Ashoka: Berhasil Membuat Chanakya Siuman, Tradisi Akhir Pernikahan Yunani, Noor Siyamak Tau Istana Dari Lak


Serial Ashoka episode sebelumnya, berkata kegigihannya, akhirnya Ashoka menemukan Chanakya, upacara & resepsi pernikahan Justin Agnishikha di istana lak terus berlangsung. Chanakya masih pingsan, Khorasan berusaha keras menemukan Dharma, ia mengikuti sosok yang dicurigainya dengan langsung main hunus pedang. Ashoka dan Radhagupt masih berusaha membuat Chanakya siuman dari pingsan. Setelah sekian lama, Radhagupt mulai putus asa karena tak ada perubahan pada Chanakya, Ashoka terus menyemangati.

Ashoka #110 episode 100 00

Sinopsis serial Ashoka #110 (episode 100), Ashoka menyampaikan siapa yang bisa membantu mereka, “Aku tau siapa yang bisa mengobatinya”. Radhagupt tertegun sesaat, berfikir, “Yaa, Ashoka, cepat kau panggil ibumu kemari. Acharya Chanakya sangat percaya pada pengobatan ibumu! Dia pasti akan berhasil! Pergilah Ashoka!”.

Ashoka sempat menunjukkan wajah berfikir saat Radhagupt mengucapkan hal itu, ternyata Radhagupt juga mengetahui kalau ibunya masih hidup. Ashoka akhirnya mengangguk, kemudian keluar ruangan. Sementara Radhagupt terus menggosok telapak tangan Chanakya.

Ashoka #110 episode 100 01

Sementara itu, di ruangan lain, Ahankara dan Sushima saling berdiri berhadapan. Ahankara menutup mata Sushima dengan kain hitam. Ahankara tersenyum setelah selesai menutup mata Sushima. Sushima bicara, “Tapi ingat baik-baik, kalau aku yang memenangkannya, maka kau harus melakukan apa yang aku suruh”.

Ahankara menjawab enteng, “Bila kau menang? Kita lihat saja nanti”. Sushima tersenyum, kemudian menarik tangan Ahankara hingga tubuh mereka berdua sangat dekat, ia berbisik ditelinga Ahankara, “Karena aku tidak pernah kalah”. Ahankara tersenyum, kemudian menjawab, “Benarkah?”.

Sushima melepaskan pegangannya, “Tentu putri tapi kau harus mengatakan dulu padaku apa permainannya”. Ahankara memberitau, “Aku akan menyuapimu satu persatu, dan kau harus mengenali makanan itu, dan kau tidak boleh salah”. Sushima tersenyum, “Permainannya mudah sekali, tadinya ku pikir pasti sulit. Sudahlah ayo kita mulai”.

Ashoka #110 episode 100 02

Ahankara tersenyum, kemudian mendudukkan Sushima dibangku panjang yang ada disitu. Ahankara duduk disebelahnya. Ahankara mulai menyuapi makanan ke mulut Sushima. Sushima mengunyah makanan tersebut, “Hmmm, kurma!”. Ahankara tersenyum, mengambil makanan lain, menyodorkan ke mulut Sushima. Sushima menggigit potongan buah yang diberikan, “Mmm, mangga”.

Ahankara kembali tersenyum. Sushima menggoyangkan badannya, “Ya, teruskan saja, kalau begini terus, aku pasti akan memenangkan permainan ini”. Ahankara tersenyum, tangannya sudah memegang ladu, dan mendekatkan ke mulut Sushima. Sushima sendiri sudah membuka mulutnya, tapi Ahankara berfikir, ia kemudian mengganti makanan itu dan mengambil cabe.

Ahankara menahan senyum menatap cabe ditangannya. Sushima tak sabar, “Ada apa? kau sudah menyerah?”. Ahankara kemudian menyodorkan cabe ke mulut Sushima. Tanpa ragu, Sushima menggigit dan mengunyah cabe tersebut. Ahankara memperhatikan sambil tersenyum. Wajah Sushima berubah, ia berdiri, seperti mau muntah. Ahankara tertawa senang. Sushima membuka kain penutup matanya, melemparnya, ia kepedasan. Ahankara terus tertawa.

Sushima mengambil cabe, kemudian menyodorkan kemulut Ahankara, “Ayo makan, ayo makan, makan”. Ahankara menutup mulutnya. Sushima membalikkan badan masih menahan pedas. Ahankara masih tertawa senang. Sushima menunjukkan wajah marah, “Aku sama sekali tidak suka dengan permainan ini”.

Ashoka #110 episode 100 03

Ahankara terdiam. Sushima meludahkan rasa pedas yang masih menyengat mulutnya, melapnya dengan selendangnya, membuka mulutnya agar udara masuk. Ahankara mengambil wadah berisi ladu dan segelas minum, menyodorkan ke Sushima. Sushima menatap Ahankara yang terlihat ketakutan. Sushima melempar ladu dan minuman yang dipegang Ahankara, hingga jatuh berserakan.

Ahankara menatap Sushima dengan wajah takut. Sushima menatap Ahankara tajam, menarik tangan Ahankara hingga tubuh gadis itu tertarik merapat ke tubuhnya. Ahankara menjaga jarak, Sushima menatapnya, “Kau yang menyulut api ini, hingga aku akan memadamkannya dengan caraku sendiri”. Sushima berusaha menaklukkan gadis yang sudah dipelukannya itu.

Ahankara mendorong tubuh Sushima, “Sudah”, dengan wajah menggoda menahan senyum. Sushima tersenyum tipis. Ahankara tertawa kecil, kemudian berlari dengan gaya manja, menjauh, tapi sebenarnya minta di kejar. Sushima masih berdiri termangu sambil senyum-senyum sendiri.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan