Ashoka: Perangkap Khorasan Untuk Dharma, Ashoka Membuat Lega Bindusara & Membuat Rencana Lain


Serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang sudah begitu dekat dengan Chanakya di terowongan tak bisa berbuat banyak saat prajurit memergokinya, Ashoka tertangkap, membuat rencana baru mencari Chanakya, Khorasan bersumpah menemukan Dharma sebelum Bindusara dan berniat langsung membunuhnya, makanya ia membuat perangkap pencurian perhiasan di kamar Agnishika. Sementara itu, karena Bindusara sedang mencarinya, dan Chanakya tidak ada, Dharma berniat kabur dari istana, dan memutuskan mencari Ashoka.

Ashoka #103 episode 93 00

Sinopsis serial Ashoka #103 (episode 93), Ashoka yang ditabrak oleh lelaki berpenutup wajah yang membawa bungkusan, sempat bersuara menanyakan si lelaki, “siapa kau”, si lelaki malah kabur. Ashoka tak ambil pusing, ia membalikkan badan, berniat melanjutkan langkahnya, tapi, tak jauh di depannya, di lorong yang sama, Khorasan tiba-tiba muncul dari salah satu ruangan. Ashoka terkejut, sebelum terlihat, ia menoleh ke kiri dan kanan tempatnya berdiri, dengan cepat Ashoka merapat ke tiang istana di dekatnya. di ujung lorong, Dharma juga melihat Khorasa dan dengan gerak cepat juga bersembunyi kembali ke balik tiang.

Ashoka #103 episode 93 01

Khorasan yang fokus pada tujuannya ke lorong itu, berteriak memberi perintah, “Tutup gerbang istana, ada seorang pencuri yang sudah masuk!”. Ashoka terkejut. Vasunandhar dan Subahu yang masih dekat gerobak yang mereka bawa, mendengar teriakan Khorasan tersebut. Tak berapa lama terdengar teriakan salah satu prajurit menyambung perintah, “Tutup gerbangnya!”.

Subahu berkata pada temannya, “Vasunandhar, jangan-jangan mereka menangkap Ashoka”. Vasunandhar merespon dengan cemas, “Entah apa yang dicari oleh Ashoka”. Subahu juga berkomentar, “Selalu ada musibah yang menimpa Ashoka, sebaiknya kita beritau Radhagupt”. Vasunandhar mengangguk setuju. Subahu mengajak jalan, “Ayo”.

Sementara itu, dibalik salah satu tiang istana, wajah Ashoka juga tegang, bergumam sambil berfikir, “Jangan-jangan prajurit mengangkat Subahu dan Vasunandhar. Atau, orang yang tadi, yang sudah menabrakku. Jangan-jangan dia pencuri”.

Dharma dari balik tiang tempatnya menyembunyikan diri, mengintip melihat apa yang dilakukan Khorasan yang masih berdiri berkacak pinggang di lorong itu sambil menatap ke arah halaman. Ashoka berfikir dalam situasi yang diluar rencananya, “Apa yang harus ku lakukan, harus membahayakan diri sampai ke terowongan, atau pergi dari sini dan berusaha lagi”.

Ashoka #103 episode 93 03

Malam masih menyelimuti Magadh, tapi istana sepertinya tidak tidur. Di ruangannya, Agnishikha sudah siuman dan duduk di ujung tempat tidur di kelilingi oleh orang-orangnya. Helena duduk di belakangnya sambil memegang pundaknya dan memijatnya. Agnishikha memberitau, “Pencuri membawa semua perhiasan pernikahanku”. Helena terpana, Raajaajiraaj berwajah tegang, Nicator mendengarkan dengan wajah berfikir.

Agnishikha menambah penjelasannya, “Tapi ketika aku berusaha menangkapnya dia menyerangku, dia menyerangku dari belakang, aku tidak sempat melihat siapa orangnya”. Nicator merespon dengan wajah mengernyit, “Disini? di istana ini ada pencuri meskipun ada penjagaan ketat begitu?”. Helena sebagai orang istana, bukan tamu, memberikan pendapatnya, “Aku curiga, jangan-jangan ini adalah sebuah usaha untuk mengalihkan perhatian kita”.

Raajaajiraaj ikut bersuara dengan kemungkinan lain, “Jangan-jangan Yang Mulia Raja sudah tau rencana kita ini, bahwa kita telah menculik Acharya Chanakya”. Tangan Helena terangkat dari pundak Agnishikha, Raajaajiraaj menatap terkejut begitu melihat ke arah pintu masuk kamar, di sana sudah berdiri Justin dengan wajah mengeras. Helena hanya menatap terpana, begitu juga dengan Agnishikha. Nicator juga terdiam menatap kehadiran cucunya itu. Justin dengan mata terbelalak menatap semua orang.

Ashoka #103 episode 93 04

Di loronng istana dekat salah satu gerbang, Khorasan masih berdiri sambil bergumam, “Bagi Dharma tidak ada tempat yang lebih aman untuk bisa sembunyi selain di istana ini. Ia pasti telah memenangkan kepercayaan seorang permaisuri, aku yakin itu”. Dharma masih terus mengawasi dari tempatnya bersembunyi walau sangat ingin menemui Ashoka. Ashoka di balik tiang juga sedang menunggu Khorasan menjauh.

Khorasan masih saja berdiri bergumam dengan pemikirannya, “Pasti dia sedang, berlindung dibawah pengawasan dengan menyembunyikan jatidirinya dan setelah itu Dharma akan melarikan diri ke suatu tempat dimana tidak ada yang mengenali dia. Tapi dia tidak tau perangkap apa yang kupasang untuk dia”, sambil mengepalkan tinju. Dharma yang ada di ujung lorong, dibalik tiang, kembali mengintip. Khorasan melangkah ke arah Ashoka bersembunyi di balik tiang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan