Ashoka #67 episode 57 29

Ashoka latihan dengan bola-bola yang digantung di pohon. Ia mencoba memukul bola-bola tersebut dengan mata terpejam, tapi tak ada satupun yang kena. Ashoka bukannya seperti latihan, tapi seperti melampiaskan rasa marah yang tak terucapkan. Akramak memperhatikan sikap Ashoka yang hanya berputar-putar ga jelas dengan tongkatnya. Akramak menggelengkan kepalanya. Ashoka terus memukul tanpa arah, bukannya mengenai bola yang jadi sasaran, tapi wajah Ashoka yang kena oleh ayunan bola.

Akramak bersuara memberi arahan, “Untuk memusatkan perhatian, penting adanya pengendalian diri”. Ashoka yang marah akan keadaan, langsung membalikkan badan menatap guru Akramak, “Pengendalian diri?! Kalau hasil dari pertandingan sudah ditentukan lebih dulu sebelum pertandingan itu mulai! Bagaimana mau mengendalikan diri, Kalau setiap peserta meyatakan bahwa pangeran Sushima yang akan menang. Bagaimana mau mengendalikan diri, jika semua orang disini menganggap aku hina, meski aku berlatih sekeras apapun, semuanya berusaha untuk menjatuhkan aku! Bagaimana aku bisa mengendalikan diriku Acharya!”.

Akramak yang mendengarkan Ashoka mengeluarkan semua marahnya, memberitau, “Dengan memusatkan perhatian pada sasaran”. Ashoka yang masih meradang langsung menjawab, “Kalau begitu Acharya, biarkan aku memusatkan perhatianku pada sasaranku. Dan saat ini sasaranku adalah bola-bola ini”. Ashoka memejamkan mata, mulai memukul lagi, tetap aja tidak mengenai saran, karena dalam dirinya masih penuh dengan kemarahan.

Akramak menarik nafas lemas melihat kemampuan Ashoka. Ashoka semangat berlatih, tapi belum punya dasarnya, bola kembali menghantam wajahnya. Akramak membuang nafas, menggelengkan kepala membatih, ‘entah bagaimana anak ini bisa mengerti’. Akramak meninggalkan Ashoka yang terus berlatih dengan marah tanpa kemajuan.

Ashoka #67 episode 57 31

Di area dapur, di dekat tiang, Dharma dan Kasturi sedang berdiri berhadapan. Kasturi bicara, “Apa yang kulakukan apa kau tidak marah untuk itu”. Dharma memegang tangan Kasturi, “Untuk apa aku marah, kau sudah melakukan hal yang benar, kau sudah jujur pada Acharya”.

Sepasukan prajurit memasuki area dapur, bertanya pada salah satu pekerja, “Mana pelayan baru itu! Dimana dia! Panggil dia!”. Dharma dan Kasturi mendengar suara-suara itu dengan cemas. Kasturi menatap Dharma, “Kau tunggu disini, aku akan melihat dulu”. Kasturi kemudian melihat keluar tiang, ia terkejut saat Khorasan memimpin langsung praajuritnya mencari pelayan baru. Kepala dapur yang memberi sikap hormat mengisyaratkan lewat gerakan kepala tempat Dharma berdiri. Khorasan mengangguk.

Ashoka #67 episode 57 33

Kasturi sangat cemas. Dengan gerak cepat ia membalikkan badan, “Mungkin ada yang tau tentang keberadaanmu, cepat lari, ayo cepat pergi dari sini”. Dharma yang kaget merespon dengan kata, “tidak”, kemudian membalikkan badan, bergegas. Kasturi mencoba menutupi dengan badannya berdiri. Khorasan telah melihat dan memberi perintah, “Tangkap dia!”. Dharma berlari, meraih kain selendang hitam yang tergantung, menarik rak sampai jatuh untuk memperlambat gerakan prajurit yang mengejar.

Kasturi juga mencoba menghentikan prajurit dengan pura-pura bertanya,”Kau mau kemana, tolong beritau aku dulu”. Prajurit malah menepiskan tangan Kasturi dengan keras hingga terdorong ke tiang. Para prajurit berlari mengejar. Kasturi berdiri dengan wajah cemas, menatap ke arah Khorasan dari tempatnya berdiri.

Ashoka #67 episode 57 34

Di ruangan Chanakya, Isvarni datang menghadap, “Acharya, tidak lama lagi pendidikanku akan selesai, aku harap aku bisa membantumu dengan menjadi mata-matamu”. Chanakya tersenyum, “benar sekali, aku sangat yakin, kau juga seperti kakakmu Nirjara, akan menjadi mata-mata disini dan akan mempunyai tempat yang terbaik diantara mata-mata lainnya”. isvarni tersenyum mengangguk.

Satu orang mata-mata pria melapor, “Acharya, satu kelompok pekerja dari Ujjayani sudah berangkat menuju ke Pathaliputra, mereka akan sampai disini dalam dua atau tiga hari. Dan bahan-bahan dari Ujjayani juga akan segera tiba”. Chanakya memberitau apa yang harus dilakukan, “Kita harus mengawasi dengan sangat ketat para pekerja dan juga bahan-bahan yang mereka bawa masuk”.

Kasturi masuk dengan nafas terengah, “Acharya! Shubadrangi, para prajurit sedang mengejar Shubadrangi, aku takut, jangan-jangan ada yang bisa mengenali Dewi Shubadrangi”. Chanakya tercenung. Isvarni terkejut. Kasturi menunggu dengan cemas. Chanakya memberi instruksi, “Kita harus melidungi Dewi Shubadrangi, walau dengan taruhan apapun. Kasturi kau boleh pergi”. Kasturi membungkuk hormat keluar dari ruangan tersebut.

Chanakya melangkah beberapa langkah sambil berpikir, “Jika kami terlambat menyelamatkan Dewi Dharma dari Mir Khorasan maka bisa celaka”.

Ashoka #67 episode 57 35

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Dharma yang lari di kejar prajurit suruhan Khorasan melihat Pangeran Dhrupad sedang melompat dari atas meja, Dharma yang terkejut menangkap pangeran yang sedang memejamkan mata tersebut. Prajurit sampai di ruangan tersebut. Dharma yang masih memangku Dhrupad dan berdiri membelakangi pintu mendengar suara prajurit yang bertanya, “Ada wanita yang kabur dari dapur, apa kau melihat dia”. Dahrma menoleh sedikit. Karena tak menjawab dan melihat ke arahanya, prajurit jadi curiga, “Siapa kau!”, bersamaan dengan munculnya Permaisuri Subrasi, “Ada apa disini”, yang begitu melihat Dharma, juga bersuara kaget, “Siapa kau?”. Dharma semakin terbelalak kaget mendapat pertanyaan itu. Apakah rahasia siapa dirinya akan terbongkar?