Ashoka #103 episode 93 27

Di lorong istana yang ada pintu rahasia terowongan, Radhagupt melangkah tenang menemui seorang prajurit yang berjaga disana, “Bilang pada Yang Mulia, aku minta ijin untuk bertemu dengannya”. Si prajurit mengangguk, kemudian meninggalkan Radhagupt. Radhagupt membuka kertas yang dipegangnya, menghadap patung orang yang dibelakangnya, dengan cepat menempelkan kertas ditangannya ke wajah dan bahu patung. Setelah selesai, ia berdiri dengan posisinya semula.

Prajurit yang tadi berjaga sudah kembali. Radhagupt langsung bertanya, “Siapa yang melakukan ini”. Si prajurit ketakutan, “Tidak, aki tidak tau”. Radhagupt meninggikan suaranya, “Patung itu rusak dan kau tidak tau? Apa yang kau tau! Ada pencuri dan kau bilang tidak tau! Dan ada orang yang merusak patung ini, kau bilang kau juga tidak tau!”.

Ashoka #103 episode 93 28

Bindusara yang muncul bergegas, bertanya, “Ada apa Acharya”. Radhagupt tetap dengan wajah kesal membaritau, “Lihat saja Yang Mulia”, sambil menunjuk patung di belakangnya yang sudah bopeng-bopeng.

Bindusara jadi meradang, “Siapa yang melakukannya”. Radhagupt memberitau, “Yang Mulia itulah yang ku tanyakan dan dia bilang dia tidak tau. Yang Mulia, aku akan mengirim pemahat untuk merapikannya”. Bindusara tanpa berfikir langsung setuju, “Ya, kirimkan saja, kau tau kalau aku sangat menyukai patung-patung ini”. Radhagupt langsung tersenyum, misinya sudah menemukan jalan.

Bindusara ingat tujuan awalnya menemui Radhagupt, “Tapi kenapa kau ingin bertemu denganku”. Radhagupt dengan tenang berkata, “Apa yang terjadi semalam aku ingin menanyakannya”. Bindusara menunjukkan wajah sedih, “Pencurinya belum tertangkap, aku sedang berfikir apa yang dirasakan oleh putri Agnishikha, karena sehari sebelum pernikahannya, perhiasannya hilang, itupun terjadi di istana kita. Sekarang aku akan menemuinya”.

Radhagupt menunjukkan wajah prihatin, “Yang Mulia, apa ada perintah untukku”. Bindusara malah bertanya, “Kapan Acharya Chanakya akan kembali”. Radhagupt menyembunyikan kegelisahannya, menarik nafas, “Dia akan segera pulang”. Bindusara menganggukkan kepalanya, kemudian melanjutkan langkahnya. Radhagupt menunjukkan kecemasannya, dia harus berburu dengan waktu.

Ashoka #103 episode 93 29

Di lorong lain istana, Khorasan menerima laporan dari dua orang prajuritnya yang berseragam putih-putih, “Kami tidak menemukan prajurit yang mencuri kemarin. Mungkin saja dia mengejar orang lain”. Khorasan memberi perintah, “Kalau begitu pergi dan cari dia. Dia mungkin tau soal pelayan wanita itu”. Dua prajurit itu pun beranjak dari hadapan Khorasan.

Khorasan sambil melihat kiri kanan pun meninggalkan tempat itu, bersamaan dengan munculnya dua orang dari arah belakangnya. Dua orang laki-laki itu bergegas dengan setengah berlari, tapi selalu waspada. Yang satu memakai brewok dan ternyata adalah Acharya Akramak, yang agak pendek memakai kumis dan dia adalah Ashoka, keduanya menyamar melanjutkan rencana mereka.

Ashoka #103 episode 93 30

Di kamarnya, permaisuri Subrasi yang mendapat laporan dari salah satu pelayannya, berkata dengan heran, “Sevika? Tidak! Sevika tidak bisa melakukan itu”. Si pelayan menjelaskan, “Panglima Mir Khorasan dan Maha Amartya yakin, yang melakukan pencurian adalah orang yang tau seluk beluk istana, dan tidak diragukan lagi mereka mengisyaratkan para pelayan wanita atau pria. Dan diantara semua pelayan pria dan wanita hanya Sevika yang tidak ada disini”.

Permaisuri Subrasi terus berfikir, “Tidak, aku tau betul, bagaimana sikap dan kejujuran pemikirannya. Sevika tidak mungkin mencuri, apalagi menyerang seseorang. Dia tidak mungkin melakukannya. Dengar baik-baik yang ku katakan, selama aku belum mencari kebenaran ini, jangan ada yang tau Sevika tidak disini. Dhaniya lakukanlah, pekerjaan yang ku perintahkan ini dengan sesegeranya, pergilah ke dapur dan panggil Kasturi”. Si pelayan memberi sikap hormat, “Baik permaisuri”, kemudian keluar. Subrasi berdiri sambil berfikir.

Ashoka #103 episode 93 31

Di lorong tempat Radhagupt membuat cacat sebuah patung orang, Acharya Akramak yang menyamar sedang memperbaiki patung tersebut, Ashoka yang juga menyamar menengadah disamping patung memperhatikan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :