Radhagupt membalikkan badan, menatap pimpinan yang gendut itu, “Ini adalah Pathaliputra, jadi perintahmu tidak berlaku. dan sesuai perintah yang aku dapatkan, aku pastikan akan memeriksa ini. Bisa saja yang kucari di sembunyikan disini. Kalau tidak kenapa, kenapa kau merasa keberatan jika aku memeriksa yang ini”. Pimpinan rombongan berusaha tenang, “Aku tidak tau apa yang kau cari, tapi apa kau tau isinya. Isinya adalah barang-barang pribadi kebutuhan Raajaajiraaj dan untuk melihatnya,,”.

Radhagupt tetap memerintahkan orangnya, “Ayo cepat periksa”. Pimpinan rombongan bicara pada Radhagupt, “Kau harus membayar mahal kelancanganmu ini, karena aku sendiri yang akan melaporkan hal ini pada Raajaajiraaj”. Radhagupt tak terpengaruh tetap mendekat ke kereta satunya, membuka penutup peti. Pimpinan rombongan memperhatikan. Radhagupt tak menemukan apapun. Pimpinan rombongan tersenyum tipis melihat Radhagupt yang tercenung. Radhagupt mengangkat tangan tanda kereta boleh jalan. Pimpinan rombongan tersenyum lebar, melanjutkan langkahnya bersama rombongannya dengan langkah tenang. Radhagupt berdiri memperhatikan dengan wajah berpikir.

Di ruangannya, Helena mengangkat gelas minumannya, “Radhagupt tidak menemukan apa-apa”. Agnishikha dan Raajaajiraaj tersenyum. Helena melihat heran ke Raajaajiraaj, “Bagaimana mungkin, barang-barangnya masuk, tapi tidak ditemukan, atau barang-barang itu memang belum masuk”.

Ashoka #70 episode 60 12

Di ruangannya, Chanakya menerima laporan Radhagupt. Chanakya menyampaikan kesimpulannya, “Barang-barang itu pasti sudah masuk, tapi kita tidak berhasil mencarinya”. Radhagupt menjelaskan, “Tapi aku sendiri yang sudah melihatnya Acharya, itu cuma, bongkahan batu saja”. Chanakya menatap Radhagupt, “Cuma bongkahan batu?”.

Di bagian lain Pathaliputra, pimpinan rombongan dari Ujjayani yang dicegat Radhagupt di gerbang perbatasan sedang mengawasi pekerja mengelupaskan benda seperti bongkahan batu yang dimaksud Radhagupt. Si pimpinan memerintahkan, “Pisahkan batu-batu ini dari isinya, cepat! Jangan buang-buang waktu sedikitpun. Kita kesini untuk suatu tujuan”. Para pekerja memisahkan benda seperti bebatuan tersebut, di dalamnya bukan batu. Si pimpinan menjelaskan, “Ini adalah barang-barang yang sangat penting untuk tercapainya semua tujuan kita”.

Di ruangan Chanakya, Radhagupt dan mata-mata lain baru ngeh yang dimaksud Chanakya. Seorang mata-mata bicara, “Acharya, masih belum terlambat, mereka masih bisa tertangkap basah jika kita mau”. Chanakya menegaskan, “Tidak! Jangan sekarang, biarkan mereka yakin bahwa rencana mereka sudah berhasil dengan baik. Panggil semua mata-mata kita saat ini juga. Dan perintahkan pada mereka agar mereka selalu mengawasi setiap gerak gerik mereka”. Semua yang diruangan mengangguk paham. Chanakya membaritau satu hal lagi, “Dan anggaplah perang sudah dimulai”. Radhagupt terkejut.

Ashoka #70 episode 60 14

Di halaman sekolah, Sushima, Ahankara, Indrajit dan Subahu sedang berjalan dan berpapasan dengan Ashoka. Ashoka menatap tajam Sushima dan Ahankara yang kemaren sore dan tadi sudah menghinanya. Siyamak juga menatap rombongan kakaknya itu dengan wajah tak senang. Sushima menatap Ashoka seakan mau meremukkan Ashoka, tapi kalau satu lawan satu akan ciut.

Ashoka kemudian tersenyum, bicara dengan tenang, “Sekarang kau pasti sudah yakin, aku bisa berada disini karena kemampuanku sendiri”. Ahankara lirik Sushima. Ashoka mengangkat telunjuknya, “Dan kau mau tidak mau tidak bisa membuatku pergi dari sini”. Sushima ngelesh, “Hari ini nasib membelamu! Tapi,,”.

Ashoka tak membiarkan Sushima melanjutkan ucapannya, ia menjawab cepat dengan nada ringan, “Ibu ku bilang, nasib selalu menyertai orang yang layak untuknya. Aku berada di urutan ke sebelas, tinggal aku singkirkan satu angka saja, aku akan berada diurutan pertama. Sama seperti dirimu”. Siyamak menahan senyum mendengar ucapan Ashoka, begitupun dengan Vasunandhar.

Ashoka #70 episode 60 15

Sushima kehilangan kata-kata, hanya menatap dengan wajah kesal. Ahankara bicara kesal pada Sushima, “Ini adalah kedua kalinya dia membuktikan dirimu salah! Aku tidak ingin melihat hal ini untuk ketiga kalinya!”. Ahankara menoleh ke Ashoka dengan kesal kemudian bernajak dari situ. Subahu dan Indrajit saling lirik saat Ahankara memarahi Sushima. Sushima mengatupkan gerahamnya menahan malu dan juga marah.

Ashoka menatap Sushima sambil melipat tangannya di depan dada. Sushima menatap tajam Ashoka. Siyamak dan Vasunandhar melihat gelagat tidak baik. Sushima melangkah ke hadapan Ashoka. Sebelum sampai, Vasunandhar melangkah di depan Ashoka hingga menghalangi langkah Sushima untuk berbuat tidak baik.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :