Ashoka: Sedih, Kujujuran Itu Tak Mudah! Pembohong & Penipu Lebih Dipercaya, Tidak Mendapat Kasih Sayang Ibu


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Chanakya berusaha meyakinkan Dewi Dharma agar jangan jadi penghalang langkah Ashoka untuk mencapai keagungannya, Ashoka yang agung butuh restu seorang ibu, Sushima ditetapkan Bindusara sebagai pewaris Magadh karena merasa sangat senang dengan kemenangan Sushima, walaupun Chanakya mengingatkan bahwa seorang pewaris tidak cukup dengan hanya mendapatkan pedang. Sebelum sampai ke istana Sushima yang mendapatkan pedang Chandragupta dari hasil curang, menghina Ashoka untuk siap melayani calon penguasa Magadh. Ashoka mengingatkan Sushima bahwa dia akan menghentikan langkah Sushima dan takkan biarkan Sushima sebagai pewaris.

Ashoka #87 episode 77 00

Sinopsis serial Ashoka #87 (episode 77), Dharma berlari di sudut Pathaliputra dengan mencemaskan kondisi putranya, “Ashoka, Ashoka”. Dharma menghentikan larinya saat mendengar tiga orang pria sedang berbicara, “Pangeran Sushima sudah membuktikan bahwa dialah kesatria Magadh yang hebat!”. Lelaki satunya nyahut, “Sekarang dia akan menjadi pengausa”.

Ashoka #87 episode 77 01

Dharma menghampiri ketiga lelaki tersebut, bertanya dengan nada cemas, “Apa kalian lihat Ashoka?”. Satu orang lelaki merespon, “Ashoka?! Bukankah anak yang dikalahkan pangeran Sushima itu, siapa yang peduli pada orang yang kalah? Kami semua mengelukan pangeran Sushima! Kau juga harus ikut ya, Hidup Pangeran Sushima! Hidup!, Hidup pangeran Sushima! Hidup!”, kedua temannya dengan bersemangat ikut meneriakkan nama Sushima. Dharma dengan gontai membalikkan badan.

Dharma membathin, ‘Kekalahan ini pasti sangat mempengaruhi Ashoka, dia pasti sangat sedih. Aku harus segera mencari dia”. Dharma bergegas meninggalkan tempat itu.

Dharma kemudian terlihat di halaman sekolah, memperhatikan setiap siswa yang berkegiatan satu persatu, tak kelihatan sosok Ashoka. Dharma melihat Subahu dan Vasunandhar sedang berjalan sambil berbicara. Dharma menghampiri kedua teman Ashoka itu, “Permisi, permisi, apa kalian lihat Ashoka”. Subahu menjawab, “Tidak Dewi, kami sendiri sedang mencari dia. Entah dimana dia! Terakhir kali aku melihat dia ketika mendapatkan pedang, dan dia sedang menuju garis finish, dan Sushima, Sushima sangat jauh darinya. Entah apa yang terjadi hingga dia. Ooo, Dewi, aku yakin sekali Sushima pasti melakukan kejahatan padanya! Dia pasti akan curang pada Ashoka! Dan kalaupun tidak, dia, dia tidak mungkin bisa menang!”. Dharma semakin cemas melihat dan mendengar informasi yang diberikan Subahu, mana wajah Subahu dan Vasunandhar juga sangat cemas.

Ashoka #87 episode 77 03

Dharma kembali barlari dengan cemas sambil menggumamkan nama anaknya, “Ashoka”. Dharma sampai di depan teras istana, bertanya pada prajurit yang berjaga, “Apa Ashoka sudah kembali?”. Si prajurit merespon, “Ashoka? Apa anak yang kalah dalam pertandingan itu?”. Dharma menjawab dengan nada sedikit geram, “Tidak, Ashoka yang sampai pada akhirnya dia tetap berada di dalam pertandingan. Ashoka yang sampai akhirnya selalu berproses, Ashoka yang tanpa pendidikan itu tapi dia bisa menjadi nomer satu di dalam pertandingan itu. Aku sedang mencari Ashoka si pemberani itu!”.

Si prajurit jadi tak enak hati untuk berdebat, “Dewi, hari ini semuanya hadir di istana untuk merayakan kemenangan pangeran Sushima, pergilah, mungkin kau juga akan menemukan Ashoka disana. Dan kalaupun tidak bertemu, tidak masalah, setidaknya kau bisa saksikan sebuah peristiwa bersejarah”. Terdengar keriuhan dari dalam. Dharma menghapus air mata di pipinya yang mengalir begitu melihat semua orang meremehkan kekalahan Ashoka padahal yang sebenarnya Ashokalah yang mendapatkan pedang itu. Dharma bergegas masuk ke dalam istana sambil mengumamkan dan mencemaskan putranya, “Ashoka”.

Ashoka #87 episode 77 06

Di ruang pertemuan, Bindusara masih berbicara, “Apakah semua yang hadir disini setuju dengan keputusan yang aku ambil”. Calata sebagai orangnya permaisuri Charumitra langsung memberi sikap salam, “Yang Mulia, pangeran Sushima putra sulung anda, dia mempunyai hak dan telah memenangkan pertandingan ini, maka dia bukan hanya setuju pada keputusan anda, tetapi, seluruh keluarga melihat dia sebagai pewaris tahta anda”. Bindusara mengangguk-anggukkan kepalanya. Sushima tersenyum menunggu pengumuman yang lebih pasti. Charumitra tersenyum senang mendengar Calata melakukan tugasnya dengan baik. Ahankara tersenyum senang juga. Noor, Khorasan, menunjukkan wajah tidak senang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Sedih, Kujujuran Itu Tak Mudah! Pembohong & Penipu Lebih Dipercaya, Tidak Mendapat Kasih Sayang Ibu

  1. Ping-balik: Ashoka: Marah Pada Pengangkatan & Prosesi Penobatan Sushima Sebagai Pewaris Magadh | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s