Ashoka: Ditawarkan Jadi Panglima, Chanakya Hanya Memanfaatkan Nama Siyamak Sebagai Pewaris Magadh


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Saat meminta menunda pengangkatan Sushima sebagai pewaris, Chanakya menjelaskan pada Yang Mulia Bindusara bahwa anaknya yang lain juga layak sebagai pewaris. Mendengar hal tersebut, Sushima yang emosional mengambil pedang Chandragupta dan mengarahkannya ke leher Chanakya. Melihat itu, Yang Mulia Bindusara menyadari, kalau Sushima belum layak menjadi pewarisnya. Bindusara menempleng Sushima, pedang ditangan Sushima terlepas, disambut Ashoka, hingga tak sampai terjatuh. Bindusara menghukum Sushima dengan mengambil kembali hak kepemilikan pedang Chandraguptra dari tangan Sushima.

Ashoka #90 episode 80 00

Sinopsis serial Ashoka #90 (episode 80), Yang Mulia Bindusara yang masih merasa tidak enak hati atas prilaku putra sulungnya, masih bicara, “Acharya Chanakya, kau pembimbing Magadh, aku sangat sedih atas prilaku buruk yang ditunjukkan putraku, aku malu”. Ashoka yang berdiri disebelah kiri Chanakya ikut memahami kesedihan yang dirasakan Yang Mulia. Dharma memperhatikan dengan wajah tegang dari balik selendangnya, dari tempatnya berdiri sebagai pelayan pangeran Dhrupad, ia mengamati kondisi Ashoka yang belum mau menemuinya.

Noor mendengar apa yang diucapkan Bindusara dengan wajah terangkat, karena kesempatan untuk Siyamak terbuka kembali. Siyamak yang berdiri di sebelah kanan Chanaky tercenung. Yang Mulia Bindusara terus menyampaikan keresahannya, “Menghina seorang guru bukan hanya kejahatan, tapi dosa besar, dan ini terjadi dihadapanku pula. Untuk itulah aku minta ma’af padamu”, sambil mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada dan menundukkan kepala.

Ashoka #90 episode 80 01

Ashoka memperhatikan cara Chanakya merespon rasa bersalah seorang penguasa. Chanakya tetap menunjukkan wajah tenang, “Apa yang anda lakukan Yang Mulia”. Ashoka tersenyum, ia kemudian melihat ke arah Yang Mulia Bindusara yang kemudian menurunkan tangannya dan mengangkat kepala sambil bicara, “Ini adalah sebuah pesan Acharya. Bagi seluruh Magadh, bahwa orang yang sangat dihormati oleh sang penguasa sendiri di kerajaan ini, orang itu tidak boleh dihina oleh siapapun juga”. Siyamak menunjukkan wajah keras dengan tatapan tertunduk. Ahankara menundukkan pandangan dengan wajah sedih.

Mendengar pesan tegas Yang Mulia Bindusara, Maha Amartya Calata mohon diri sambil menjura hormat, “Ma’af Yang Mulia, aku ada urusan penting, jadi sekarang aku mohon ijin”. Yang Mulia Bindusara menganggukkan kepalanya. Calata membalas hormat, kemudian meninggalkan ruang pertemuan. Noor menunjukkan wajah tersenyum.

Ashoka #90 episode 80 03

Di ruangan Charumitra, Sushima yang sudah tenang merapatkan tangan di depan dada, mengucap ma’af pada Charumitra, “Ma’afkan aku ibu”. Charumitra yang berdiri menyamping Sushima merespon dengan wajah kesal, “Biarkan aku berpikir dulu”. Sushima menatap tak berdaya dengan wajah keras yang ditunjukkan ibunya.

Calata yang minta ijin dari ruang pertemuan dengan alasan urusan penting, memasuki ruangan Charumitra, memberi sikap horamat, walau Charumitra berdiri dengan posisi membelakangi pintu masuk, “Permaisuri, apa yang terjadi tadi telah membuat Yang Mulia menjadi sangat marah. Pertama-tama kita harus menenangkan Yang Mulia terlebih dahulu, karena itu, apapun yang dilakukan oleh pangeran untuk membenahinya, maka itu tugas pangeran sendirilah yang harus memperbaiki semua prilakunya dihadapan Yang Mulia Raja”, sambil lirik Sushima.

Charumitra yang dari tadi berpikir merespon, “Yang kau katakan itu benar Maha Amartya”. Charumitra menatap putranya, “Sushima harus minta ma’af pada Acharya Chanakya, dan itupun dihadapan semua orang”. Sushima hanya bisa diam dengan wajah merengut tak berdaya. Charumitra memberi perintah pada Calata, “Kau yang akan menentukan waktu dan tempatnya. Sebelumnya aku harus mengatur kondisi dan membujuk Yang Mulia untuk ini”.

Sushima dengan nada pasrah bersuara, “Semuanya ada ditangan ibu”. Charumitra menatapnya dengan wajah masih sangat kesal, “Tentu saja! Karena setiap kali kau tidak mematuhi ku! Kau telah menyesal, ingat itu! Sushima, belajarlah untuk mengendalikan dirimu. Pergi, cepat temui Ahankara dan tenangkanlah dirimu, jangan seperti ini. Aku mau lihat, siapa yang berani untuk menjadi pewaris tahta Magadh ini”. Sushima hanya menatap ibunya yang masih sangat kesal.

Ashoka #90 episode 80 05

Di ruang pertemuan, semuanya tetap dalan posisi berdiri, Yang Mulia Bindusara terus bicara, “Mengangkat Sushima sebagai pewaris, bisa jadi adalah kesalahan terbesarku Acharya, *Ahankara menarik nafas, Justin berpikir, Helena melirik mengawasi*, Setelah apa yang terjadi hari ini, aku mulai ragu, apakah dimasa mendatang Sushima bisa layak, atau tidak sebagai seorang pewaris”. Noor tersenyum tipis.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Ditawarkan Jadi Panglima, Chanakya Hanya Memanfaatkan Nama Siyamak Sebagai Pewaris Magadh

  1. Ping-balik: Ashoka: Janji Dharma & Bindusara Disaksikan Rembulan di Hari Ganga Dussehra, Ashoka Penasaran Siapa Ayahnya | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s