Ashoka: Dharma Selamat Dari Tuduhan, Ashoka Mengajarkan Arti Persahabatan Dalam Pertandingan, Kemenangan Milik Orang Yang Layak


Serial Ashoka episode sebelumnya, Siyamak yang walau kakinya terluka, tetap semangat, “Luka apapun tidak bisa menghancurkan kepercayaan ibuku”. Ashoka menyemangati, Suyamak akan bisa menyelesaikan pertandingan. Tapi dua teman dalam kelompoknya, Subahu dan Dandan menganggap Siyamak sebagai beban kelompok, mereka jalan duluan, Ashoka tak percaya dengan sikap yang ditunjukkan dua teman dalam kelompoknya. Sushima datang mencemooh, yang satu kakinya goyah yang lainnya patah semangat. Ashoka tak menyerah, ia pun menggendong Siyamak dipunggungnya melewati tahap pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Agnishikha yang melaksanakan ritual, ternyata krim yang dioleskan ke wajah dan lengannya membuat kulitnya terasa terbakar. Helena menuduh Noor yang melakukan, Noor justru menuduh Dharma, yang dengan sigap tau cara mengatasi rasa sakit Agnishikha dengan membuatkan salap. Sebagai pelayan, darimana Dharma tau cara mengobati.

Ashoka serial  #81 episode 71 00

Sinopsis serial Ashoka #81 (episode 71), Noor berbicara dengan nada tinggi yang menuduh Dharma, “Katakan! Jawab aku pelayan! Bagaimana kau tau tentang pengobatannya!”. Dharma terkejut mendapat tuduhan seperti itu dan bingung cara menjelaskannya. Agnishikha sendiri yang sudah dibantu mengatasi rasa sakit seperti terbakar juga ikutan bingung menatap Dharma dan Noor bergantian.

Permaisuri Subrasi yang biasanya tenang, lembut, bresuara keras pada Noor, “Permaisuri Noor! Mencurigai pelayanku itu berarti mencurigai aku juga! Dan aku tidak bisa terima hal ini!”. Dharma jadi bingung melihat dua permaisuri itu, satu menyalahkannya, satu membelanya. Subrasi masih bicara, tak terima, “Kalau memang pelayanku memang berniat untuk melukai Agnishikha seperti ucapanmu, kenapa dia akn mengobatinya?!”. Noor tak bisa memberikan alasan.

Ashoka serial  #81 episode 71 02

Putri Agnishikha ikut nyahut, “Aku mencurigaimu permaisuri! Tidak diragukan, pasti kau yang melakukannya, *semua menatap Noor*, Kau melakukan semua ini supaya wajahku menjadi buruk sebelum pernikahanku!”.

Noor yang terkejut disalahkan balik oleh Agnishikha, berkelit dengan suara tak kalah kerasnya, “Cukup Agnishikha! Aku bisa mengerti kau kesakitan saat ini, dan apapun yang terjadi adalah hal yang buruk! Tapi itu bukan berarti! Kau bisa mencurigai diriku!”. Agnishikha menatap Noor tajam penuh kemarahan, begitu juga dengan tatapan Ahankara yang berdiri di sebelahnya. Helena juga menatap Noor dengan tatap curiga. Wanita pembuat krim mengintip, mengamati situasi dengan wajah cemas.

Noor masih bicara dengan nada tinggi, “Kau harus ingat satu hal! Aku adalah istri Yang Mulia Bindusara, dan aku tidak butuh melakukan hal yang serendah ini! Aku bahkan memanggil seorang wanita dari negeri lain untuk membuatkan krim ini!”.

Helena nyahut, “Mana wanita berpengalaman itu!”. Wanita pembuat krim yang dari tadi mengintip, langsung berusaha kabur. Noor berteriak sebagai bentuk penyelamatan dirinya, “Itu dia!”. Noor dan Charumitra terpana melihat si wanita berlari mau kabur, tapi dua orang prajurit wanita memegang lengan wanita itu di kiri dan kanan dan membawanya kehadapan mereka yang saling mencurigai itu.

Agnishikha menatap tak percaya pada wanita yang berhasil ditangkap. Helena yang ahli bersiasat menatap wanita itu dengan tatapan mencoba mencari tau. Dharma heran melihat wanita yang berani sekali berbuat nekat, tapi masih di tempat itu. Ahankara menatap wanita pembuat krim dengan tatapan ingin tau. Helena bersuara, “Cepat bawa dia kehadapan Yang Mulia di aula!”.

Si wanita menggelengkan kepalanya dengan ketakutan. Helena menjelaskan maksud pertintahnya, “Disana, dia akan mengakui sendiri, kenapa dia melakukan kejahatan ini dan atas permintaan siapa”. Semua yang hadir menatap si wanita dengan rasa ingin tau, kecuali Noor yang terlihat lega karena sudah tak terpojok lagi. Dharma mengernyitkan wajah dengan tatapan tercenung.

Ashoka serial  #81 episode 71 03

Sementara itu, di area pertnadingan tahap ketiga, Ashoka masih berlari menggendong Siyamak dipunggungnya, keringat sudah mengucur di tubuhnya. Siyamak tak tega, “Kau istirahat dulu Ashoka”.

Ashoka menolak, “Tidak. Kita masih jauh dua mill dari tempat tujuan, kalau kita berhenti kita tidak akan sampai sebelum matahari terbenam”. Siyamak mencoba cara lain, “Tapi Ashoka”. Ashoka yang terus berlari menjelaskan alasananya, “Kita tidak bisa membiarkan pangeran Sushima menang dengan mudah. Kau dan aku akan mengalahkan pangeran Sushima, baru janji yang kau ikrarkan pada ibumu akan bisa kau tepati dan janjiku pada ibu pertiwi, mengalahkan pangeran Sushima adalah kemenangan kita juga”.

Siyamak tidak bisa melunturkan semangat Ashoka untuk berhenti barang sejenak, ia pun membathin, ‘Disatu pihak, kakakku untuk mengalahkan dia tega sekali memanahku, dan dipihak lain ada Ashoka yang lebih mencemaskanku daripada dirinya sendiri”. Siyamak memperhatikan Ashoka yang menggendongnya di belakang, walau lelah, tapi semangatnya tetap terjaga.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Dharma Selamat Dari Tuduhan, Ashoka Mengajarkan Arti Persahabatan Dalam Pertandingan, Kemenangan Milik Orang Yang Layak

  1. Ping-balik: Ashoka: Sushima Perintahkan Teman Keluar Pertandingan, Ashoka Sampai Tahap Akhir. Noor Bisa Mati Tanpa Cinta Justin & Kekalahan Siyamak | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.