Ashoka #107 episode 97 29

Siyamak masih mengemukakan apa yang dia pikir, “Kalau mempelai laki-laki berubah pikiran, dan dia mengatakan kalau dia tidak mau menikah lalu bagaimana”. Helena nyahut, “Kenapa kau bicara yang bukan-bukan! Itupun beberapa saat sebelum pernikahan! Kenapa Justin akan berbuat seperti itu?! Apakah ada yang melarangnya? Apa ada yang memaksanya? Ayo beritau aku!”.

Siyamak yang agak kaget melihat Helena yang marah, menjawab, “Tidak! Tidak, aku bukan mengatakan kalau dia akan melakukan hal itu. Aku cuma tanya kalau ada kemungkinan yang seperti itu”. Helena menahan marah, “Kau tidak perlu bicara seperti itu, usiamu tidak pantasa membicarakan hal seperti ini, kau mengerti!”, sambil mengertakkan gerahamnya, “Kalau kau ingin tau semuanya, pergi dan pelajari dulu tradisi Khorasan dan juga Maurya”.

Siyamak menjawab dengan sopan, “Kalau anda tidak suka aku menanyakan hal ini, maka ma’afkan aku. Aku mohon ijin”. Helena menarik nafas dalam menenangkan diri. Nicator membukan tangan sebagai isyarat Siyamak boleh meninggalkan mereka.

Ashoka #107 episode 97 27

Helena menggerakkan tangannya dengan gelisah sambil matanya melihat ke sekeliling. Nicator menenangkannya, “Helena, anak-anak memang suka bertanya. Apa kau tidak ingat, dulu Justin kita juga sering mengajukan pertanyaan”. Helena tetap menunjukkan wajah ga sukanya, “Yaa, aku akan menerima pertanyaan dari anak-anaknya Justin. Tapi anaknya Bindusara, ingin sekali aku celakai dengan tanganku, khususnya anak Noor ini. Dengan alasan inilah Noor menjerat Justin”.

Nicator menenangkan putrinya yang masih kesal itu, “Sudah, biarkan saja Helena, lagi pula tidak lama lagi permainan ini akan berakhir. Lalu Noor, juga Siyamak, pasti akan tergeletak disini, terkapar disini”, dengan wajah memendam dendam. Helena mendengarkan sambil menatap Nicator juga dengan tatapan yang sama dengan ayahnya itu, tatapan penuh dendam.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Ashoka sudah bersalin pakaian dalam pakaian bangsawan, ia berjalan dalam gelap sambil memanggil-manggil, “Acharya, Acharya”. Tiba-tiba buk! Ashoka terjatuh, ada yang nyangkut di kakinya. Ashoka dengan cepat berdiri, betapa terkejutnya dia, di depannya, Chanakya dalam keadaan terikat dan mulut di tutup kain dalam keadaan lemas.