Vasunandhar menatap tajam Sushima. Ashoka memperhatikan sahabat barunya itu yang dulu adalah sahabat Sushima yang sudah muak melihat kecurangan Sushima. Subahu kaget melihat sikap Vasunandhar, bukan hanya sekedar membelot ke Ashoka, tapi Vasunandhar rela berbuat apapun untuk membela kebenaran Ashoka. Siyamak tersenyum melihat apa yang ditunjukkan mantan sahabat kakaknya itu.

Sushima, bukannya menghentikan langkahnya. Ia malah mendorong tubuh Vasunandhar dari hadapannya hingga jatuh ke samping. Siyamak terkejut. Sushima yang geram, masih mau melampiaskan marahnya pada Vasunandhar yang sudah terjatuh. Tangan Sushima sudah terayun, Ashoka menahannya dengan kuat.

Ashoka #70 episode 60 17

Sushima menatap Ashoka dengan tatap penuh kemarahan. Ashoka menatap Sushima yang awalnya dengan tatap marah, sekarang tatap biasa aja. Indrajit dan Subahu memperhatikan.

Vasunandhar bangun. Ashoka mengingatkan Sushima, “Aku sudah bilang, jangan jadi iblis”. Sushima mengeluarkan ancamannya, “Kau akan menyesal”. Kemudian melepaskan tangan Ashoka yang menahan lengannya, “Akan sangat menyesal!”. Siyamak dan Vasunandhar memperhatika. Dari pihak Sushima Indrajit dan Subahu juga memperhatikan.

Guru Akramak muncul. Indrajit terkejut, memberitau, “Acharya Akramak”. Ashoka langsung menoleh ke guru yang sudah memberitaunya pentingnya mengendalikan marah. Ashoka menundukkan pandangan. Siyamak menunjukkan sikap biasa. Akramak bertanya formalitas dan memberitau tanpa menyudutkan siapapun dari siswanya, “Apa yang terjadi disini, dengar baik-baik semuanya, *Sushima lirik Ashoka yang juga meliriknya*, Simpanlah amarah kalian. Karena itu akan berguna ditahap berikutnya. Dan ingat baik-baik, yang unggul hanya satu, *Sushima dan Ashoka serentak mengangkat dagu*, Waktu kalian sangat singkat. Pergilah latihan”. Ashoka memberi sikap hormat, kemudian meninggalkan tempat itu. Guru Akramak juga melanjutkan langkahnya.

Sushima bergumam dengan geram, “Aku harus menghancurkan keangkuhan Ashoka! Aku harus memberi pelajaran kepada dia! Dia sekarang sudah masuk tahap akhir, tapi dia tidak akan bisa ikut serta”. Indrajit mengangguk paham. Sushima membalikkan badan melihat ke arah dua temannya, “Aku membutuhkan bantuan kalian”. Indrajit dan Subahu saling lihat, sama-sama mengangguk.

Sushima bergumam, “Hhhm, Bodoh! Katanya di urutan kesebelas, sekarang dia ada diurutan kesepuluh! Dan jika ku singkirkan angka satu, apa yang akan tersisa?”. Sushima lirik dua temannya, “Nol!”. Indrajit dan Subahu saling senyum. Sushima tersenyum sendiri membayangkan rencananya.

Ashoka #70 episode 60 19

Dharma sedang mengejar Dhrupad, “Pangeran, pangeran, tunggu dulu. Ayo, minum dulu susunya. Kalau kau tidak minum susu bagaimana kau akan tumbuh besar”. Dhrupad menahan tangan Dharma, “Tidak, kau harus janji dulu, kau akan ajak aku ke sekolah”. Dharma menatap pangeran yang pemikirannya masih polos itu dengan tatap senyum, “Bagaimana caranya aku akan kesana”. Dhrupad heran, “Kenapa tidak bisa kesana?!”.

Dharma memberi alasan yang memungkinkan, “Aku, masalahnya,,”. Dhrupad langsung memotong dengan ucapannya, “Oya, aku tau! Bagaimana kau sampai kesana tanpa ijin dari ibu. Tapi kalau aku minta ibu, dia pasti akan mengijinkanmu kan”, sambil menarik tangan Dharma dan bergegas berlari. Dharma mengejar, “Pangeran!”.

Dhrupad sudah di depan Subrasi yang sedang duduk. Di ruangan itu juga duduk Charumitra dan permaisuri Noor. Dhrupad bicara pada Subrasi, “Ibu, aku mau ke sekolah, aku mau bertemu kak Sushima dan kak Siyamak!”. Charumitra memperhatikan dengan senyum bangga. Noor melirik.

Subrasi memegang dagu putranya itu, “Dhrupad, ibu sedang sibuk, ini bukan saat yang tepat”. Dhrupad pun menyampaikan misinya sambil melihat Dharma, “Ibu, kalau begitu aku pergi dengan Sevika saja ya”. Dharma mengangguk, “Pangeran ayo, sudahlah”, sambil menggamit lengan Dhrupad agar keluar ruangan tersebut.

Ashoka #70 episode 60 20

Charumitra bersuara, “Hei!”. Dharma menghentikan langkahnya, menoleh dengan bingung. Subrasi, Noor juga bingung apa yang dimaksud Charumitra. Charumitra memperhatikan Dharma dari ujung kaki sampai atas. Dharma tetap menatap Charumitra yang songong itu. Charumitra langsung bicara melihat sosok Dharma, “Apa yang kau perhatikan”. Dharma dengan sopan menjawab, “Tidak, aku minta ma’af. Op, Pangeran Dhrupad”.

Charumitra dengan gaya majikan atas berkata, tak mempedulikan alasan yang akan disampaikan Dharma, “Sini! Pijat bahuku, sakit sekali”. Dharma terpana melihat sikap yang katanya permaisuri pertama itu. Subrasi menarik nafas, tapi tak bisa berbuat banyak. Noor melengos melihat tingkah Charumitra.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :