Kepala dapur memberitau apa yang dilihatnya, “Sejak beberapa hari banyak hal aneh yang terjadi, dia sering bertemu dengan pelayan baru dan bicara dengan bahsa rahasia. Aku berusaha memberitau, tapi aku tidak tau bagaimana memulainya. Jangan sampai masalah ini jadi panjang, karena itu aku menceritakannya pada anda. Aku rasa, pasti, ada sesuatu yang dirahasiakan Acharya Chanakya”.

Khorasan merespon, “Bagaimana kau tau hal ini dengan pasti”. Kepala dapur menjawab, “Tapi Panglima, coba anda katakan kenapa pelayan di dapur selalu bertemu secara rahasia dengan Acharya Chanakya, tidak diragukan, dia pasti salah satu dari mata-matanya Chanakya”. Khorasan berpikir sambil menahan geram, ia kemudian mengangkat tangan sebagai isyarat ia mengerti. Kepala dapur memberi sikap hormat, kemudian melangkah menjauh. Khorasan dengan wajah geram memutar selendang di lengannya, “Chanakya”.

Ashoka #67 episode 57 23

Di salah satu ruang sekolah, Sushima duduk ditengah, teman-temannya berdiri dua kelompok, di kira dan kanannya. Sushima mulai menyombongkan dirir, “Pada saat Acharya mengatakan ini adalah ujian ketangkasan dan juga kecerdasan kita, wajah Ashoka jadi pucat, hak hak”. Indrajit, Subahu dan teman yang lain iku tertawa. Subahu menyambung, “Wajahnya jadi kuning seperti dipatuk ular hahaha”. Anak lain juga tertawa. Indrajit juga bicara “Liahat saja besok, bagaimana semuanya akan menghajar dia seperti kapuk”. Semua anak jadi tertawa.

Siyamak masuk ruangan bersama Ashoka. Sushima tetap bicara, “Tidak ada gunanya bicara berlebihan seperti itu. Sudah lihatkan, sudah lihat bagaimana akibat dari menantangku”. Ashoka dan Siyamak berdiri di hadapan Sushima yang masih bicara, “Dalam tahap pertama, jangankan dikeluarkan dari pertandingan, tapi dia malah hampir diusir dari sekolah ini”. Ashoka hanya berdiri mendengar dengan wajah datar.

Sushima masih melanjutkan kepongahannya, “Pertama karena kasih sayang ayah mendaftarkannya ke sekolah, lalu aku yang kasihan padanya dan menyelamatkan dia agar tidak diusir dari sekolah itu. Orang yang selalu butuh bantuan kami, mana mungkin bisa meraih kemenangan”. Siyamak nyahut, “Kakak, kalau kau menyombongkan kemenanganmu itu, maka ayo kita tanyakan saja pada ayahanda, apakah kemenangan yang diraih dengan curang ada harganya! Yang berharga adalah yang di dapatkan oleh Ashoka setelah keluar dari perangkap yang kau pasang itu dan semua orang tau akan hal itu!”.

Ashoka #67 episode 57 26

Sushima marah, langsung berdiri, “Hei Siyamak, sebaiknya kau diam saja, masalah ini antara aku dan dia. Lebih bagus sekarang kau jangan ikut campur urusanku”. Siyamak menahan geram. Terdengar suara, “Apa yang dikatakan Siyamak memang benar sekali”. Sushima mengangkat kepalanya ke arah pemilik suara. Subahu dan Indrajit saling pandang. Siyamak sendiri terkejut melihat siapa yang berpihak padanya. Ashoka menatap dengan wajah biasa.

Vasunandhar melangkah masuk dengan tenang. Sushima terkejut melihat temannya itu berani tidak mengiyakan ucapannya. Ashoka hanya memperhatikan. Vasunandhan yang sudah dihadapan mereka, bicara, “Ya, aku akui, untuk perlombaan besok bisa menjadi sangat sulit bagi Ashoka. tapi dari tahap pertama dia bisa masuk tahap kedua hanya mengandalkan kemampuannya saja. Dan siapa tau, kalau kau tidak berbuat curang, maka, dia bisa menjadi juara tiga, dua, atau mungkin juara satu”. Sushima menunjukkan wajah geram melihat temannya yang sudah berpikir dengan jernih itu, bukan hanya asal ikut apa kata seorang pangeran. Ashoka tersenyum tipis, begitu juga dengan Siyamak.

Sushima geram, “Vasunandhar!”, mengangkat tangan mau menghanjar temannya itu. Sigap, Ashoka menangkap tangan Sushima dan menahannya. Vasunandhar refleks mundur. Ashoka menatap tajam Sushima yang juga merapatkan geraham menatapnya. Siyamak menelan ludah melihat hal itu, bisa masalah lagi bagi Ashoka. Indrajit menatap dengan cemas.

Ashoka #67 episode 57 27

Ashoka berkata, “Yang menyiksa orang lemah adalah iblis! Dan tidak ada yang lebih mengerti hal ini selain diriku, bahwa ada seorang iblis di Pathaliputra dan bagaimana dia kalah, kau masih ingatkan”, sambil menurunkan tangan Sushima yang terkepal.

Sushima tetap menunjukkan kesombongannya, “Aku akan membunuhmu hari ini”. Ashoka menatap pengeran sombong dan angkuh itu dengan wajah marah. Sushima mau menyerang Ashoka lagi dengan cara gulat, Ashoka meladeni dengan memegang tangan Sushima, menahannya. Siyamak memperhatikan. Vasunandhar menatap cemas.

Terdengar suara guru Akramak, “Apa yang terjadi disini”. Sushima melepaskan pegangannya ditangan Ashoka, berdiri menatap guru Akramak, begitu juga dengan Ashoka. Siyamak membenarkan berdirinya juga. Akramak menatap semuanya dengan tatap tegas. Semua murid menghaturkan sikap hormat.

Akramak melangkah lebih mendekat, “Aku tanya apa yang terjadi disini”. Ashoka yang menjawab, “Tidak ada Acharya”. Akramak juga tak mencari tau lebih lanjut, biar mereka belajar menyelesaikan, “Waktu sangat berharga, gunakan sebaiknya. Tahapan kedua akan segera dimulai”. Ashoka langsung memberi sikap hormat dengan tangan terkatup rapat di depan dada, “Baik Acharya”, kemudian melangkah keluar ruangan tersebut. Sushima memperhatikan sikap Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :