Justin spontan bersuara, “Untuk apa lilin itu!”. Bindusara, Helena, Subrasi, menoleh kaget ke arah Justin. Charumitra, Nicator, Khorasan juga melihat ke arah Justin yang langsung memperbaiki teriakannya yang bernada aneh, “Maksudku, bukannya pemujaan sudah dilakukan sebelum membangun istana ini”. Raajaajiraaj setuju, “Benar kata Justin Yang Mulia. Pemujaan untuk lahan ini sudah dilakukan oleh pendeta, setelah itu semuanya berjalan dengan baik Yang Mulia”. Helena memberikan senyum setuju, menyembunyikan kegelisahannya. Agnishikha tetap menunjukkan wajah tegang begitu juga dengan Nicator dan Justin.

Bindusara memberi alasan, “Tapi apa salahnya menyalakan sebuah lilin disini, ini pemujaan, pemujaan untuk tempat baru”. Raajaajiraaj ternganga, Justin menggeleng dengan wajah gelisah, kalau ketauan. Bindusara mempersilahkan Subrasi untuk melanjutkan ritualnya, “Silahkan permaisuri, silahkan masuk”. Subrasi tersenyum, mau melangkah. Agnishikha menarik nafas cemas, Raajaajiraaj juga sama, Justin pasrah. Helena menatap nyala lilin yang meliuk-liuk ditiup angin.

Ashoka #107 episode 97 11

Di pinggir danau, Ashoka mengisi bejana air ditangannya dengan pelan. Prajurit yang berdiri diatas, dipinggir jalan, mengawasi Ashoka yang jonggkok membelakanginya. Tanpa kentara, Ashoka bersuara, “Yang suruh aku bawa, sudah kalian bawa”. Tak jauh dari tempat Ashoka mengambil air, dibalik rimbunnya semak-semak, ternyata sudah duduk menunggu Subahu dan Vasunandhar, mereka berdua saling lirik. Subahu menjawab pertanyaan Ashoka, “Tentu, aku bawakan duri setelah aku celup ke dalam ramuan yang kau beritau”.

Ashoka pura-pura mengisi bejana ditangannya lagi, Subahu melempar apa yang diminta ke kaki dekat kaki Ashoka. Tanpa kentara, Ashoka mengambil benda yang dilempar tersebut, prajurit yang mengawasi Ashoka mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Vasunandhar ikut bicara, “Aku taukan apa yang aku lakukan, keluargaku dan Subahu juga menerima undangan ini, kami juga akan hadir disana”. Ashoka melarang dengan tegas, “Tidak! Kalian berdua jangan kesana”. Vasunandhar heran, “Kenapa? Kenapa kau membahayakan dirimu Ashoka, kami tidak bisa biarkan kau pergi sendirian”. Subahu menambahkan, “Kami akan hadir di sekitarmu, kalau ka butuh bantuan kami, beri saja isyarat, kau mengerti”. Ashoka mengangguk.

Ashoka mengangkat bejana yang sudah terisi penuh air, menarik nafas dalam, menguatkan diri, membalikkan badannya, melangkah mendekati prajurit yang menunggunya. Subahu dan Vasunandhar memperhatikan Ashoka yang menjauh. Ashoka memperlihatkan bejana yang dipegangnya dan sudah berisi air pada prajurit. Prajurit melirik sedikit, kemudian bersuara, “Ayo, semuanya pasti sudah sampai!”. Ashoka mengangguk dengan wajah setenang mungkin, melangkah, diikuti prajurit. Subahu dan Vasunandhar masih mengawasi dari balik semak-semak mereka bersembunyi.

Ashoka #107 episode 97 10

Di istana baru, Subrasi mau melangkah meneruskan ritual pemujaan memasuki rumah baru, Helena menghentikan, “Tunggu permaisuri Subrasi! Kalau ini memang tradisi, kenapa, hal ini, tidak dilakukan oleh tangan yang akan tinggal disini”.

Subrasi hanya menunduk, Bindusara menunjukkan wajah setuju. Nicator menunggu apa maksud Helena, begitu juga dengan Raajaajiraaj. Helena meneruskan ucapannya, “Menantuku, Agnishikha”, sambil pegang bahu Agnishikha dengan kedua tangannya. Justin menarik nafas tetap dengan wajah tegang.

Bindusara merespon, “Yang dikatakan ibu benar sekali”. Helena memperlihatkan senyum ibu surinya yang penuh basa basi. Ahankara ikut tersenyum. Bindusara mengangguk pada Agnishikha. Nicator ternganga, tak paham maksud Helena, apa cari aman kalau terjadi apa-apa. Helena tersenyum pada Agnishika yang terlihat tegang, tapi mengangguk pelan, menarik nafas, melangkah, mengambil nampan dari tangan permaisuri Subrasi. Raajaajiraaj melihat dengan wajah sangat cemas. Nicator memperhatikan.

Agnishikha membawa nampan melangkah dengan wajah tegang, sambil memperhatikan cahaya lilin. Justin memperhatikan Agnishikha melangkah. Dharma yang ikut memperhatikan dari balik tiang, menutup wajahnya dengan selendang. Khorasan berdiri dengan wajah cemas, tapi bukan mencemaskan cahaya lilin yang bisa membakar semua istana.

Ashoka #107 episode 97 14

Putri Agnishikha jongkok di depan pintu sisi kiri istana dengan hati-hati, melakukan ritual. Bindusara tersenyum memperhatikannya, begitu juga dengan Charumitra dan Subrasi, tradisi mereka tak hilang. Sushima memperhatikan dengan wajah serius, Ahankara yang berdiri dismapingnya, tersenyum. Calata juga tersenyum.

Agnishika menaburkan bunga putih ke lantai undakan pertama dekat pintu. Raajaajiraaj, Nicaator dan Helena, memperhatikan dengan wajah meringis menahan ketegangan. Justin juga memperhatikan. Agnishikha dengan sangat hati-hati mengangkat wadah lilin. Nicator memperhatikan, Helena memperhatikan sambil menelan ludah dengan wajah tegang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :