Ashoka serial  #81 episode 71 20

Di area pertandingan, Ashoka yang terus berlari, terpaksa menghentikan langkahnya melihat Indrajit berdiri di depannya dengan memegang pedang di tangan kiri dan kanan, dengan tatap tajam. Ashoka dengan mata awas memperhatikan. Ashoka melirik langit arah Barat, matahari sudah terlalu condong, waktunya sedikit.

Indrajit bicara, “Kalau pertandingan ini hanya Sushima yang berhak untuk menang!”. Ashoka menjawab tegas, “Pertandingan bukan dimenangkan dengan hak tapi dengan kelayakan!”. Indrajit tak menyerah, “Dia punya kelayakan Ashoka”. Ashoka memberitau, “Kalau dia layak, mestinya dia disini, bukannya dirimu! Orang yang menyuruh seseorang berbuat jahat, dia bukan teman, tapi egois. Kalau kau memang yakin bahwa sahabat mu itu akan menang, maka menyingkir dari jalanku!”.

Indrajit menatap Ashoka tajam. Ashoka bergumam sendiri, “Aku juga buang-buang waktu saja! Temannya orang bodoh, mana mungkin pintar!”, sambil menatap Indrajit di depannya. Indrajit terpancing, sifat songongnya muncul, “Aku akan perlihatkan, siapa yang bodoh dan siapa yang pintar!”. Ashoka bersiap menunggu.

Ashoka serial  #81 episode 71 28

Indrajit melangkah kehadapan Ashoka, mengayunkan pedang ditangannya. Ashoka merunduk, melompat dengan tubuh seperti sangat enteng. Indrajit menyabet arah kaki, Ashoka jungkir menghindar dengan tangan sebagai tumpuannya, menapakkan kakinya kembali, membalikkan badan dengan cepat. Indrajit terus menyerang, Ashoka yang tak punya senjata hanya memanfaatkan kecepatan, kegesitan tubuhnya dalam menghindar juga dibantu ketepatannya berpikir.

Indrajit tak menyerah, terus menyerang Ashoka dengan dua pedang ditangan. Ashoka meliukkan tubuhnya, jungkir balik menghindar dari satu serangan. Ashoka menarik selendang di tubuh Indrajit, menggunakan selendang itu untuk menahan serangan pedang Indrajit dengan cara menarik pedang dengan bantuan selendang. Kedua pedang ditangan Indrajit berhasil dijatuhkan Ashoka dengan bantuan selendang itu dan melakukan serangan balik pada Indrajit.

Indrajit terjatuh, Ashoka membalikkan tubuh Indrajit menahan dengan mendudukinya, memegang rahang Indrajit dengan kuat, bicara dengan nada geram, “Mau meniup terompet atau tidak!”. Indrajit tak berdaya melihat wajah Ashoka yang serius, ia pun meniup terompet. Wajah Ashoka kembali tenang, berdiri, melepaskan tindihannya pada tubuh Indrajit. Ashoka melanjutkan larinya. Indrajit duduk, menatap Ashoka yang sudah berlari semakin menjauh.

Ashoka serial  #81 episode 71 30

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Ashoka sampai di titik terakhir pertandingan tahap ketiga dengan wajah lega, “Pangeran Siyamak, aku telah menepati janjiku, aku sudah sampai pada tahap akhir”. Sushima menatap Ashoka yang berhasil menyusulnya dengan kesal, ia menyalahkan dua temannya, “Indrajit dan Subah, mereka semua tidak layak!”. Sushima melangkah mendekat, berdiri sejajar Ashoka. Ashoka melirik tajam ke Sushima, mereka bertatapan berhadapan dalam jarak tertentu. Prajurit yang bertanggung jawab di poin itu memberitau, “Besok pagi, kalian berdua harus memasuki labirin itu”. Ashoka dan Sushima melihat ke arah labirin yang dimaksud. Si prajurit menambah penjelasannya, “Siapa yang berhasil keluar terlebih dahulu maka dialah yang akan mendapatkan pedang Yang Mulia Chadragupta Maurya”. Ashoka berpikir serius.