Ashoka: Dharma ke Sekolah Bangsawan, Rencana Sushima, Restu Ibu Menyertai Ashoka


Serial Ashoka episode sebelumnya, Sushima sangat iri sekaligus khawatir dengan masuknya Ashoka kebabak ketiga pertandingan tahunan perebutan pedang Chandragupta, ia bilang itu karena nasib. Ashoka tak terpengaruh, karena menurut ibunya Ashoka: Nasib selalu menyertai orang yang kayak (lolos tahap akhir pertandingan), tingkah para permaisuri saat berkumpul di ruangan permaisuri Subrasi membuat Dharma yang menyamar sebagai pelayan, kesal, karena dihina Charumitra. Sementara itu Sushima mengancam akan membuat Ashoka menyesal. Subrasi tak tahan mendengar permaisuri Charumitra, permaisuri Noor dan putri Agnishika beradu mulut, ia menyuruh Dharma mengajak Dhrupad ke sekolah. Dharma melamun.

Ashoka #71 episode 61 00

Sinopsis serial Ashoka #71 (episode 61), Subrasi mengingatkan Dharma kembali, “Pelayan, ajak Dhrupad ke sekolah”. Dharma menyanggupi, “Baiklah”. Dengan jalan menunduk, Dharma beranjak dari samping Charumitra. Subrasi pun memberitau putranya, “Pergilah Dhrupad”. Dharma membimbing Dhrupad keluar dari ruangan yang penuh persaingan tak sehat antar permaisuri itu.

Charumitra langsung meradang pada Noor yang membela Dharma ikut berpendapat dalam obrolan mereka, “Permaisuri Noor, ada pelayan yang menghina tamu kita, apa itu bisa dibenarkan!”. Noor mengangkat kepalanya ke arah lain. Agnishikha tersenyum karena di dukung Charumitra. Subrasi menunjukkan wajah lelah mendengar para dua permaisuri yang tak hentinya bersaing lewat adu mulut.

Ashoka #71 episode 61 01

Charumitra masih bicara pada Noor dengan nada tinggi, “Apa kau lupa! Putri Agnishikha adalah calon istri pangeran Justin”. Noor menjawab tak kalah tegasnya, “Permaisuri Charumitra! Bagimu dia adalah calon istri Pangeran Justin. Tapi bagiku, dia adalah putri dari musuh kita. Musuh yang dikalahkan oleh Yang Mulia Bindusara dalam perang, bahkan dibunuh!”. Agnishikha menahan geram menatap Noor.

Terdengar teriakan, “Noor!”. Semua menoleh ke arah datangnya suara, ternyata Helena, sedang melangkah mendekat sambil menatap Noor dengan marah. Noor menarik nafas, mengalihkan pandangannya, kemudian berdiri, diikuti Subrasi dan Charumitra.

Helena sudah berdiri di dekat para permaisuri, “Kenapa kau bicara begitu pada calon menantuku, *Agnishikha senyum*, Cepat kau minta ma’af pada Agnishikha sekarang! Saat ini juga! Cepat!”. Noor melotot menatap Agnishikha. Agnishikha tersenyum merendahkan karena ia dibela calon ibu mertuanya. Charumitra dan permaisuri Noor menunggu dan memperhatikan apa yang akah dilakukan Noor.

Helena menatap ke arah Noor yang masih melotot marah, Subrasi sampai menundukkan pandangannya. Noor bukannya mengikuti perintah Helena, malah beranjak keluar, lewat di depan Helena. Helena hanya bisa menatap punggung Noor yang meninggalkan ruangan dengan wajah sangat marah.

Ashoka #71 episode 61 03

Helena melangkah ke hadapan calon mantu, memegang tangan putri Ujjayani itu, “Agnishikha, aku mohon, ma’afkan aku. Noor akan,,”. Agnishikha memotong ucapan Helena, “Ibu suri, kenapa kau yang minta ma’af”. Helena memberitau alasannya, “Tapi, prilaku Noor padamu tidak sopan, itu tidak bisa diterima”.

Agnishikha memanfaatkan kasus itu untuk menarik simpati calon mertuanya, “Prilaku permaisuri Noor seperti itu bukan hal yang baru bukan. Tapi ibu suri, kau jangan khawatir, selama ada kau bersamaku, ucapan siapa saja tidak akan menyingkirkanku dari tujuanku disini”. Helena tersenyum menatap Agnishikha. Agnishikha tertunduk, “Dan, tujuanku, mendapatkan cinta putramu Justin”. Helena memegang pipi Agnishikha sebagai bentuk restu.

Di area akan dibangun istana baru untuk Justin dan Agnishika, pimpinan rombongan Ujjayani mengingatkan anak buahnya yang sedang bekerja. Ada yang menanam barang-barang berharga untuk tujuan mereka, ada yang menggali, ada yang menandai area yang akan dibangun dengan kapur putih, “Ayo cepat! Jangan buang-buang waktu, karena rumah ini, harus siap secepatnya. Kenapa kalian tidak bisa melakukan usaha sekecil ini. Ayo cepat!”.

Ashoka #71 episode 61 04

Di istana, di salah satu ruangan, Raajaajiraaj menerima laporan dari salah satu prajuritnya, “Pekerjaannya berjalan lancar, tapi kami butuh lebih banyak prajurit dan juga barang-barang bangunan untuk istana”. Raajaajiraaj meyakinkan, “Semua itu bisa disediakan. Tapi katakan dulu, apa bahan penting itu cukup”. Si prajurit memastikan, “Anda tidak perlu khawatir”. Rajaajiraaj mengingatkan, “Kau yang bertanggung jawab untuk memastikan hal itu, jangan sampai ada orang luar yang masuk di area pembangunan itu. Apakah kau mengerti”. Si pelapor mengangguk.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Dharma ke Sekolah Bangsawan, Rencana Sushima, Restu Ibu Menyertai Ashoka

  1. Ping-balik: Ashoka: Marah, Tau Dharma (Ibunya) Masih Hidup, Tapi Menjauh Darinya | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.