Ashoka: Janji Dharma & Bindusara Disaksikan Rembulan di Hari Ganga Dussehra, Ashoka Penasaran Siapa Ayahnya


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Yang Mulia Bindusara minta ma’af atas penghinaan yang dilakukan Sushima pada Chanakya. Dan Ashoka ditawarkan jadi panglima, Chanakya hanya memanfaatkan nama Siyamak sebagai pewaris Magadh. Chanakya menjelaskan pada Ashoka yang kebingungan, jika tawaran panglima diterima, itu merupakan kesempatan Ashoka melindungi tanah air dan juga memberi keamanan pada ibunya. Dewi Dharma yang sangat rindu memeluk Ashoka, datang ke kamar Ashoka.

Ashoka #91 episode 81 00

Sinopsisi serial Ashoka #91 (episode 81), Ashoka melangkah mendekati ibunya yang menangis, memeluknya. Dharma menggumamkan nama Ashoka dalam tangisnya, “Ashoka”, memeluk putranya itu erat. Ashoka kemudian merenggangkan pelukannya, menatap ibunya yang masih tergugu dalam tangis, “Bu, katakan sesuatu”. Dharma malah semakin tergugu.

Ashoka menyentuh dagu ibunya, “Ibu, aku jauh dari ibu karena aku tidak berani, aku tidak bisa memenuhi janjiku pada ibu, aku tidak bisa menghirmati restu ibu. Saat ini dalam keadaan itu aku merasa sudah kehilangan hak atas kasih sayang ibu”, Ashoka juga berkaca-kaca. Dharma menyentuh dagu Ashoka, “Kasih sayang orang tua tidak tergantung pada kalah dan menang, mereka hanya bisa mengasihi, dan dia hanya ingin memeluk putra tercintanya”.

Ashoka #91 episode 81 01

Ashoka menatap ibunya dengan wajah semakin merasa bersalah, “Karena itulah aku katakan, ma’afkan aku bu. Ini adalah akibat dari hidup ditengah-tengah siasat, iri hati, kejahatan dan kebencian. Setiap ingin berjalan pada jalan kebenaran, orang disini tak ada yang mengijinkan. Disini, tidak ada yang membimbing. Disini apa yang dipikirkan oleh seseorang tidak bisa dipahami”. Dharma berhenti menangis, mendengar semua beban perasaan yang diutarakan Ashoka.

Ashoka dengan mata berkaca, terus mengungkapkan sesak di dadanya, “Dan dia, Acharya Chanakya, dia juga menghentikanku memberitau kebenaran tentang Sushima. Dia tidak membiarkan aku memberitau apa saja yang sudah dilakukan Sushima. Bagaimana dia meraih kemenangan, kalau tidak, aku yang akan menang, aku tidak akan diperlakukan tidak adil”, dengan wajah sedih bercampur kesal.

Dharma menenangkan Ashoka, “Inilah yang terbaik”. Ashoka tetap kesal tapi mulai lega, “Acharya tidak memberiku keadilan. Tapi dia mencegah Sushima untuk menjadi pewaris, kalau tidak, Yang Mulia melakukan kesalahan besar”. Dharma menatap Ashoka, ternyata, ke khawatiran putranya itu lebih kepada sosok Bindusara yang dihormati Ashoka, akan melakukan kesalahan. Ashoka balas menatap ibunya, wanita penyemangat dalam hidupnya.

Ashoka #91 episode 81 02

Di istana, di ruang makan, Yang Mulia Bindusara bertanya pada Siyamak yang duduk di dekatnya, “Baiklah Siyamak, kalau kau menjadi penguasa Magadh, apa yang akan kau lakukan”. Siyamak dengan penuh keyakinan memberikan jawaban, “Melayani rakyat, kebaikkan mereka adalah kebaikanku. Aku akan menjalin hubungan baik dengan kerajaan tetangga, akan menguatkan pasukan dan pembelajaran Acahrya Chanakya akan menjadi sandaran untuk ke kuasaanku”. Bindusara mengangguk-angguk mendengar jawaban Siyamak, Khorasan tersenyum senang.

Putri Agnishikha memberi respon atas pernyataan Siyamak dan situasi yang dilihatnya dengan kata-kata bersayap,, “Kalau mengetahui masa depan, maka rasanya, impian orang jadi bahan tertawaan dan juga, merasa sedih untuk mereka, bukankah begitu?”, sambil menatap Helena dengan tersenyum. Helena tersenyum pada calon mantunya.

Yang Mulia Bindusara menatap Justin, “Ternyata kau telah mengajari Siyamak dengan sangat baik”. Justin tersenyum, Siyamak tersenyum lebar. Bindusara menambahkan, “Bukan hanya dalam menggunakan senjata, tapi juga pemikirannya tentang kekuasaan, menunjukkan kematangan yang baik di usianya yang sekarang”. Justin semakin tersenyum senang.

Ashoka #91 episode 81 04

Permaisuri Noor yang baru masuk ruangan langsung merespon pernyataan Bindusara, “Itu sudah pasti”. Justin menatap kedatangan Noor dengan senyum terpana. Khorasan memperhatikan sikap yang ditunjukkan putrinya itu. Bindusara tersenyum melihat kemunculan Noor. Noor terus melangkah ke hadapan meja Bindusara. Senyum diwajah Agnishikha menghilang, begitu juga dengan wajah yang ditunjukkan Justin.

Permaisuri Noor yang sudah dihadapan meja Bindusara, bicara, “Kau berkata benar Yang Mulia, pangeran Justin selalu memperhatikan pendidikan Siyamak”. Bindusara menundukkan pandangan berfikir. Justin sedikit tegang, Siyamak hanya mendengar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Janji Dharma & Bindusara Disaksikan Rembulan di Hari Ganga Dussehra, Ashoka Penasaran Siapa Ayahnya

  1. Ping-balik: Ashoka: Mencari Tau Tentang Ayahnya, Justin Mengaku Sangat Mencintai Noor, Pertanda Setangkai Teratai | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s