Ashoka: Bindusara Mengakui Sangat Mencintai Dharma, Noor Takut Kehilangan Kekasihnya, Justin Diberitau Rencana Balas Dendam Helena


Serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang penasaran, masuk lagi ke terowongan rahasia, dan menemukan lak yang berserakan di dalam terowongan dan istana baru itu terdiri dari bahan yang mudah terbakar itu. Ia berfikir dan akhirnya Ashoka mengetahui malapetaka besar untuk keturunan Maurya di acara pernikahan. Charumitra & Khorasan ingin membunuh Dharma. Ashoka yang sudah tau siasat besar musuh, ingin memberitau Radhagupt yang sedang sibuk mencari Chanakya, sementara Akramak sibuk membantu persiapan pernikahan. Ashoka mau memberitau Yang Mulia Bindusara, tapi dihalangi Sushima, bahkan diusir untuk meninggalkan area kamar Bindusara. Sambil melangkah lunglai, Ashoka terus berfikir.

Ashoka #106 episode 96 00

Sinopsis serial Ashoka #106 (episode 96), Ashoka bergumam sendiri dengan nada agak kesal, “Aku tidak bisa bertemu Acharya Akramak, juga Acharya Radhagupt dan juga dengan Yang Mulia! Hanya ada satu cara! Aku harus masuk kedalam istana baru itu dan berusaha mencegah malapetaka ini. Tapi bagaimana aku bisa masuk kesana?”. Ashoka bingung sendiri.

Ashoka #106 episode 96 01

Sementara itu, Yang Mulia Bindusara yang sudah masuk ke kamar Noor, ternyata hanya mendengar akhir pembicaraan Khorasan pada Noor yang mengatakan Noor juga tidak bisa menghentikan pernikahan Justin dan Agnishikha. Bindusara tak curiga hal lain, “Apa yang aku dengar ini permaisuri Noor, apakah ada masalah yang menyangkut pernikahan Justin”. Khorasan dengan wajah tegang melirik Noor.

Noor menjawab dengan tenang, “Aku tidak senang dengan pernikahan ini Yang Mulia”. Bindusara terkejut, Khorasan kaget, kirain Noor bakal mengakui perselingkuhannya dengan Justin. Noor meneruskan ucapannya, “Ya, aku tidak senang pernikahan ini karena, kita mengabaikan tradisi kita! *Khorasan membuang nafas lega*, Dan mengikuti ritual Yunani! Aku tidak bisa menerima hal ini”.

Khorasan menguatkan ucapan Noor, “Itulah yang aku jelaskan padanya, sekarang sudah terlambat”. Bindusara yang tak menaruh curiga apapun, memberi penjelasan, “Ibu suri mengabaikan tradisinya dan menerima bagaimana tradisi kita selama ini. *Khorasan memperhatikan Noor yang tetap menunjukkan wajah berduka*, Sepanjang hidup dia menjalaninya, ia ingin agar pernikahan Justin dilaksanakan hanya dengan ritual Yunani. Dan aku sengaja menghormati apa keinginannya, karena Justin adalah putra tunggalnya”. Noor hanya tertunduk diam, mencoba menenangkan diri.

Khorasan merespon Bindusara, “Aku setuju dengan ucapan anda Yang Mulia, seseorang harus belajar cara menghormati orangtua. Aku sudah berusaha sekuat tenaga mencari Dewi Dharma, aku sudah menyuruh prajuritku, aku yakin aku akan segera menemukan dia”, sambil menunjukkan wajah penuh kesungguhan.

Ashoka #106 episode 96 03

Bindusara malah merespon dengan ucapan menyindir, setengah marah, “Tapi kau tidak ingin menjalankan tugasmu itu Mir. Kalau kau benar-benar ingin, maka saat ini, kau tidak akan membuang-buang waktumu membicarakan pernikahan Justin dihadapanku seperti yang kau lakukan sekarang”.

Khorasan melirik Noor. Noor balas melirik ayahnya itu. Khorasan menatap Bindusara sambil menelan ludah, “Aku mohon diri”, sambil bergegas keluat ruangan.

Ashoka #106 episode 96 04

Setelah Khorasan keluar, Bindusara melangkah lebih dekat kehadapan Noor yang masih menunjukkan wajah gelisaha, “Kau melakukan hal yang benar dengan menyerahkan perhiasanmu pada putri Agni”. Noor menarik nafas dalam, berusaha sekuat tenaga agar wajah kesalnya tak terlihat jelas dan menimbulkan curiga.

Bindusara masih melihat kegelisahan Noor, “Ada apa permaisuri Noor”. Noor beralasan, “Aku tidak apa-apa Yang Mulia”. Bindusara tak percaya, “Tampaknya tidak begitu”. Noor ngelesh, “Aku merasa hanya agak lelah, tidak ada yang lain”. Bindusara tak bertanya banyak lagi, “Kalau begitu, istirahatlah, karena besok adalah hari yang penting untuk kita semua”. Noor hanya menatap Bindusara dengan tatap meringis. Bindusara membalikkan badan, melangkah keluar ruangan.

Sepeninggal Bindusara, Noor masih berdiri, tapi dengan mata berkaca-kaca, “Inilah bedanya antara kau dan Justin. Kalau hal ini aku katakan pada Justin, maka dia akan, dia akan memegang tanganku sambil memandangku, dan dia akan berkata padaku, Noor, kau pasti berbohong”. Noor larut dalam pikiran tentang ketakutan kehilangan perhatian Justin.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan