari! tolong!, Buka pintu! Lari”. Calata juga ikut lari ditengah kepanikan orang-orang itu. Prajurit pemanah dari musuh yang sudah dipersiapkan di lantai atas, memanah orang-orang dilantai bawah yang panik itu.

Sebagian prajurit pemanah itu juga mengarahkan panahnya ke arah Bindusara. Subrasi mulai pusing, begitu juga dengan Dhrupad. Prajurit yang setia melindungi Bindusara dari bidikan panah. Dhrupad terjatuh, Subrasi yang pusing berusaha menggapai tiang. Bindusara mulai kembali kesadarannya, memerintahkan Charumitra untuk berlindung dibalik tiang.

Ashoka #111 episode 101 15

Pemanah, terus mengincar Bindusara, prajurit Magadh yang setia melindungi dengan tameng, Bindusara belum benar-benar pulih, masih tertegun-tegun. Charumitra yang sudah dibalik tiang berteriak, “Yang Mulia!”. Bindusara bisa mengelakkan tubuhnya. Charumitra teringat pada putranya, “Dimana Sushima? Sushima!! Yang Mulia”, kemudian kebalik tiang. Hujan panah terus berlangsung. Subrasi merapat ke tiang.

Prajurit musuh yang dibawah mulai datang menyerang, Bindusara mulai bisa menghadapinya. Subrasi berteriak, “Yang Mulia!”. Bindusara menghadang musuh yang mencoba mencelakainya.

Akramak, Subahu, Vasunandhar dan beberapa prajurit juga diincar oleh pemanah, mereka bisa menangkis panah yang datang. Akramak menjelaskan, “Kalau serangan dari atas tidak dihentikan, tidak ad prajurit yang bisa melindungi keluarga Yang Mulia”. Mereka pun berlari naik ke lantai atas. Orang-orang dibawah berlarian dengan panik. Akramak, Subahu, Vasunadhar dan beberapa prajurit lain, memukul prajurit pemanah yang memakai tutup kepala hitam itu. Akramak memperhatikan situasi dari atas, kemudian mendekati Subahu dan Vasunandhar, mengajak mereka berdua berpindah dari tempat itu.

Ashoka #111 episode 101 18

Seorang wanita berlari sambil minta tolong, ia dikejar oleh prajurit musuh dengan pedang terhunus. Ashoka yang muncul, dari arah samping, memegang lengan prajurit itu dengan kuat, memelintirnya, mendorong kedinding. Mengambil pedang yang terlepas dari tangan prajurit itu, memukulkan gagangnya, menghunus ke tirai kain, kemudian melilit si prajurit dengan tirai itu dan mengikat dengan kuat.

Ashoka berlari melanjutkan tugas yang dibawanya, semua musuh yang datang menghadangnya, dihadapinya, ada yang kena sabetan pedang, tendangan kaki, kena sikut dan hulu pedang musuh yang dipegangnya. Ashoka terus melanjutkan langkahnya.

Lantai dua dari bawah mulai dilalap api. Sushima dan Ahankara yang sedang berjalan berdua dihadang prajurit berpenutup wajah. Sushima memberikan perlawanan. Ahankara melihat dengan ketakutan. Sushima hampir terdesak, ia merunduk saat tebasan pedang musuh datang, kemudian berkelit, mendapatkan posisi gerak yang lega. Ia mengahadapi serangan musuh yang gencar. Ahankara yang berdiri dengan takut, melihat belati tergeletak di dekat prajurit yang sudah gugur. Dengan takut-takut, Ahankara mengambil belati itu, menatap ke arah Sushima yang masih menghadapi serangan musuh.

Sushima berhasil menjatuhkan musuh. Ia menatap musuh dengan geram dan nafas tersengal. Ia bersuara, “Ahankara kau,,”, kalimatnya terhenti saat yang diajaknya bicara dan dikhawatirkan kondisinya tidak ada disitu. Sushima memperhatikan sekitar, tak ada bayangan apalagi sosok Ahankara. Mata Sushima bergerak cepat, berfikir, kemudian menunjukkan wajah marah.

Ashoka #111 episode 101 20

Sementara itu, Noor yang berlari sambil memegang tangan Siyamak, sampai di depan altar pernikahan yang sudah terbakar dan tak ada siapa-siapa disitu. Mereka saling pandang. Noor berkata dengan cemas, “Aku tidak akan biarkan sesuatu terjadi padamu. Tidak akan ku biarkan Siyamak!”. Noor menggamit tangan Siyamak lagi, berbalik ke arah mereka datang, tapi dari situ muncul beberapa prajurit Ujjayani.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :