Ashoka: Berhasil Menaklukkan Macan, Chanakya Pura-Pura Lemah, Sushima Memenangkan Pertandingan dengan Curang


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, setelah berhasil mengalahkan niat curang Sushima di babak akhir, Ashoka mendapatkan pedang Chadragupta di pertandingan labirin, menyelamatkan Sushima dan bertarung dengan macan. Sushima yang licik dan tak punya hati, setelah diselamatkan justru mengambil pedang yang terlepas dari tangan Ashoka dan bersembunyi diatas pohon, melihat Ashoka si ‘raja hutan’ bertarung dengan macan raja hutan benaran.

Ashoka #85 episode 75 00

Sinopsis serial Ashoka #85 (episode 75), Ashoka yang bersenjatakan tongkat, bersiap, menatap macan. Macan membuka mulutnya memperlihatkan taring-taringnya yang tajam, Ashoka sudah masuk dalam lensa mata si macan sebagai mangsa. Ashoka memutar tongkatnya, macan memperlihatkan taring. Sushima diatas pohon menatap pedang Chandragupta yang diambilnya saat Ashoka sibuk bertarung. Sushima tersenyum, menatap ke arah Ashoka yang sedang menghadapi macan.

Ashoka #85 episode 75 02

Ashoka menunggu dengan tongkat, macan bersiap melompat, Ashoka lari keatas pohon yang dahannya pas, melompat menantang lompatan macan dengan wajah mengeras menatap tajam dengan tatapan singa miliknya. Dalam pandangan macan, yang sedang melompat dihadapannya saat itu adalah seekor singa dalam sosok Ashoka. Wajah Ashoka dengan mulut terbuka dan tangan siap menerkam seperti singa menyerang mangsanya, menghantan dada macan dengan keras.

Macan terlempar ke tanah, dan Ashoka sendiri juga terlempar, mendarat dengan kaki, mengguling langsung berdiri tegak, dengan sikap siap bertarung. Macan juga langsung bangun, membuka mulut lebar.

Ashoka #85 episode 75 04

Ashoka dengan sikap siaga terus menatap macan. Macan membuka mulut, menatap Ashoka, kemudian membalikkan badan, meninggalkan area itu dengan langkah santai. Ashoka mengikuti dengan matanya, dan wajah lega. Ashoka berhasil menaklukkan macan tanpa melukai dan dilukai.

Ashoka kemudian menatap ke atas pohon, bergumam, “Pangeran Sushima baik-baik sajakan?”. Pohon di depan tak ada, Ashoka membalikkan badan, pohon dibelakangnya juga tak ada. Ashoka memanggil, “Pangeran Sushima! Pangeran Sushima!”. Tak ada sahutan. Ashoka menatap ke tempat ia menjatuhkan pedang Chandragupta sebelumnya, kosong, pedangnya tak ada.

Melihat ke sekeliling, pedang yang seharusnya menjadi miliknya, sudah tak ada disekitar situ. Perlahan, wajah Ashoka mengeras, tangannya memegang tongkat dengan kuat, membanting tongkat kebelakang. Ashoka sangat marah.

Ashoka #85 episode 75 05

Sementara itu, Sushima sudah berlari jauh membawa pedang curiannya dengan tertawa-tawa, berhenti untuk menatap perang curiannya, “Sekarang Dewapun tidak akan bisa mencegahku jadi pemenang! Akulah yang menjadi pewaris Yang Mulia Binudsara nanti, setelah itu, apa yang aku inginkan, itulah yang akan terjadi”. Sushima kemudian mencium pedang ditangannya, kemudian berlari.

Di istana, ada pertemuan antara Bindusara, Chankya dan Helena. Yang Mulia Bindusara bertanya, “Acharya, aku ingin tau yang jadi penyebab kecemasanmu. Kenapa secara mendadak kau ingin bertemu denganku”.

Chanakya menjelaskan, “Yang Mulia, sejak awal aku tidak setuju para pekerja Ujjayani yang membangun istana itu Yang Mulia. Dan karena itulah, aku meminta mata-mataku untuk mengawasi mereka setiap saat. Dan berdasarkan kabar yang disampaikan oleh mata-mata kami, aku mengetahui bahwa ternyata, dibawah istana yang sedang kita tempati ini, sedang dibangun sebuah terowongan rahasia. Yang Mulia, jalan itu, menuju kepenyimpanan harta istana”. Helena menatap Chanakya dengan tatapan tanpa cemas kalau rahasianya akan terbongkar.

Ashoka #85 episode 75 06

Chanakya masih menjelaskan, “Bertahun-tahun yang lalu, terowongan rahasia seperti ini, telah dibangun juga oleh Danan Yang Mulia. Itu dilakukan hanya untuk mencuri harta istana. Dan Yang Mulia, mencuri harta, melemahkan Magadh dan memperkuat diri mereka sendiri itulah yang menjadi rencana Raja Raajaajiraaj Yang Mulia”. Chanakya menatap Bindusara dengan penuh keyakinan. Helena menatap Chanakya dengan menyembunyikan rasa senangnya karena Chanakya masuk jebakannya. Bindusara berpikir tapi dengan wajah biasa.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan