Ashoka: Noor, Anak Yang Tidak Dihormati Tidak Bisa Maju! Pertandingan Dalam Labirin, Ashoka Melihat Pedang Chandragupta


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Sushima yang sangat ingin memenangkan pertandingan, melakukan semua cara agar hanya dia saja yang berada dalam pertandingan sampai akhir, bahkan sahabatnya, Indrajit dan Subahu, selain harus menyingkir demi kemenangannya juga diminta menghadang langkah Ashoka, tapi usahanya itu tak menyurutkan tekad Ashoka, bahkan Subahu terpengaruh oleh semangat positif yang ditularkan Ashoka. Sushima perintahkan teman keluar pertandingan, Ashoka sampai tahap akhir dan berjanji dialah yang akan mendapatkan pedang Chandragupta Maurya.

Ashoka #83 episode 73 00

Sinopsis serial Ashoka #83 (episode 73), Siyamak tetap berdiri kaku setelah Yang Mulia Bindusara keluar ruangan, wajahnya sangat sedih, karena tak ada satupun yang mencoba mendengarkan alasannya dan mencari tau, kenapa dia sampai memilih kalah dan keluar pertandingan.

Noor yang sebelumnya menahan marah karena kemunculan Charumitra dan Bindusara, melangkah menghampiri Siyamak, memegang lengannya, menyeretnya, mendorongnya kembali ke bangku sebelumnya dia diinterogasi. Siyamak mengaduh kesakitan.

Noor tetap tak memperhatikan, ia dengan marah memegang pundak putranya itu, mengguncangnya, “Siyamak dengar! Kau tau, ayahmu itu punya putra-putra yang lain untuk menyelamatkannya dari rasa malu. Rasa malu yang saat ini aku rasakan, iya Siyamak, iya, dia punya putra-putra lain yang bisa memenuhi harapannya! Tapi aku, aku hanya punya dirimu, hanya kau saja!”.

Ashoka #83 episode 73 01

Siyamak tertunduk. Noor yang berdiri dihadapannya dengan tangis bercampur marah masih saja bicara, “Dan kau, apa yang kau lakukan Siyamak, kau membuatku jadi malu! Kenapa! Katakan kenapa!”.

Noor melihat ke kaki Siyamak yang terluka, “Apa kau, kau tidak bisa menahan rasa sakit sepelemu ini?! Kau tau?! Ketika kau akan dilahirkan, aku menahan rasa sakit yang luar biasa! Dan jika aku tidak menahan rasa sakit itu, apa akibatnya untukmu! Ayo jawab!”.

Siyamak memegang lengan Noor, “Ma’afkan aku bu, ma’afkan aku”. Noor menepiskan tangannya yang dipegang Siyamak dengan kasar, “Lepaskan aku! Dan pergi kau dari pandanganku! Bila aku masih melihatmu, aku merasakan kekalahanku, aku merasakan kegagalanku. Pergi, pergi kau dari sini!”, sambil menarik Siyamak dan mendorongnya.

Ashoka #83 episode 73 03

Siyamak hampir terjatuh membentur bangku yang ada, Khorasan yang masuk langsung menangkapnya, “Siyamak! Anakku, kau tidak apa-apa?”. Siyamak menjawab marah dengan menahan tangis, “Aku tidak butuh belas kasih siapapun!”, sambil menepis tangan kakeknya dengan kasar juga, kemudian bergegas keluar ruangan. Khorasan berteriak memanggil, “Siyamak!”. Siyamak tak mengubris, ia terus berjalan keluar ruangan dengan marah.

Khorasan menatap Noor dengan geram, “Keterlaluan!”, sambil melangkah mendekat, “Apa kau sudah gila! Apa kau mau bunuh anakmu! Kau tidak bisa menjadi milik suamimu, setidaknya, jadilah milik putramu!”. Noor menjawab tak kalah sengitnya, “Iya telah menyerah kalah dalam pertandingannya sendiri!”.

Khorasan mengingatkan Noor, “Kalau saja, kau lebih memperhatikan putramu! daripada selingkuhanmu itu, ini tidak akan terjadi!”. Noor menatap ayahnya dengan tajam. Khorasan masih bicara, “Impianku untuk mengukuhkan kekuasaanku ditahta Magadh! Tapi ini menjadi sangat berbahaya gara-gara kau!”. Noor membela diri, “Itu salah! Benar-benar salah! Aku sudah berusaha keras, apa kekuranganku dalam usaha itu!”.

Khorasan memberitau kekurangan putrinya itu, “Anak yang tidak dihormati oleh ibunya, mana bisa melangkah maju! Ibu yang lebih mementingkan syaratnya ketimbang kasih sayang pada putranya! Anaknya pasti akan kalah sebelum bertanding! Siyamak bukan boneka, dia harapanku, dia keyakinanku untuk mencapai tahta Magadh. Dan jika, ada yang jadi penghalang antara aku dan tahta Magadh! Maka aku akan membunuh dia! Walaupun itu anakku sendiri!”, sambil melototkan mata ke Noor, kemudian beranjak keluar ruangan.

Ashoka #83 episode 73 05

Noor berdiri dengan wajah menahan marah, kemudian mengambil teko air yang ada di meja di dekatnya, menyiramkan ke kepalanya sendiri, terbayang ucapan ayahnya, ‘Anak yang tidak dihormati oleh ibunya, mana bisa melangkah maju! Ibu yang lebih mementingkan syaratnya ketimbang kasih sayang pada putranya! Anaknya pasti kalah sebelum bertanding!’. Noor kemudian melemparkan sisa air di teko ke tempat tidur di depannya, seakan ingin menyiram kotoran yang ada.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Noor, Anak Yang Tidak Dihormati Tidak Bisa Maju! Pertandingan Dalam Labirin, Ashoka Melihat Pedang Chandragupta

  1. Ping-balik: Ashoka: Mendapatkan Pedang Candragupta di Pertandingan Labirin, Menyelamatkan Sushima, & Bertarung Dengan Macan | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s