Ashoka: Mengendalikan Amarah Adalah Sumber Kekuatan dan Kesabaran & Sasaran Pasti Tercapai (Berhasil Di Perang Buta)


Serial Ashoka episode sebelumnya, walau sudah berusaha keras, Ashokan berhasil berhasil memukul lawan. Ashoka hampir kalah dalam pertandingan perang buta, Dharma berhasil lolos dari kejaran prajurit suruhan Khorasan dengan masuk ruangan permaisuri Subrasi dan pada waktu yang tepat menyelamatkan pangeran Dhrupad yang main lompat aja dari atas almari saat bermain sendiri. Matahari yang terbenam seperti membantu menyelamatkan Ashoka dari kekalahan, ia diberi kesempatan untuk mengulang esok hari.

Ashoka #69 episode 59 00

Sinopsis serial Ashoka #69 episode 59, usai pertandingan, Ashoka membasuh mukanya di sumur. Ashoka bukan hanya ingin membersihkan mukanya, tapi ingin mendinginkan rasa marah dalam dirinya. Ia berhenti sesaat dari kegiatan membasuh muka, bertumpu pada gerabah berisi air tersebut, mengatur nafas, terbayang saat pertandingan tadi, saat ia terjatuh. Ashoka menggumamkan kekesalannya, “Aku tidak bisa melakukan apapun! Tidak bisa!”. Ashoka berhenti sejenak, menarik nafas, mau menambahkan uacapan rasa kekesalannya.

Ashoka #69 episode 59 02

Terdengar suara Chanakya, “Yang penting bukan apa yang tidak kau lakukan”. Ashoka terpana, menegakkan tubuh, menoleh ke arah datangnya suara Chanakya. Chanakya melangkah mendekat, berdiri di depan Ashoka, “Yang penting adalah, apa yang biisaa kau lakukan”.

Ashoka menarik nafas mendengar ucapan Chanakya, merapatkan geraham, berdiri menyamping, menyembunyikan rasa sedih yang dirasakannya, “Mungkin anda belum mengenal rasa takut akan ke kalahan Acharya. Tapi aku tau, kalau besok aku kalah, itu bukan hanya ke kalahanku. Tadi aku sudah sangat dekat dengan ke kakalahan”.

Ashoka menatap Chankya lagi, “Karena itulah, jangan memberitauku arti kalah dan menang, jangan pernah!”. Chanakya menarik nafas, menatap Ashoka dengan tatap teduh, “Aku tau itu nak. Kau menganggap aku telah bersalah atas kematian ibumu, dan karena akulah musibah-musibah yang kau alami, sejak itu membuat aku sangat sedih nak”. Ashoka tertunduk.

Chanakya meneruskan ucapannya, “Tapi nak, akan tiba saatnya ketika kau akan mengetahui kenapa, aku memilihmu. Dan apa niatku dibalik pemilihan itu dan apa tujuanku mungkin nanti kau bisa mema’afkan aku”. Ashoka merespon, “Acharya, apapun yang kulakukan dalam hidup ini, apakah aku akan bisa bertemu kembali dengan ibuku”.

Chanakya menjawab cepat, “Tentu saja bisa nak”. Ashoka tertegun menatap Chanakya. Chanakya menjelaskan maksud ucapannya, “Tapi dalam bentuk ibu pertiwi! Ashoka, apapun yang akan kau lakukan itu adalah demi tanah airmu, demi ibu pertiwi”. Ashoka memperhatikan dan memahami ucapan Chanakya.

Ashoka #69 episode 59 03

Radhagupt muncul dengan tergesa, “Salam Acharya. Aku ingin membahas hal penting dengan anda”. Chanaky kembali menoleh ke Ashoka, melangkah mendekat ke hadapannya, “Apa yang ku katakan, aku harap kau mau memikirkannya”.

Chanakya menaroh tangan kanannya diatas kepala Ashoka, “Semoga kau berhasil nak”. Ashoka hanya menunduk diam. Chanakya membalikkan badan, melangkah menjauh bersama Radhagupt. Ashoka mengangkat kepalanya, sebuah tekad baru terlihat jelas.

Ashoka #69 episode 59 04

Malam hari, di salah satu area latihan, Acharya Akramak sudah diakhir latihan memukul bola-bola yang tergantung, mirip dengan latihan perang buta. Ia menaroh pemukul yang digunakan ke tempatnya. Menaroh tangan di pinggang, berpikir.

Ashoka muncul dengan kedua tanga terkatup rapat di depan dada dan wajah sedih, “Acharya, yang anda katakan benar”. Ashoka melangkah lebih mendekat ke hadapan Akramak, bicara, “Amarah mengacaukan pikiran seseorang dan tanpa memusatkan perhatian aku tidak akan berhasil. Apa anda mau mengajariku memusatkan perhatian dengan cara anda. Aku ingin belajar, aku akan melakukan apapun yang anda minta. Aku pasti akan melakukannya”.

Akramak melangkah kehadapan Ashoka, menatap Ashoka tajam. Ashoka menunjukkan wajah serius yang penuh semangat. Akramak mengangkat tangannya, menampar pipi Ashoka dengan keras. Wajah Ashoka mengeras, matanya menatap dengan penuh kemarahan. Akramak berdiri menatap Ashoka, memperhatikan, tangan Ashoka terkepal, otot-ototnya keluar. Tubuh Ashoka bergetar penuh kemarahan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Mengendalikan Amarah Adalah Sumber Kekuatan dan Kesabaran & Sasaran Pasti Tercapai (Berhasil Di Perang Buta)

  1. Ping-balik: Ashoka: Nasib Selalu Menyertai Orang Yang Layak (Lolos Tahap Akhir Pertandingan), Tingkah Para Permaisuri | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s