Ashoka: Tertangkap, Membuat Rencana Baru Mencari Chanakya, Khorasan Bersumpah Menemukan Dharma


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Bindusara yang sudah melihat Dharma begitu sangat ingin menemukannya, ia menjadi sangat gelisah. Permaisuri Noor juga cemas, dulu, karena cemburu ia meminta ayahnya, Khorasan untuk membunuh Dharma. Makanya Noor dan Khorasan membuat perangkap untuk menangkap Dharma yang sedang menyamar di istana. Noor menghasut Charumitra yang merasa diabaikan sebagai istri tua, sehingga para permaisuri marah mengetahui Bindusara mencintai Dharma, Ashoka menemukan jejak Chanakya di terowongan rahasia dibawah istana lama dan baru. Tapi belum sempat berbuat sesuatu untuk membantu Chanakya, ada yang memegang pundaknya, semua tindakan yang bisa menimbulkan kecurigaan ia batalkan.

Ashoka #102 episode 92 00

Sinopsis serial Ashoka #102 (episode 92), Ashoka menoleh ke arah orang yang memegang pundaknya, ternyata seorang prajurit istana yang langsung bertanya dengan nada curiga, “Apa yang kau lakukan disini!”. Ashoka hanya bisa ternganga.

Ashoka #102 episode 92 01

Sementara itu, Chanakya yang sudah mengetahui keberadaan Ashoka, terus berusaha menggerakkan badannya agar menimbulkan bunyi pada dinding terowongan.

Ashoka kebingungan memberikan alasan pada prajurit, “Aku,,, aku,,”. Kebetulan prajurit juga tak mau mendengar alasan Ashoka, “Ayo menghadap Yang Mulia”, sambil menarik tangan Ashoka. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Ashoka hanya nurut, walau sambil menoleh ke arah belakang dimana dia sudah yakin bahwa Chanakya di jadikan tawanan di terowongan tersebut.

Ashoka #102 episode 92 02

Di ruangannya, Bindusara juga kebingungan melihat sikap Mir Khorasan yang berdiri dihadapannya dengan menyodorkan sebilah pedang ditangannya. Bindusara dengan mengernyitkan wajah bertanya, “Ini artinya apa”, sambil menatap Khorasan tak mengerti. Khorasan menjelaskan sikapnya, “Anda menyerang aku dengan pedang Baginda, lebih bagus anda memenggal kepalaku”.

Bindusara menjawab dengan suara datar, “Kau ini bicara apa Mir”. Khorasan memberi kesan kalau ia merasa tak berguna bagi Bindusara, “Aku tidak bisa membangkitkan harapan anda yang kandas. Aku tidak bisa mengembalikan cinta anda. Yang Mulia, mungkin benar anda merasakan kehadirannya, tapi coba pikir, jika dia hidup, saat ini dia pasti masih tinggal di desanya dan kenapa menunggu selama itu untuk bertemu anda. Dan bukan hanya itu, jika dia ada disini, ada di istana, mau tunggu apa lagi, dia permaisuri anda, kenapa dia harus menyembunyikan diri sendiri”. Bindusara jadi berfikir sambil menundukkan pandangannya.

Khorasan terus mencoba mempengaruhi Bindusara agar tak menganggap Dharma itu nyata, “Yang Mulia dengan berat hati aku mengatakan anda sudah salah sangka. Aku sendiri melihat gubuknya yang terbakar,,”. Di luar dugaan Khorasan, Bindusara justru menjadi marah, “Dan kau ingin aku lebih percaya penglihatanmu daripada penglihatanku sendiri!”. Khorasan terdiam.

Ashoka #102 episode 92 03

Bindusara bergumam pelan, “Satu kali aku percaya padamu Mir. Dan kau tau apa akibatnya”, sambil menatap Khorasan. Mata Khorasan bergerak cepat. Bindusara mengungkapkan apa yang dia rasa, “Selama ini aku hidup dalam keyakinan bahwa dia sudah mati. Dan masalah pertanyaanmu itu, memang benar, aku juga ingin tau apa alasannya dia selama bertahun-tahun ini, dia sembunyi dariku, kenapa dia jauh dariku! Sudah, jangan buang waktu lagi menasehatiku kalau itu adalah khayalan! Cari dia! Cepat cari dia!”.

Khorasan berusaha tenang, “Kalau anda memang yakin dia masih hidup, aku bersumpah atas keyakinan itu, aku akan mencari dia”, sambil menunjukkan wajah penuh tekad, padahal sumpah untuk menyelamatkan dirinya sendiri agar Dharma tak pernah muncul dihadapan Bindusara. Khorasan keluar ruangan dengan bergegas. Bindusara meredakan amarah yang menyelimuti dirinya.

Ashoka #102 episode 92 04

Di ruangan lain, tiga orang pengatur siasat yang sedang mematangkan rencananya juga merasakan imbas dari sikap Bindusara. Raajaajiraaj jadi cemas, “Kenapa Yang Mulia mencari informasi tentang pelayan wanita itu. Ibu suri, apa dia tau tentang rencana kita ini?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan