Ashoka: Bindusara Mencari Dharma dengan Memanggil Semua Pelayan Wanita, Ashoka Mencaritau Hilangnya Chanakya


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, keinginan Dharma dalam puasa Vat Savitrinya akhirnya bisa selesai dengan mendapat restu dari Bindusara. Ahankara melakukan puja Vat Savitri untuk Sushima, Ashoka bersumpah mencari Chanakya, Bindusara melihat Dharma di teras istana sedang memegang lilin dalam hujan badai. Bindusara mendatangi tempat Dharma memegang lilin tersebut, tapi, sebelum sampai, lilin yang dipegang Dharma padam dan Dharma pun sudah meninggalkan tempat itu, yang tersisa hanya wadah lilin yang masih mengepulkan asap.

Ashoka #100 episode 90 00

Sinopsis serial Ashoka #100 (episode 90), permaisuri Charumitra bertanya pada pelayannya yang memintan ijin, “Kenapa Yang Mulia memanggilmu”. Si pelayan menjelaskan, “Bukan hanya aku, tapi semua pelayan wanita disuruh hadir di hadapan Yang Mulia”. Charumitra menarik nafas dengan wajah berfikir, kemudian memberi isyarat dengan tangan pada pelayannya untuk pergi. Si pelayan membungkuk hormat, melangkah keluar ruangan.

Ashoka #100 episode 90 01

Sepeninggal pelayannya, Charumitra bergumam dengan wajah ingin tau, “Aku akan melihatnya sendiri, setidaknya apa maksud Yang Mulia”. Charumitra keluar ruangannya, dan melihat semua pelayan wanita menuju ruangan yang diperintahkan untuk menemui Yang Mulia.

Charumitra semakin bingung, pelayan Noor lewat, ia pun memanggil,”Sitara”. Sitara membungkuk hormat, “Salam permaisuri”. Charumitra bertanya, “Ada apa ini”. Sitara menjelaskan, “Tidak ada apa-apa permaisuri”. Charumitra pun membiarkan Sitara melanjutkan langkah. Charumitra semakin heran, “Aneh sekali, Yang Mulia tidak pernah melakukan ini sebelumnya”.

Sementara itu, Kasturi yang ikut melangkah bersama pelayan lain di lorong, sangat cemas, “Dimana Shubadrangi”, sambil matanya terus mencari.

Ashoka #100 episode 90 03

Di ruangan permaisuri Subrasi, Shubadrangi alias Dharma berdiri dengan wajah cemas, ia mendengarkan pembicaraan seorang pelayan pada Subrasi, “Tidak permaisuri Subrasi, ini perintah Yang Mulia, tapi pasti ada hal yang penting karena para pelayan wanita disuruh hadir dihadapan Yang Mulia”. Subrasi menunjukkan wajah tegang, melihat ke arah Dharma yang berdiri membelakanginya, “Kau harus segera pergi sekarang”.

Dharma masih berdiri tertegun dengan wajah makin cemas, ia membathin, ‘bagaimana kalau Yang Mulia melihat aku’. Pelayan yang tadi memberi laporan, bicara ke Dharma, “Kenapa kau diam saja, Yang Mulia tidak akan menunggumu. Ayolah”. Dharma masih berdiri menenangkan diri. Subrasi memanggilnya, “Sevika, ayo pergilah, jangan ditunda lagi”. Dengan enggan bercampur cemas Dharma membalikkan badan, berfikir dengan wajah tegang untuk bisa keluar dari masalah yang ada di depan matanya.

Pelan, Dharma melangkah di lorong bersama pelayan lainnya. Wajahnya terlihat berfikir dengan gelisah. Sementara itu, di dalam sebuah ruangan, Bindusara memperhatikan dengan seksama pelayan wanita yang berhenti di hadapannya. Wajahnya gelisah memperhatikan wajah pelayan wanita yang berbaris dan menghadap satu persatu, tapi yang dicarinya belum terlihat. Pelayan yang sudah dilihatnya, dipersilahkan untuk meninggalkan tempat itu dengan cara berputar, keluar ke pintu satunya, jadi tak ada pelayan yang akan lewat pemeriksaan. Di lorong, Dharma melangkah sangat pelan dengan wajah sangat gelisah.

Ashoka #100 episode 90 05

Charumitra memasuki ruangan, berdiri di sebelah Bindusara, “Yang Mulia kau memanggil semua pelayan wanita kemari, apa yang terjadi”. Bindusara menunjukkan wajah terganggu.

Di lorong, Dharma sudah semakin dekat dengan ruangan Bindusara melihat wajah pelayan wanita satu persatu. Charumitra bermaksud menawarkan diri membantu Bindusara, “Kau bisa beritau aku, mungkin saja aku bisa membantu”. Dharma dengan menutup wajah dengan selendang, sudah masuk antrian pelayan yang akan menghadap Bindusara.

Bindusara memperhatikan setiap pelayan yang berhenti di depannya dengan wajah semakin tegang. Charumitra yang tak digubris, berdiri dengan wajah cemberut. Sementara Dharma diujung antrian semakin menyembunyikan wajahnya dibalik selendang. Dan wajah Bindusara semakin tegang karena begitu banyak pelayan yang dilihat, belum satupun orang yang dicarinya, wajahnya gelisah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan