Ashoka serial  #81 episode 71 18

Para Acharya muncul. Kepala sekolah bersuara, “Siyamak”. Siyamak yang menangis menoleh. Ashoka melepaskan pelukan sahabatnya itu. Kepala sekolah cemas, “Kau tidak apa-apa nak?”. Akramak mengambil tindakan cepat, “Prajurit, cepat kau bawa Siyamak ke klinik”.

Prajurit mendekati Siyamak duduk. Ashoka membantu prajurit mendirikan Siyamak. Setelah berdiri dengan kaki yang terasa sakit, Siyamak berkata pada Ashoka, “Ma’afkan aku teman, aku membawa terompetmu”. Ashoka kaget, melihat ke pinggangnya, terompetnya sudah tak ada. Ashoka menoleh ke Siyamak yang langsung bersuara, “Sekarang kau tidak bisa keluar dari pertandingan”.

Ashoka menatap Siyamak dengan haru. Kepala sekolah dan Akramak menatap dua muridnya yang bekerjasama dan saling support dengan baik itu. Tripha Acharya menatap tak senang. Siyamak masih bicara pada Ashoka, “Aku berharap kau menang”.

Ashoka menjawab dengan percaya diri, “Tentu pangeran Siyamak. Kita akan bertemu lagi setelah pedang itu, ada padaku”. Siyamak yang dibantu berdiri oleh prajurit tersenyum. Kepala sekolah dan Akramak memperhatikan tekad di wajah Ashoka. Ashoka menatap arah yang akan ditempuhnya dengan tatapan mata singanya, “Hidup ibu pertiwi”. Kemudian berlari kencang, diikuti tatapan para gurunya.

Ashoka serial  #81 episode 71 19

Alam seperti memberikan restunya pada tekad Ashoka. Angin bertiup menggerakkan dedaunan kering ditanah yang seperti memberi jalan pada kaki Ashoka untuk melangkah dan berlari lebih cepat. Daun-daun di pohon menggugurkan diri seperti memberika energi yang dimilikinya pada Ashoka yang berlari dibawah. Ashoka berlari dengan langkah lebar dan ringan. Raja Hutan berlari dengan restu semua makhluk hutan.

Bumi Ashoka yang dilewati langkahnya seperti membantu dengan energi tambahan, sehingga larinya terlihat ringan. Ashoka melompati batu, menaiki bukit, melewati tanah kosong berdebu, tapi semua seperti memberi semangat tenaga pada larinya.

Ashoka terus berlari, ia berhasil melewati satu kelompok Sushima yang paling belakang. Si teman terguling ke tanah yang agak miring, kemudian meniup terompet, tergeletak kelelahan. Ashoka yang terus berlari dengan cepat seperti dituntun alam, melewati Subahu yang berlari terengah. Subahu yang mulai pertandingan jauh lebih awal tanpa mau membantu Siyamak, terbelalak kaget melihat Ashoka melewatinya, “Ashoka? Bagaimana dia di depan secepat ini?”.

Ashoka terus berlari dengan restu alam mengiringinya. Salah satu temannya satu timnya, yang berangkat duluan bersama Subahu, terjebak dalam jaring yang tergantung di pohon, melihat kedatangan Ashoka, ia bersuara dengan harap, “Ashoka! Bantu aku Ashoka!”. Ashoka yang berlari sepertinya tak terhubung dengan suara atau apapun yang dilewati disekitarnya, selain hubungan dengan alam dan tujuannya di depan. Ashoka tak mendengar suara apapun lagi.

Si teman yang tergantung di jaring pohon terpana melihat Ashoka tak mengurangi kecepatan larinya, ia pun bergumam, “Kalau kau tidak membantu aku, apalagi orang lain”. Anak itupun memilih meniup terompetnya sebagai tanda keluar dari pertandingan.

Ashoka serial  #81 episode 71 21

Sushima yang berlari di dampingi Indrajit mendengar suara terompet dalam jarak yang berdekatan, mereka pun menghentikan lari dengan heran. Indrajit bersuara, “Satu persatu mulai keluar dari pertandingan. Apa yang terjadi?”. Sushima yang berkacak pinggang juga berpikir dengan bingung, tiba-tiba, ujung matanya melihat ka satu arah. Indrajit juga melihat ke arah yang ditatap Sushima. Indrajitpun terpana, di kejauhan, Ashoka sedang berlari menuju arah mereka dengan sangat cepat.

Sushima terpana, langkah Ashoka menapak satu-satu di bumi dan terangkat seperti membawa energi tambahan baru. Sushima menyentuh lengan temannya, “Indrajit, hari ini persahabatanmu akan diuji. Bagaimanapun juga, hentikan Ashoka disini. Setelah aku duduk di tahta, aku akan menjadikanmu sebagai orang terkaya di Magadh”. Indrajit dengan patuhnya merespon, “Pangeran Sushima, lanjutkanlah”. Sushima mengangguk bak raja berkuasa pada Indrajit, kemudian berlari meninggalkan tempat itu. Indrajit menatap arah Ashoka dengan tatap siap menunggu.

Ashoka serial  #81 episode 71 22

Di ruang rapat Magadh, wanita pembuat krim untuk Agnishikha yang dipanggil oleh Noor, dihadapkan di hadapan sidang. Si wanita menatap Yang Mulia Bindusara dengan wajah pucat. Justin duduk dibangkunya dengan wajah tertunduk. Noor duduk di bangku sebelah ibu suri Helena.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :